23 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Underdog Gandeng Zerohash, Deposit Kripto di Pasar Prediksi
Forex & Crypto

Underdog Gandeng Zerohash, Deposit Kripto di Pasar Prediksi

Tim Redaksi Feedberry ·23 Oktober 2026 pukul 00.24 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
4.7 Skor

Fitur baru baru meluncur akhir tahun dan dampak langsung ke pasar domestik tipis, tetapi mengubah struktur on-ramp di segmen pasar prediksi yang volumenya tumbuh cepat dan sedang menuju konsolidasi lewat akuisisi IG Group.

Urgensi
5
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Underdog membuka kanal deposit kripto dan stablecoin bagi penggunanya lewat kemitraan dengan penyedia infrastruktur aset digital zerohash. Fitur ini dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini dan memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat mengisi saldo langsung dari aplikasi, dengan setelmen nyaris instan sepanjang 24 jam. Underdog tidak merinci aset digital mana yang akan didukung. Perusahaan yang berdiri sejak 2020 itu mengklaim lebih dari 11 juta akun terdaftar, dan IG Group telah menyepakati akuisisi senilai hingga US$1,3 miliar yang diperkirakan tuntas pada akhir 2026 atau awal 2027. Yang berubah bukan sekadar daftar metode pembayaran, melainkan lapisan friksi yang selama ini menyaring pengguna ritel.

Deposit kripto konvensional menuntut pengguna mengelola alamat wallet dan memilih jaringan blockchain — dua langkah teknis yang menjadi sumber utama kegagalan transaksi dan dana nyasar. Underdog memangkas keduanya. Artinya, kompetisi bergeser dari kualitas kontrak dan likuiditas ke kecepatan dana masuk, alias perang on-ramp. Konteksnya penting: volume Underdog tercatat US$1,4 miliar dalam 30 hari hingga 21 Oktober, tumbuh 133% dari periode sebelumnya, tetapi masih jauh di bawah Kalshi dengan US$81,5 miliar dan gabungan platform Polymarket senilai US$17,2 miliar. Underdog bertarung dari posisi penantang dan memilih medan pendanaan, bukan medan produk. Stablecoin sebagai rel setelmen mengubah ekonomi platform secara mendasar.

Dana masuk tidak lagi terikat jam operasional bank koresponden, sehingga pengguna lintas zona waktu bisa menempatkan posisi saat peristiwa sedang berlangsung — justru momen ketika pasar prediksi paling likuid. Efek lanjutannya merambat ke penerbit stablecoin, penyedia kustodi aset digital, dan exchange ritel yang selama ini menjadi gerbang utama konversi rupiah dan mata uang lokal ke aset kripto. Bagi IG Group, kesepakatan senilai hingga US$1,3 miliar ini juga berfungsi sebagai uji tuntas atas kapabilitas operasional Underdog sebelum transaksi tuntas; integrasi zerohash memberi sinyal bahwa infrastruktur kepatuhan dan setelmen sedang dibenahi, bukan sekadar ditunda. Latar pasar belum kondusif untuk ekspansi agresif.

Indeks volatilitas VIX berada di 17,31, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun di 5,12%, dan indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121,4 — kombinasi yang menekan selera risiko aset digital dan memperketat likuiditas global. Di dalam negeri, IHSG berada di 5.388 dan rupiah di 17.943 per dolar AS.

Mengapa Ini Penting

Pasar prediksi bergerak dari produk niche menjadi ajang konsolidasi: IG Group membayar hingga US$1,3 miliar untuk platform yang volumenya masih sepersekian Kalshi. Kanal deposit kripto adalah cara menambal kelemahan struktural — basis pengguna besar tetapi likuiditas tipis. Jika dana bisa masuk dalam hitungan detik tanpa friksi wallet, hambatan utama pengguna ritel hilang, dan daya tarik akuisisi tidak lagi bergantung pada pertumbuhan akun semata.

Dampak ke Bisnis

  • Penyedia infrastruktur on-ramp kripto seperti zerohash memperoleh perluasan kanal distribusi ke basis 11 juta akun terdaftar, memperkuat posisi mereka sebagai lapisan backend yang tak terlihat tetapi menguasai alur dana di platform trading ritel.
  • Exchange kripto ritel menghadapi tekanan kompetitif baru: fungsi konversi mata uang lokal ke aset digital yang selama ini menjadi sumber pendapatan mereka bisa dilewati ketika platform trading non-kripto menyediakan deposit stablecoin secara langsung.
  • Efek yang baru terasa setelah transaksi tuntas: integrasi ini menaikkan nilai strategis Underdog di mata IG Group, sehingga harga akhir akuisisi dan syarat penutupan pada akhir 2026 atau awal 2027 menjadi cermin kesiapan operasional aset yang dibeli.
  • Penerbit stablecoin dan bank kustodian mendapat permintaan baru dari aliran setelmen lintas batas yang tidak lagi melewati jendela operasional perbankan konvensional.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: daftar aset digital yang akhirnya didukung — jika stablecoin dolar mendominasi, fokus persaingan adalah setelmen lintas batas; jika kripto volatil yang diutamakan, risikonya bergeser ke manajemen likuiditas dan konversi.
  • Risiko yang perlu dicermati: kepastian hukum produk pasar prediksi di AS — tanpa kerangka yang jelas, kanal deposit kripto bisa dibatasi secara tiba-tiba dan memukul volume transaksi platform.
  • Sinyal penting: penyelesaian akuisisi IG Group pada akhir 2026 atau awal 2027 — perubahan struktur kepemilikan akan menentukan prioritas ekspansi geografis, termasuk kemungkinan masuknya produk ke pasar Asia.

Konteks Indonesia

Jalur dampak ke Indonesia berjalan melalui infrastruktur pembayaran dan persaingan di segmen aset digital. Integrasi stablecoin sebagai kanal deposit di platform global menekan penyedia lokal untuk menyediakan rel setelmen serupa, sementara pengawasan aset digital domestik berada di bawah Bappebti dan OJK. Bagi investor ritel dalam negeri, kemudahan on-ramp di platform luar negeri memperbesar ketergantungan pada akses lintas yurisdiksi — sekaligus memperbesar kerentanan ketika otoritas memperketat atau membatasi akses platform. Arah pengaturan derivatif berbasis peristiwa di Amerika Serikat juga menjadi rujukan pembanding ketika regulator domestik menyusun kerangka produk serupa.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.