1 AGS 2026
Spinout Rivian, Also, Mulai Kirim E-Bike Pekan Depan — Uji Pertama Eksekusi Rantai Pasok

Foto: TechCrunch — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / Spinout Rivian, Also, Mulai Kirim E-Bike Pekan Depan — Uji Pertama Eksekusi Rantai Pasok
Teknologi

Spinout Rivian, Also, Mulai Kirim E-Bike Pekan Depan — Uji Pertama Eksekusi Rantai Pasok

Tim Redaksi Feedberry ·31 Juli 2026 pukul 22.00 · Sinyal menengah · Sumber: TechCrunch ↗
4 Skor

Penundaan berulang dari startup e-bike ini menjadi barometer tekanan rantai pasok global yang masih berlanjut, dengan relevansi moderat untuk ekosistem e-mobility Indonesia yang bergantung pada komponen impor.

Urgensi
5
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
3
Analisis Startup & Pendanaan
Seri Pendanaan
Spinoff dari Rivian
Jumlah
US$105 juta
Sektor
Micromobility / kendaraan listrik
Penggunaan Dana
Pengembangan e-bike TM-B dan ekspansi ke kendaraan kargo listrik
Investor
Eclipse

Ringkasan Eksekutif

Also, perusahaan spinout dari Rivian, akhirnya akan mulai mengirimkan e-bike pertamanya, TM-B, kepada pelanggan pada pekan depan setelah berbulan-bulan mengalami penundaan akibat masalah rantai pasok yang tidak dijelaskan secara spesifik. Perusahaan mengonfirmasi kepada TechCrunch pada Jumat pekan terakhir Juli 2026 bahwa edisi Launch Edition yang dibanderol US$4.500 telah mulai dikirim dari pabrikan ke gudang mereka di Amerika Serikat. Also memperkirakan seluruh unit Launch Edition akan terkirim antara pekan depan hingga September. Kabar ini menjadi titik balik bagi startup yang lahir dari proyek internal Rivian pada 2022 dan resmi dipisahkan pada Maret 2025 dengan dukungan dana US$105 juta dari Eclipse. Perjalanan menuju pengiriman ini panjang. E-bike TM-B pertama kali diperkenalkan pada Oktober tahun lalu, dengan target pengiriman awal musim semi 2026.

Namun tekanan pada rantai pasok global—terutama lonjakan permintaan bahan baku dan komponen elektronik—memaksa perusahaan menunda jadwal pengiriman hingga Juli. Dalam pernyataan bulan Juni, Also mengakui bahwa tekanan ini memengaruhi komponen penting untuk TM-B, memperlambat rencana produksi, dan mendorong tanggal pengiriman melewati jendela musim semi. Menariknya, perusahaan menolak menyebut komponen mana yang secara spesifik menjadi penyebab keterlambatan, yang justru memicu spekulasi di kalangan pelanggan. Di luar soal produksi, kasus ini menggarisbawahi tantangan berikutnya bagi startup perangkat keras: layanan pelanggan dan komunikasi. Di forum Reddit, sejumlah pelanggan meluapkan frustrasi terhadap janji pengiriman yang terus mundur dan minimnya informasi.

Ini menjadi pelajaran penting bagi perusahaan rintisan di mana pun, termasuk di Indonesia, bahwa membangun produk hebat tidak cukup jika kepercayaan pelanggan dirusak oleh manajemen ekspektasi yang buruk. Bagi ekosistem e-mobility global, keterlambatan Also merupakan sinyal bahwa rantai pasok komponen elektronik dan material masih belum pulih sepenuhnya—sesuatu yang dapat berdampak pada perakit e-bike dan EV di negara berkembang yang mengimpor komponen.

Mengapa Ini Penting

Penundaan ini bukan sekadar masalah logistik satu startup—ia menunjukkan bahwa tekanan rantai pasok komponen elektronik dan material masih berlangsung hingga pertengahan 2026, bahkan memengaruhi perusahaan yang didukung penuh modal ventura. Bagi pelaku bisnis di Indonesia, ini adalah peringatan bahwa usaha yang bergantung pada komponen impor perlu membangun buffer stok dan skenario keterlambatan, bukan hanya mengandalkan proyeksi sempurna. Keberhasilan Also dalam mengirimkan e-bike juga menjadi indikator kepercayaan investor terhadap ekonomi kendaraan mikroelektrik, yang bisa berdampak pada arah aliran modal ke startup sejenis di Asia Tenggara.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi startup dan industri e-mobility di Indonesia, kasus ini memperkuat kebutuhan untuk melakukan hedging rantai pasok: menjalin kerja sama dengan pemasok alternatif dan merancang ulang komponen agar tidak rentan terhadap lonjakan harga bahan baku elektronik.
  • Produsen komponen atau perakit yang selama ini menunggu momentum pasar e-bike harus lebih realistis terhadap jadwal peluncuran produk; penundaan seperti ini bisa berulang, menunda arus kas dan mengganggu target penjualan.
  • Dampak jangka menengah: jika Also gagal memenuhi pengiriman tepat waktu, reputasinya bisa rusak dan rencana kemitraan dengan Amazon serta DoorDash bisa ditinjau ulang, yang pada gilirannya mengurangi kepercayaan investor pada model bisnis micromobility secara umum.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: konsistensi jadwal pengiriman TM-B antara pekan depan hingga September—setiap pengumuman mundur akan menurunkan kredibilitas Also dan memicu risiko pembatalan pesanan.
  • Risiko yang perlu dicermati: eskalasi tekanan rantai pasok global, terutama ketersediaan komponen semikonduktor dan baterai, karena dapat memengaruhi produsen e-bike dan EV lain yang beroperasi di pasar Asia, termasuk Indonesia.
  • Sinyal penting: perkembangan kemitraan Also dengan Amazon dan DoorDash—jika pengiriman e-bike sukses, peluang ekspansi ke kendaraan kargo dan autonomous akan semakin terbuka; kegagalan justru menjadi hambatan bagi startup lain di sektor serupa.

Konteks Indonesia

Meskipun artikel ini tidak menyebut Indonesia, relevansinya nyata. Indonesia adalah salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia dan sedang mendorong adopsi kendaraan listrik, sehingga ekosistem e-bike dan e-mobility lokal turut dipengaruhi oleh dinamika rantai pasok global. Tekanan pada komponen elektronik dan bahan baku yang dialami Also dapat berimbas pada produsen atau perakit e-bike di Indonesia yang mengandalkan impor; selain itu, kasus ini menjadi referensi tentang pentingnya manajemen ekspektasi pelanggan bagi startup yang meluncurkan produk baru.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.