23 JUN 2026
THORChain Lanjutkan Operasional Usai Exploit $10,7 Juta — Sentimen DeFi Global Tertekan

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / THORChain Lanjutkan Operasional Usai Exploit $10,7 Juta — Sentimen DeFi Global Tertekan
Forex & Crypto

THORChain Lanjutkan Operasional Usai Exploit $10,7 Juta — Sentimen DeFi Global Tertekan

Tim Redaksi Feedberry ·23 Juni 2026 pukul 10.00 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6 Skor

Exploit THORChain berdampak langsung pada kepercayaan infrastruktur DeFi global; Indonesia memiliki pasar kripto ritel aktif dan exchange lokal yang terpengaruh sentimen risk-off.

Urgensi
6
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

THORChain, protokol likuiditas lintas rantai terkemuka, kembali mengaktifkan seluruh aktivitas jaringan setelah menerapkan sejumlah peningkatan keamanan dan migrasi vault untuk menambal kerentanan yang menyebabkan eksploitasi senilai $10,7 juta pada April lalu. Menurut pengakuan protokol, celah keamanan berasal dari skema tanda tangan ambang batas GG20 yang digunakan untuk mengamankan vault dengan mendistribusikan kendali kunci di antara banyak operator node. Cacat ini memungkinkan operator node jahat merekonstruksi kunci pribadi penuh melalui apa yang disebut sebagai 'kebocoran material kunci progresif', memungkinkan pencurian dana sebesar $10,7 juta. THORChain menerapkan tambalan darurat pada 20 Mei untuk melindungi vault yang tersisa sebelum merilis peningkatan pada 9 Juni yang mencakup perbaikan kerentanan yang dieksploitasi. Peningkatan lanjutan diluncurkan pada 11 Juni dengan perbaikan stabilitas tambahan.

Dengan proses pemulihan sebagian besar selesai, THORChain juga telah menguraikan rencana untuk integrasi jaringan baru, termasuk peluncuran swap dan vault asli untuk Zcash dalam dua minggu ke depan, diikuti oleh Monero, serta dukungan token Bittensor dalam sekitar enam minggu setelah restart jaringan. Dari sudut pandang Indonesia, berita ini memiliki relevansi langsung karena pasar kripto Indonesia adalah salah satu yang paling aktif di Asia Tenggara, dengan volume transaksi domestik yang signifikan melalui exchange seperti Reku, Tokocrypto, dan Pintu. Eksploitasi pada protokol DeFi utama seperti THORChain cenderung memicu kekhawatiran investor ritel dan institusi terhadap keamanan aset digital secara umum, yang dapat mendorong aksi jual dan mengurangi partisipasi di pasar kripto global.

Efek ini dapat merembet ke sentimen risk-off di pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham teknologi dan perusahaan yang berafiliasi dengan aset digital. Selain itu, regulator domestik seperti Bappebti dan OJK kemungkinan akan semakin memperketat pengawasan terhadap platform yang berinteraksi dengan protokol DeFi asing, mengingat risiko keamanan yang terbukti nyata.

Mengapa Ini Penting

Eksploitasi $10,7 juta pada THORChain menyoroti kerentanan serius pada infrastruktur DeFi yang digunakan lintas rantai. Kepercayaan yang tergerus dapat menekan partisipasi di pasar kripto global dan Indonesia, memicu aksi jual aset digital, serta mendorong regulator Indonesia untuk memperketat kebijakan terhadap platform DeFi asing yang diakses dari dalam negeri.

Dampak ke Bisnis

  • Sentimen risk-off global akibat eksploitasi THORChain berpotensi menekan harga aset kripto utama, yang berdampak langsung pada volume transaksi dan pendapatan exchange kripto Indonesia seperti Reku, Tokocrypto, dan Pintu.
  • Ketidakpastian keamanan DeFi dapat mempercepat pengawasan regulator Bappebti/OJK terhadap platform yang menyediakan akses ke protokol luar negeri, menambah biaya kepatuhan dan membatasi produk yang ditawarkan.
  • Di luar sektor kripto, aksi jual aset digital dapat merembet ke saham teknologi di IHSG yang kerap bergerak searah dengan risk appetite global, menekan valuasi emiten seperti emiten digital dan startup terkait.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum sebagai barometer sentimen risk-on/risk-off global — jika turun signifikan, tekanan pada exchange lokal dan saham teknologi di IHSG akan meningkat.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons regulasi Bappebti dan OJK — apakah akan mengeluarkan peringatan, memperketat aturan kepatuhan, atau memblokir akses ke protokol DeFi seperti THORChain.
  • Sinyal penting: pemulihan volume transaksi THORChain dalam 1-2 minggu ke depan — jika tetap rendah, menandakan kepercayaan pasar belum pulih dan dapat memicu pergeseran ke platform DeFi alternatif.

Konteks Indonesia

Pasar kripto Indonesia tergolong sangat aktif dengan basis investor ritel yang besar dan exchange lokal yang terdaftar di Bappebti. Eksploitasi pada protokol DeFi besar seperti THORChain langsung memengaruhi sentimen investor lokal karena banyak pengguna Indonesia memanfaatkan protokol ini untuk swap lintas rantai. Regulator seperti Bappebti dan OJK sudah mulai memperketat pengawasan terhadap aset digital, dan insiden ini dapat mempercepat penyusunan regulasi yang lebih tegas, termasuk pembatasan akses ke DeFi asing atau persyaratan kepatuhan yang lebih ketat bagi exchange lokal. Selain itu, tekanan sentimen global cenderung menular ke pasar keuangan Indonesia secara umum, terutama melalui pelemahan nilai aset berisiko dan potensi outflow modal asing dari IHSG.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.