19 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / USD1 Susut US$400 Juta dalam Dua Minggu, Solana Tak Menambal
Forex & Crypto

USD1 Susut US$400 Juta dalam Dua Minggu, Solana Tak Menambal

Tim Redaksi Feedberry ·19 Oktober 2026 pukul 18.57 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
3.7 Skor

Kontraksi pasokan USD1 sebesar 11,45% di Ethereum jauh melampaui stablecoin lain, tetapi dampaknya terbatas pada ekosistem aset digital dan belum merambat ke pasar keuangan konvensional.

Urgensi
4
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Kapitalisasi pasar USD1, stablecoin terbitan World Liberty Financial, menyusut lebih dari US$400 juta hanya dalam dua minggu akibat redemption besar-besaran di Ethereum dan BNB Chain. Data Onchain Benchmark mencatat Ethereum menanggung US$184,60 juta redemption bersih USD1 yang tersebar di 63 pembakaran token antara 6 hingga 15 Oktober. BNB Chain membukukan US$200,43 juta melalui 12 pembakaran. Di Solana, pasokan USD1 tidak bergerak di kisaran US$1,42 miliar selama sembilan hari yang ditinjau, sehingga tidak ada penerbitan baru yang menambal penyusutan di dua jaringan lain. Pola redemption memberi petunjuk soal siapa yang keluar. Di Ethereum, lebih dari 99% token yang dikirim untuk redemption melewati dompet berlabel BitGo, penerbit sekaligus kustodian USD1 saat ini.

Di BNB Chain, transfer berasal dari alamat tak teridentifikasi dalam batch US$30 juta hingga US$50 juta. Transfer antar-Ethereum dan BNB Chain tercatat kurang dari US$1 juta, sehingga pasokan yang hilang bukan sekadar berpindah jaringan. Kombinasi ini menunjuk pada sekelompok kecil pemegang besar yang menarik dana secara terkoordinasi, bukan migrasi pengguna ritel. Kontraksi USD1 jauh lebih dalam dibanding stablecoin dolar lain pada periode yang sama. Pasokan di Ethereum turun 11,45%, berbanding 4,93% untuk USDe, 2,18% untuk USDC, dan 0,76% untuk USDT. Selisih sebesar itu menunjukkan redemption bersifat spesifik pada penerbit, bukan arus keluar menyeluruh dari kategori aset. Pemegang dolar digital tidak sedang meninggalkan stablecoin secara umum; mereka meninggalkan satu penerbit tertentu.

Bagi pasar yang selama ini memperlakukan stablecoin sebagai instrumen dengan pasokan stabil, data ini memperlihatkan bahwa ukuran terbitan bisa ditentukan oleh keputusan beberapa pemegang besar dalam hitungan hari. Ujian berikutnya datang dari pergantian penerbit. World Liberty Financial tengah menyiapkan trust company yang akan mengambil alih token dengan ukuran yang bergantung pada keputusan segelintir pemegang besar, di bawah piagam yang dasar hukumnya masih diperdebatkan di pengadilan. Transisi penerbit dan kustodian biasanya menjadi titik paling rawan dalam siklus hidup token berdenominasi dolar, karena kepastian hukum atas klaim pemegang terhadap cadangan menjadi taruhan. Pemisahan peran BitGo sebagai kustodian saat ini dari entitas trust yang akan datang menambah lapisan counterparty yang harus dinilai ulang oleh pemegang.

Mengapa Ini Penting

Selama ini stablecoin dipersepsikan sebagai instrumen dengan pasokan yang relatif ajeg karena setiap token seharusnya ditopang cadangan setara. Data USD1 menunjukkan asumsi itu tidak selalu berlaku: ketika basis pemegang sangat terkonsentrasi, ukuran terbitan bisa menyusut lebih dari sepersepuluh dalam sembilan hari tanpa ada kegagalan teknis. Yang berubah secara struktural bukan nilai USD1 itu sendiri, melainkan cara pasar menilai risiko counterparty pada produk dolar digital — pertanyaan pertama kini bukan berapa cadangannya, melainkan siapa saja pemegang besarnya dan seberapa kuat dasar hukum klaim atas cadangan tersebut.

Dampak ke Bisnis

  • Penerbit stablecoin dan kustodian aset digital menghadapi tuntutan transparansi baru: perbedaan kontraksi 11,45% versus 0,76% pada USDT menunjukkan pemegang mulai membedakan penerbit berdasarkan risiko legal, bukan hanya likuiditas. Penerbit dengan piagam yang masih diperselisihkan berpotensi menanggung biaya pendanaan lebih tinggi untuk mempertahankan pasokan.
  • Bursa kripto dan penyedia dompet lokal yang menyediakan pasangan dagang USD1 akan merasakan langsung penurunan kedalaman likuiditas, karena volume yang hilang berasal dari transaksi bernominal besar. Dampaknya merembet ke penyedia likuiditas dan market maker yang mengandalkan pasokan stabil untuk menjaga spread tetap tipis.
  • Dampak yang baru terasa dalam tiga hingga enam bulan: jika model trust company World Liberty Financial menjadi preseden, stablecoin akan semakin sering dinilai melalui kerangka hukum klaim, bukan sekadar laporan audit cadangan. Konsekuensinya, biaya kepatuhan dan uji tuntas bagi platform yang melisting token dolar digital akan meningkat, dan token dengan basis pemegang terkonsentrasi cenderung kehilangan preferensi.
  • Sektor tokenisasi aset dunia nyata juga terkena imbas tidak langsung. Setiap episode redemption besar memperkuat argumen bahwa likuiditas, bukan kapasitas penerbitan, adalah hambatan utama produk berdenominasi dolar di blockchain — dan itu memperlambat adopsi institusional atas instrumen serupa.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: data pasokan USD1 di Solana, Ethereum, dan BNB Chain sepanjang dua hingga empat minggu ke depan — jika Solana tetap datar di kisaran US$1,42 miliar sementara dua jaringan lain terus menyusut, artinya tidak ada penerbitan pengganti dan basis pemegang makin sempit.
  • Risiko yang perlu dicermati: proses pembukaan trust company World Liberty Financial — setiap perkembangan soal dasar hukum piagamnya berpotensi memicu gelombang redemption berikutnya, karena pemegang besar akan menilai ulang klaim mereka atas cadangan.
  • Sinyal penting: munculnya kembali transfer batch US$30 juta hingga US$50 juta dari alamat tak teridentifikasi di BNB Chain — pola ini menandakan pemegang besar yang sama masih melanjutkan posisi keluar, bukan sekadar rebalancing satu kali.

Konteks Indonesia

Jalur dampak ke pasar domestik berjalan melalui sentimen risk appetite aset digital, bukan melalui pasar keuangan konvensional. Penyusutan pasokan satu penerbit stablecoin tidak mengubah kondisi makro, tetapi menambah alasan bagi investor ritel kripto domestik untuk menilai ulang eksposur pada token dolar digital yang basis pemegangnya terkonsentrasi. Dengan USD/IDR berada di 18.035, insentif memegang instrumen berdenominasi dolar tetap besar, sehingga perpindahan dana antar-token maupun ke luar ekosistem aset digital berpotensi mengubah volume di bursa kripto lokal. Dari sisi regulasi, perpindahan kewenangan pengawasan aset digital dari Bappebti ke OJK menjadikan kasus seperti ini rujukan awal: isu yang dipertanyakan bukan lagi volatilitas harga, melainkan kepastian hukum klaim pemegang atas cadangan dan identitas penerbit. Bagi operator remitansi dan dompet digital yang mulai menjajaki rel pembayaran berbasis stablecoin, episode ini menegaskan bahwa pemilihan penerbit menjadi keputusan manajemen risiko, bukan sekadar keputusan teknis.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.