7 JUL 2026
Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks: Akses Saham Global via Kripto

Foto: Detik Finance — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks: Akses Saham Global via Kripto
Forex & Crypto

Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks: Akses Saham Global via Kripto

Tim Redaksi Feedberry ·6 Juli 2026 pukul 16.39 · Sinyal menengah · Sumber: Detik Finance ↗
6.3 Skor

Peluncuran tokenized stocks membuka akses ke saham global bagi investor Indonesia, namun tantangan regulasi dan likuiditas masih membayangi adopsi awal.

Urgensi
5
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Tokocrypto resmi meluncurkan Tokenized Stocks, produk aset digital berbasis blockchain yang memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap saham perusahaan global seperti SpaceX, Micron, dan Nvidia. Produk ini memungkinkan perdagangan 24 jam, berbeda dengan bursa konvensional yang terbatas jam operasional. CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyebut langkah ini sebagai babak baru dalam ekosistem aset digital, di mana aset dunia nyata seperti saham dapat diintegrasikan ke dalam blockchain, meningkatkan transparansi dan memperluas akses bagi investor ritel di Indonesia yang selama ini kesulitan menjangkau pasar global secara langsung. Produk menggunakan sistem 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi secara on-chain, artinya setiap token setara dengan saham yang dijaminkan. Namun, keamanan jaminan tetap memerlukan verifikasi independen jika aset disimpan di luar blockchain.

Laporan Citi Institute dalam 'Tokenization 2030' mencatat nilai pasar tokenized stocks global mencapai US$17 miliar dan diproyeksikan tumbuh hingga US$5,5 triliun pada 2030. World Economic Forum juga menyoroti tokenisasi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan akses ke aset keuangan. Di Indonesia, produk ini hadir di tengah kondisi makro yang menantang: rupiah berada di level Rp17.994 per dolar AS, suku bunga global masih tinggi dengan Fed Funds rate 3,63%, dan imbal hasil US 10 tahun di 4,48% — semuanya menekan aset berisiko termasuk aset digital. Meski demikian, basis investor kripto ritel Indonesia yang besar dan aktif menjadi pasar potensial.

Peluncuran ini memperkuat tren tokenisasi global yang sudah diadopsi oleh institusi besar seperti Robinhood dan dYdX melalui platform Arcus, serta mendapat perhatian dari regulator global seperti FCA Inggris dan IMF yang memperingatkan risiko sistemik jika tanpa kerangka regulasi yang jelas. Bagi Indonesia, produk ini membuka peluang diversifikasi portofolio bagi investor, tetapi juga menghadirkan tantangan regulasi karena OJK dan Bappebti masih menyusun kerangka hukum untuk aset digital. Jika regulator tidak segera memberikan kepastian, adopsi bisa terhambat. Namun, jika kerangka regulasi jelas, tokenized stocks dapat menjadi jembatan antara pasar modal konvensional dan ekosistem kripto, memperluas inklusi keuangan dan menarik minat investor asing.

Mengapa Ini Penting

Produk ini menjembatani kesenjangan akses investor Indonesia ke saham global yang selama ini sulit dijangkau karena hambatan geografis, minimum investasi tinggi, dan jam perdagangan terbatas. Jika berhasil, tokenized stocks bisa menggeser sebagian minat dari instrumen konvensional ke aset digital, mengubah lanskap investasi ritel Indonesia dan mempercepat adopsi blockchain di sektor keuangan.

Dampak ke Bisnis

  • Investor ritel Indonesia kini bisa memiliki eksposur ke perusahaan teknologi global seperti Nvidia dan SpaceX dengan modal kecil (fraksional), menggeser preferensi dari reksa dana global atau saham konvensional yang membutuhkan rekening sekuritas asing.
  • Exchange lokal seperti Tokocrypto mendapat keunggulan kompetitif dibanding sekuritas tradisional karena menawarkan akses 24 jam dan biaya lebih rendah, namun harus bersaing dengan platform global jika regulasi Indonesia memungkinkan akses langsung ke bursa kripto internasional.
  • Regulator OJK dan Bappebti mendapat tekanan untuk memperjelas status tokenized stocks — apakah dikategorikan sebagai efek (memerlukan izin sekuritas) atau aset kripto (di bawah Bappebti) — yang berdampak pada kepastian hukum, pajak, dan perlindungan konsumen.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons resmi OJK dan Bappebti terhadap produk tokenized stocks — apakah akan menerbitkan pedoman sementara atau menunggu kerangka global, karena hal ini menentukan kecepatan adopsi.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi kegagalan sistem proof-of-collateral jika terjadi peretasan atau manipulasi on-chain, yang bisa memicu kerugian massal dan menekan kepercayaan investor terhadap produk aset digital secara umum.
  • Sinyal penting: volume perdagangan tokenized stocks di Tokocrypto dalam 1-2 bulan pertama — jika tumbuh signifikan, akan mendorong exchange lain seperti Reku atau Pintu untuk meluncurkan produk serupa dan mempercepat adopsi tokenisasi di Indonesia.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.