1 SEP 2026
WhatsApp Rilis Fitur Anti-Penipuan: Passkey & Info Penelepon

Foto: CNBC Indonesia — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / WhatsApp Rilis Fitur Anti-Penipuan: Passkey & Info Penelepon
Teknologi

WhatsApp Rilis Fitur Anti-Penipuan: Passkey & Info Penelepon

Tim Redaksi Feedberry ·1 September 2026 pukul 00.05 · Sinyal rendah · Sumber: CNBC Indonesia ↗
5.7 Skor

Fitur keamanan ini menepis risiko penipuan digital yang kian meluas, relevan bagi jutaan pengguna dan pelaku usaha berbasis WhatsApp di Indonesia.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

WhatsApp resmi memperkenalkan tiga fitur keamanan baru yang dirancang untuk memperkuat perlindungan akun dan membantu pengguna mengenali penelepon asing. Fitur pertama adalah Passkey, yang memungkinkan login kembali tanpa kode OTP atau PIN, cukup menggunakan sidik jari, Face ID, atau kode kunci layar. Pengguna Android dan iOS dapat mengaktifkannya melalui menu Pengaturan > Akun > Passkey. Fitur kedua adalah penguatan verifikasi dua langkah: PIN enam digit digantikan dengan kata sandi penuh yang bersifat alfanumerik dan mendukung karakter khusus. Fitur ketiga menyasar modus penipuan telepon: pengguna Android akan melihat informasi penelepon yang tidak ada di kontak, seperti asal negara nomor dan apakah keduanya berada dalam grup WhatsApp yang sama.

Langkah ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penipuan berbasis WhatsApp, sebuah tren yang juga menekan banyak negara di Asia dalam beberapa bulan terakhir. Dari sisi keamanan siber, hadirnya Passkey menandakan pergeseran dari otentikasi berbasis SMS yang rawan intersepsi menuju kredensial kriptografis yang tersimpan di perangkat. Ini penting bagi pengguna di Indonesia, mengingat banyaknya kasus peretasan yang berawal dari pencurian kode OTP melalui rekayasa sosial. Verifikasi dua langkah dengan kata sandi panjang juga menutup celah serangan brute-force yang selama ini mengandalkan PIN enam digit yang mudah ditebak.

Sementara itu, fitur informasi penelepon memberikan lapisan verifikasi awal yang sebelumnya tidak ada: calon korban bisa mengecek apakah nomor tidak dikenal berasal dari negara lain atau tergabung dalam grup yang sama sebelum memutuskan menjawab. Dengan begitu, tekanan psikologis yang biasa dimanfaatkan penipu untuk memaksa korban bertindak cepat bisa berkurang. Dampak langsung dari fitur ini paling terasa bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang menjalankan layanan pelanggan dan transaksi melalui WhatsApp. Selama ini, pembajakan akun WhatsApp menjadi pintu masuk penipuan transfer palsu, permintaan pinjaman, atau penyebaran tautan phishing ke kontak pelanggan. Dengan Passkey dan verifikasi dua langkah yang lebih kuat, risiko account takeover bisa ditekan secara signifikan.

Namun, keamanan hanya sekuat kebiasaan pengguna: tetap diperlukan kewaspadaan terhadap tautan phishing dan permintaan data pribadi, karena penipu bisa memanfaatkan urgensi di luar platform. Perusahaan yang mengandalkan WhatsApp Business juga perlu menyosialisasikan ulang proses verifikasi internal agar karyawan tidak salah mengartikan fitur baru sebagai pengganti protokol keamanan lain. Dalam satu hingga empat minggu ke depan,

Mengapa Ini Penting

Langkah ini mengubah paradigma keamanan akun dari sekadar memasukkan kata sandi menjadi kombinasi biometrik dan kredensial perangkat. Bagi ekosistem bisnis digital Indonesia yang sangat bergantung pada WhatsApp — dari layanan customer service hingga transaksi UMKM — fitur ini menambal celah yang selama ini dieksploitasi penipu: pencurian OTP dan manipulasi identitas penelepon. Artinya, risiko operasional yang selama ini ditanggung pengguna secara individual mulai bergeser ke platform, dan ini menjadi standar baru yang akan ditiru kompetitor.

Dampak ke Bisnis

  • UMKM dan pebisnis yang memakai WhatsApp Business: fitur info penelepon dan Passkey menekan risiko pembajakan akun, melindungi komunikasi dengan pelanggan, serta mengurangi potensi kerugian akibat permintaan transfer palsu dan phishing.
  • Perusahaan penyedia layanan keamanan siber dan pelatihan literasi digital: peningkatan kesadaran akan fitur keamanan membuka pasar baru untuk audit keamanan dan edukasi karyawan tentang praktik proteksi akun.
  • Platform messaging lain seperti Telegram dan Signal: WhatsApp menetapkan standar keamanan baru, sehingga kompetitor harus menyesuaikan atau berisiko kehilangan kepercayaan pengguna yang semakin sadar risiko digital.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: ketersediaan fitur informasi penelepon di iOS — jika belum hadir, pengguna iPhone tetap rentan; jika segera dirilis, efektivitasnya bisa diukur dari penurunan laporan penipuan di media atau kanal pengaduan.
  • Risiko yang perlu dicermati: adaptasi penipu terhadap fitur baru — misalnya memanfaatkan fitur grup bersama sebagai celah membangun kepercayaan; sinyalnya adalah tren laporan penipuan yang muncul di LAPOR! atau pemberitaan.
  • Sinyal penting: respons Meta terhadap masukan pengguna dalam 1-2 bulan ke depan — penyesuaian fitur atau peluncuran tambahan seperti username menunjukkan komitmen platform dalam menutup celah keamanan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.