20 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Tokocrypto Rp41,6 Triliun Jan–Sep, 78 Saham Tokenisasi
Forex & Crypto

Tokocrypto Rp41,6 Triliun Jan–Sep, 78 Saham Tokenisasi

Tim Redaksi Feedberry ·19 Oktober 2026 pukul 22.21 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Kontan ↗
6.3 Skor

Angka transaksi satu platform kripto memang tidak mengubah makro, tetapi ekspansi 78 saham ter-tokenisasi memindahkan kompetisi perebutan dana ritel dari bursa ke aplikasi aset digital — perubahan struktural yang jarang masuk radar pasar modal.

Urgensi
5
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Tokocrypto membukukan nilai transaksi aset kripto sekitar Rp41,6 triliun sepanjang Januari–September 2026. Bitcoin, Ethereum, dan Solana menjadi instrumen paling diminati. Komposisi penggunanya memberi sinyal lebih penting daripada angka transaksinya: lebih dari separuh investor platform ini berusia 18 hingga 30 tahun, sementara partisipasi investor institusi tercatat naik sekitar 10% sampai 15% dibanding akhir 2025. CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyampaikan angka tersebut di sela Bali Tech Week 2026 pada Senin (19/10/2026). Dari sisi akuisisi, jumlah pengguna baru yang melakukan deposit pertama naik 50% dibanding periode yang sama pada 2025, dan bertambah 20% dari kuartal II ke kuartal III 2026. Sekitar 90% di antaranya melanjutkan transaksi.

Inilah bagian yang membedakan cerita Tokocrypto dari sekadar euforia harga aset: pertumbuhannya ditopang pengguna yang benar-benar bertransaksi, bukan hanya mendaftar. Perusahaan menyatakan fokusnya tidak berhenti pada penambahan akun, tetapi mencakup edukasi, kepercayaan, dan keamanan. Yang luput dari headline adalah pergeseran lini produk. Per Oktober, Tokocrypto menyediakan 78 saham ter-tokenisasi, melampaui target awal untuk akhir 2026 yang sebanyak 75 saham. Artinya, sebuah platform aset kripto kini menjual eksposur ekuitas — dan langsung bersaing dengan sekuritas serta manajer investasi dalam memperebutkan dana ritel, terutama dari kelompok usia muda yang biasanya menjadi pasar pertama produk pasar modal. Untuk mengukur skala perbandingannya: data OJK mencatat nilai transaksi aset kripto nasional Rp23,16 triliun pada Agustus 2026.

Dengan rata-rata sekitar Rp4,6 triliun per bulan, Tokocrypto menyumbang porsi berarti dari volume industri, meski perbandingan itu perlu dibaca hati-hati karena basis waktunya berbeda. Dampak lanjutannya menyentuh pihak yang tidak disebut dalam artikel. Produk saham ter-tokenisasi pada praktiknya memberi akses ke ekuitas global berdenominasi dolar dalam nominal kecil. Dengan kurs berada di 17.943 dan IHSG di 4.997 setelah koreksi 3,64% pada data pasar terkini, daya tarik instrumen berdenominasi valuta asing cenderung menguat di kalangan ritel — bukan semata sebagai spekulasi, tetapi sebagai sarana memindahkan sebagian risiko kurs. Bagi sekuritas ritel dan manajer investasi, ini persaingan langsung atas perhatian dan dompet investor muda.

Bagi OJK, ini wilayah baru: pengawasan aset digital dan perlindungan konsumen harus mencakup produk yang secara ekonomi adalah surat berharga.

Mengapa Ini Penting

Pertumbuhan pasar kripto domestik kini lebih ditopang intensitas transaksi pengguna lama ketimbang rekrutmen akun baru — data OJK menunjukkan jumlah akun hanya bertambah 1,23% secara bulanan pada Agustus, sementara nilai transaksi tumbuh 12,87%. Tokocrypto memperlihatkan pola yang sama dari sisi lain: basis pengguna muda yang besar, retensi transaksi tinggi, dan lini produk yang mulai menyerupai platform investasi lintas aset. Yang berubah secara struktural bukan popularitas kripto, melainkan identitas pesaing bursa: aplikasi aset digital kini menjadi pintu masuk pertama bagi investor usia 18–30 tahun ke eksposur ekuitas. Jika kohort itu membangun kebiasaan berinvestasi di luar sistem sekuritas domestik, pipeline investor ritel pasar modal kehilangan lapisan paling awal — dan itu tidak terlihat dari angka transaksi mana pun.

Dampak ke Bisnis

  • Sekuritas ritel dan manajer investasi menghadapi kompetisi langsung atas dana investor muda. Dengan 78 saham ter-tokenisasi — melampaui target 75 pada akhir 2026 — platform aset digital menawarkan eksposur ekuitas tanpa rekening efek, tanpa jam bursa, dan dalam nominal kecil. Perebutan wallet share bergeser dari biaya transaksi ke kenyamanan antarmuka.
  • Penyelenggara aset digital lokal merasakan efek dua arah. Nilai transaksi besar memperkuat pendapatan berbasis biaya, tetapi produk saham ter-tokenisasi memindahkan sebagian dana pengguna keluar dari aset kripto murni ke instrumen yang tersambung ke pasar global. Bauran produk yang bergeser mengubah profil risiko dan profil pendapatan platform.
  • Dampak yang baru terasa beberapa bulan ke depan: kebutuhan tata kelola lintas rezim. Produk yang secara ekonomi adalah surat berharga namun diperdagangkan di platform aset digital menuntut kejelasan perizinan, mekanisme kustodian atas aset dasar, dan standardisasi keterbukaan informasi — tiga hal yang menentukan keberlanjutan model bisnisnya.
  • Penerimaan negara ikut tersentuh secara tidak langsung. Semakin besar volume transaksi aset digital yang terekam di platform terdaftar, semakin besar pula basis pemungutan pajak atas transaksi aset kripto, yang selama ini menjadi salah satu komponen penerimaan dari sektor keuangan digital.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: rilis data OJK untuk periode September dan Oktober — jika nilai transaksi industri tumbuh dua digit secara bulanan seperti pada Agustus, momentum ritel masih kuat; jika justru mengendur, itu menandakan investor mengerem, bukan beralih ke aset alternatif.
  • Risiko yang perlu dicermati: kombinasi imbal hasil US Treasury 10 tahun di 5,1% dan indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121,6 — secara historis menekan selera risiko terhadap aset berisiko. Bila volume kripto domestik menyusut bersamaan dengan koreksi IHSG, tekanan likuiditas menyebar ke dua pasar sekaligus, bukan berpindah.
  • Sinyal penting: sikap OJK terhadap saham ter-tokenisasi — kejelasan rezim perizinan menentukan apakah perluasan produk berlanjut, sekaligus menjadi preseden bagi sekuritas yang ingin menawarkan produk serupa.
  • Yang perlu diawasi: arah kurs di sekitar 17.943 — pelemahan lanjutan memperkuat daya tarik instrumen berdenominasi dolar bagi ritel, tetapi sekaligus menaikkan biaya lisensi dan teknologi bagi penyelenggara platform.
  • Sinyal pemantauan tambahan: komposisi investor institusi yang naik 10%–15% dibanding akhir 2025 — bila laju ini berlanjut, profil pasar domestik bergeser dari ritel murni ke campuran, dengan konsekuensi berbeda pada likuiditas dan kedalaman pasar.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.