22 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Starknet Dukung Riset L1 Pasca-Kuantum, Bukan Migrasi Final
Forex & Crypto

Starknet Dukung Riset L1 Pasca-Kuantum, Bukan Migrasi Final

Tim Redaksi Feedberry ·22 Oktober 2026 pukul 16.37 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
4.3 Skor

Dukungan 93,52% adalah sinyal geopolitik teknologi, tetapi masih riset non-binding; dampak ke Indonesia tidak langsung dan lebih lama.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Komunitas Starknet memberikan dukungan kuat terhadap riset untuk menjadikan jaringan itu layer-1 pasca-kuantum yang independen dari Ethereum. Polling governance berlangsung tujuh hari dan ditutup Kamis, dengan sekitar 3.200 suara dan 93,52% kekuatan suara mendukung transisi. Partisipasi itu tercatat tertinggi dalam sejarah governance Starknet. Namun hasilnya tidak mengikat; Starknet masih beroperasi sebagai layer-2 Ethereum sampai ada voting terpisah yang mengikat. StarkWare dan Starknet Foundation membentuk working group untuk menyusun proposal teknis. CEO Eli Ben-Sasson mengatakan tim mulai mengerjakan whitepaper dan menargetkan draf untuk publik pada November. Dalam proposal governance, STRK tetap menjadi token native dan tidak ada rencana token baru; jembatan antara Starknet dan Ethereum tetap terbuka.

Starknet pertama kali mengangkat opsi ini pada 8 Oktober dengan alasan kekhawatiran atas ketergantungan keamanan pada Ethereum. Jaringan itu memakai STARK proof berbasis hash dan mendukung akun programable yang dapat mengadopsi tanda tangan pasca-kuantum, tetapi infrastruktur jembatan dan ketersediaan data masih bergantung pada jadwal upgrade Ethereum. Yang tidak terlihat dari headline: ini bukan keputusan teknis final, melainkan sinyal bahwa sebagian komunitas ingin memisahkan laju keamanan Starknet dari laju Ethereum. Pada Juni, StarkWare telah memaparkan roadmap ketahanan kuantum tiga fase. Quantum Hub mengklaim telah menguji teknologi dan memproses transaksi di jaringan live, tetapi teknologi itu masih eksperimental dan belum diaudit keamanannya. Ben-Sasson memasang target 2027, lebih cepat dari proyeksi Ethereum 2029; ia menilai target Ethereum terlalu lambat dan tenggat kerap bergeser.

Kombinasi ini menjelaskan mengapa dukungan 93,52% penting secara politik, tetapi belum mengubah profil risiko teknis dalam waktu dekat. Dampak langsungnya lebih terasa di lapisan infrastruktur kripto daripada di pasar saham Indonesia. Exchange, kustodian, dan penyedia wallet yang melayani aset digital perlu mencermati asumsi keamanan setiap jaringan, termasuk status audit dan ketergantungan jembatan. Konteks pasar saat ini juga tidak sepenuhnya mendukung aset berisiko: IHSG berada di 5.388, USD/IDR di 18.045, Brent di $111,75, imbal hasil US Treasury 10 tahun 5,12%, dan indeks dolar broad tertimbang-dagang 121,4. Dalam 1–4 minggu ke depan,

Mengapa Ini Penting

Ini bukan sekadar voting komunitas kripto. Jika Starknet benar-benar keluar dari Ethereum, presedennya mengubah cara menilai keamanan, likuiditas, dan komposabilitas jaringan layer-2: kedaulatan teknologi menang, tetapi jaringan harus menanggung sendiri beban keamanan yang sebelumnya disubsidi Ethereum. Bagi pasar digital Indonesia, implikasinya adalah due diligence keamanan menjadi lebih rumit, bukan langsung pada harga aset.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange dan kustodian aset digital domestik menghadapi beban due diligence baru: status jaringan sebagai L2 Ethereum atau L1 independen mengubah asumsi keamanan, jembatan, dan audit teknologi yang harus diverifikasi sebelum produk ditawarkan ke nasabah.
  • Pengembang DeFi dan penyedia wallet di Starknet perlu menyiapkan roadmap ganda karena jembatan ke Ethereum tetap terbuka, tetapi ketergantungan pada jadwal upgrade Ethereum masih ada; ketidakpastian ini bisa menunda integrasi fitur baru dan menaikkan biaya kepatuhan teknis.
  • Pemain settlement institusional dan tokenisasi aset yang memakai jaringan publik akan menjadikan ketahanan kuantum sebagai kriteria pengadaan dalam 3–6 bulan ke depan, tetapi teknologi yang belum diaudit membuat adopsi cenderung menunggu, bukan langsung migrasi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: draf whitepaper November — apakah memuat arsitektur keamanan pasca-kuantum dan konsekuensi keluar dari Ethereum; ini menentukan apakah riset berlanjut ke voting mengikat.
  • Risiko yang perlu dicermati: hasil audit keamanan teknologi Quantum Hub yang masih eksperimental — tanpa audit, adopsi institusional dan kustodian akan tertahan.
  • Sinyal penting: apakah Starknet benar-benar menggelar voting mengikat dan bagaimana respons komunitas Ethereum — jika ada jaringan lain mengikuti, fragmentasi likuiditas L2 bisa meningkat.

Konteks Indonesia

Jalur dampaknya ke Indonesia berjalan melalui standar keamanan dan sentimen risiko aset digital. Exchange serta kustodian yang diawasi Bappebti/OJK perlu menjadikan ketahanan kuantum dan status audit protokol sebagai bagian dari due diligence; dalam jangka lebih panjang, preferensi infrastruktur kripto global dapat memengaruhi produk yang tersedia bagi investor ritel domestik. Efek ke pasar saham domestik terbatas dan lebih terasa pada sentimen sektor teknologi serta fintech yang terhubung ke ekosistem digital global.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.