9 JUL 2026
Tokenized Stock Global Melonjak 105% — Tokocrypto Buka Akses Saham Global via Kripto

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Tokenized Stock Global Melonjak 105% — Tokocrypto Buka Akses Saham Global via Kripto
Forex & Crypto

Tokenized Stock Global Melonjak 105% — Tokocrypto Buka Akses Saham Global via Kripto

Tim Redaksi Feedberry ·8 Juli 2026 pukul 20.29 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
7.7 Skor

Pasar tokenized stocks global tumbuh pesat dan produk serupa resmi hadir di Indonesia lewat Tokocrypto, mengubah akses investor ritel ke saham global namun menghadapi tekanan makro dan ketidakpastian regulasi.

Urgensi
7
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
8

Ringkasan Eksekutif

Volume transfer tokenized stocks global melonjak 105% dalam sebulan menjadi USD8,4 miliar, menandakan akselerasi adopsi aset keuangan berbasis blockchain. Pasar tokenized stocks tumbuh 471% dalam setahun, dari USD378 juta menjadi USD2,16 miliar. Lonjakan ini didorong oleh gelombang penawaran baru di bursa kripto, termasuk pre-IPO SpaceX melalui Kraken, Bybit, dan Bitget Wallet yang kelebihan permintaan. Momentum juga merambah ke pasar publik: Securitize menjadi perusahaan pertama yang menerbitkan saham tokenized di Solana dan Avalanche saat debut di NYSE. Raksasa keuangan tradisional seperti DTCC, NYSE, dan Nasdaq ikut mempercepat inisiatif tokenisasi — DTCC akan meluncurkan layanan tokenized securities pada Oktober setelah mendapat persetujuan regulator dalam pilot tiga tahun.

Persaingan antara platform kripto-native dan institusi keuangan konvensional semakin ketat, dengan ICE mendesak regulator agar bursa tradisional diizinkan menawarkan perpetual futures onchain 24/7. Di Indonesia, peluncuran Tokenized Stocks oleh Tokocrypto menjadi realisasi pertama akses saham global via kripto untuk investor ritel. Produk ini menjanjikan perdagangan 24 jam dengan sistem 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi on-chain, memungkinkan akses ke saham SpaceX, Micron, dan Nvidia tanpa harus membuka rekening luar negeri.

Langkah ini terjadi di tengah kondisi makro domestik yang menantang: rupiah berada di area terlemah dalam setahun, suku bunga global masih tinggi (Fed Funds rate 3,63%), dan imbal hasil US Treasury 10 tahun di 4,48% — semuanya menekan aset berisiko termasuk kripto. Meskipun basis investor kripto ritel Indonesia besar dan aktif, sentimen risk-off global bisa menghambat adopsi awal.

Mengapa Ini Penting

Fenomena global ini kini menyentuh Indonesia secara langsung. Tokocrypto menjadi pintu masuk pertama bagi investor ritel Indonesia untuk membeli saham global (SpaceX, Micron, Nvidia) 24 jam melalui kripto, sesuatu yang sebelumnya sulit dijangkau. Ini mengubah lanskap investasi ritel: diversifikasi jadi lebih mudah, tetapi risiko kustodian dan regulasi masih menganga. Keputusan OJK dan Bappebti dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan apakah tokenized stocks menjadi katalis inklusi keuangan atau justru menambah risiko baru bagi investor domestik.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto lokal seperti Tokocrypto dan Indodax berpotensi mendapatkan lonjakan volume dan basis pengguna baru dari investor ritel yang ingin akses saham global. Namun, mereka juga menghadapi risiko kepatuhan jika regulator belum memberikan izin penuh.
  • Perusahaan sekuritas konvensional berpotensi kehilangan pangsa pasar ritel yang beralih ke platform kripto yang menawarkan akses 24 jam dan tanpa minimum deposit tinggi. Perusahaan seperti MNC Sekuritas atau sekuritas lain perlu merespons dengan inovasi serupa.
  • Bank kustodian dan penyedia jasa keuangan tradisional yang belum terlibat dalam tokenisasi berisiko kehilangan relevansi di segmen investor muda dan tech-savvy. Di sisi lain, peluang kolaborasi dengan platform kripto juga terbuka lebar jika regulasi jelas.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: volume perdagangan awal Tokenized Stocks Tokocrypto dalam 2 minggu pertama — apakah ada antusiasme signifikan atau justru sepi karena kondisi makro yang menekan.
  • Risiko yang perlu dicermati: pernyataan resmi OJK atau Bappebti terkait status legal tokenized stocks di Indonesia — jika regulator melarang atau membatasi, produk bisa terhenti dan investor kehilangan akses.
  • Sinyal penting: pergerakan harga Bitcoin dan indeks dolar — jika Bitcoin menembus resistance $65.000 dan dolar melemah, sentimen risk-on bisa mendorong adopsi tokenized stocks di Indonesia. Sebaliknya, pelemahan rupiah ke Rp18.200 bisa menekan minat.

Konteks Indonesia

Tren tokenisasi aset keuangan global kini memiliki dampak langsung ke Indonesia melalui peluncuran Tokenized Stocks oleh Tokocrypto. Produk ini memungkinkan investor ritel Indonesia membeli saham perusahaan global (SpaceX, Micron, Nvidia) 24 jam menggunakan aset kripto, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dilakukan melalui rekening sekuritas luar negeri dengan modal besar. Namun, kondisi makro Indonesia saat ini kurang mendukung: rupiah melemah ke area terlemah dalam setahun (Rp17.994 per dolar AS), suku bunga global masih tinggi (Fed Funds rate 3,63%), dan imbal hasil US Treasury 10 tahun di 4,48% — semuanya menekan aset berisiko termasuk kripto. Selain itu, regulasi aset digital di Indonesia masih dalam penyusunan oleh OJK dan Bappebti, sehingga kepastian hukum menjadi faktor kunci adopsi. Basis investor kripto ritel Indonesia yang besar dan aktif menjadi pasar potensial, tetapi sentimen risk-off global bisa menghambat minat awal.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.