14 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / SEC Longgarkan Kuorum, Satu Komisioner Bisa Sahkan Aturan
Forex & Crypto

SEC Longgarkan Kuorum, Satu Komisioner Bisa Sahkan Aturan

Tim Redaksi Feedberry ·13 Oktober 2026 pukul 23.51 WIB · Sinyal tinggi · Sumber: Cointelegraph ↗
4.3 Skor

Perubahan kuorum SEC memindahkan wewenang membentuk kerangka regulasi pasar kripto senilai US$3 triliun dari Kongres ke satu pejabat, sehingga arah aturan aset digital global bisa berubah cepat tanpa proses legislasi — berdampak ke bursa, penerbit token, dan sentimen risiko lintas pasar.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
Aturan final amandemen persyaratan kuorum SEC
Penerbit
Securities and Exchange Commission (SEC)
Berlaku Sejak
2 Oktober (berlaku setelah dirilis 30 September)
Perubahan Kunci
  • ·Jumlah komisioner yang dibutuhkan untuk memenuhi kuorum dikurangi menjadi satu orang dalam banyak kasus bila hanya dua komisioner hadir.
  • ·Perubahan disebut bertujuan mendorong fleksibilitas dan finalitas proses pembuatan aturan lembaga.
Pihak Terdampak
SEC dan komisionernyaCommodity Futures Trading Commission (CFTC)Bursa kripto dan penerbit tokenInvestor pasar sekuritas dan aset digitalKongres Amerika Serikat

Ringkasan Eksekutif

SEC menerbitkan aturan final pada 30 September yang mengubah syarat kuorum pengambilan keputusan, dan aturan itu mulai berlaku 2 Oktober. Perubahannya substansial: dalam banyak kasus, satu komisioner saja kini cukup untuk mengesahkan aturan formal bila hanya dua komisioner hadir. Lembaga itu menyebut langkah tersebut demi mendorong fleksibilitas dan finalitas proses pembuatan aturan. Konteksnya, SEC kini hanya menyisakan dua komisioner — Ketua Paul Atkins dan mantan Ketua Pelaksana Mark Uyeda — setelah kepergian Komisioner Hester Peirce. Kondisi di Commodity Futures Trading Commission (CFTC) lebih tipis lagi: Michael Selig menjadi satu-satunya ketua sekaligus komisioner yang dikonfirmasi Senat sejak Desember 2025. Padahal kedua lembaga dirancang memiliki lima komisioner. Perubahan kuorum ini menyusul kegagalan Kongres meloloskan rancangan undang-undang struktur pasar aset digital yang komprehensif.

Alih-alih menunggu legislasi, kedua regulator mempercepat perumusan aturan sendiri. SEC mengusulkan aturan safe harbor agar token tidak otomatis diperlakukan sebagai kontrak investasi pada Agustus, dan CFTC menyusul pada Oktober. Selig menyatakan lembaganya akan memakai kewenangan statutori yang sudah ada untuk mengatur bursa kripto, sementara Atkins menambahkan pada 2 Oktober bahwa lebih banyak proposal regulasi akan menyusul. Seluruh proses ini menyangkut pasar kripto bernilai sekitar US$3 triliun, yang kini nyaris sepenuhnya bergantung pada keputusan segelintir orang — dua di antaranya dinominasikan Presiden Donald Trump. Kritik datang cepat.

Robin Wigglesworth menulis di Financial Times pada 5 Oktober bahwa dengan hanya dua komisioner dan kemungkinan salah satunya harus mundur dari suatu perkara, satu orang kini bisa mengesahkan aturan formal yang berlaku bagi pasar sekuritas bernilai triliunan dolar. Uyeda membalas lewat op-ed di Financial Times pada Minggu, menegaskan komitmen terhadap misi lembaga tidak berubah, meski belum ada pengumuman dari Trump soal nominasi tambahan untuk mengisi kursi kosong. Yang tidak terlihat dari headline ini: konsentrasi wewenang memangkas waktu tunggu aturan, tetapi sekaligus membuat kebijakan sangat mudah dibalik. Aturan yang lahir dari satu komisioner bisa dicabut dengan cara yang sama ketika komposisi kepemimpinan berubah.

Bagi bursa dan penerbit token, kepastian jangka panjang justru lebih sulit disusun karena horizon kebijakan menyusut menjadi horizon masa jabatan pejabat. Efek lanjutannya menyentuh pihak yang tidak disebut artikel: bank kustodian, market maker, hingga perusahaan yang menyimpan kripto di neraca harus menilai ulang risiko kebijakan sebagai variabel yang bergerak cepat. Sementara itu, latar pasar sedang tidak mendukung aset berisiko. IHSG berada di 5.926 setelah terkoreksi 2,75%, USD/IDR di 17.925, Brent di US$106,01, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun di 5,22%, dan VIX di 14,84 yang menandakan volatilitas terkendali namun yield tinggi menahan selera risiko.

Mengapa Ini Penting

Untuk pertama kalinya dalam praktik, kerangka regulasi aset digital terbesar di dunia bisa ditentukan oleh satu orang, bukan hasil negosiasi lima komisioner dan bukan pula produk legislasi Kongres. Ini mengubah sifat risiko kebijakan kripto: dari risiko legislatif yang lambat dan dapat diprediksi, menjadi risiko administratif yang cepat berubah dan bergantung pada siapa yang duduk di kursi komisioner. Pihak yang diuntungkan adalah pelaku industri yang mendorong aturan ramah kripto, karena jalur regulasi kini jauh lebih pendek daripada jalur parlemen. Pihak yang dirugikan adalah investor yang mengandalkan stabilitas aturan lintas siklus politik, serta pelaku pasar yang harus menyusun strategi kepatuhan multi-tahun di atas fondasi yang bisa dibongkar dalam hitungan bulan.

Dampak ke Bisnis

  • Bursa aset digital dan penerbit token memperoleh jalur kepastian yang lebih cepat melalui aturan lembaga, bukan undang-undang. Namun kepastian itu bersifat sementara — aturan yang disahkan dengan kuorum satu komisioner punya risiko dibalik lebih besar ketika komposisi kepemimpinan berganti, sehingga biaya kepatuhan jangka panjang justru naik karena skenario regulasi harus disusun dalam beberapa versi sekaligus.
  • Efek berantai menyentuh pemain yang tidak disebut artikel: bank kustodian, penyedia layanan tokenisasi sekuritas, dan market maker yang mulai menjembatani pasar tradisional dengan infrastruktur aset digital. Mereka membutuhkan kepastian yurisdiksi dan perlakuan akuntansi yang stabil sebelum menambah eksposur, dan ketidakpastian soal siapa yang berwenang mengesahkan aturan menunda keputusan investasi tersebut.
  • Dampak yang baru terasa dalam 3-6 bulan ke depan adalah pergeseran beban pengawasan dari level federal ke level negara bagian. Ketika regulator federal bergerak cepat dan terbelah, negara bagian cenderung mengisi ruang kosong dengan aturan pajak dan perlindungan konsumen sendiri, menciptakan mosaik kepatuhan yang mahal bagi pelaku pasar yang beroperasi lintas yurisdiksi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pengumuman nominasi komisioner tambahan SEC dan CFTC oleh Gedung Putih dalam 1-4 minggu ke depan — masuknya komisioner baru akan mengubah aritmetika kuorum dan meredam risiko keputusan yang didominasi satu orang.
  • Risiko yang perlu dicermati: gugatan hukum terhadap aturan yang disahkan dengan kuorum tipis — jika pengadilan menunda keberlakuan aturan, kerangka kepatuhan bursa global kembali kosong dan pelaku pasar Indonesia yang merujuk standar AS kehilangan acuan.
  • Sinyal penting: kelanjutan proposal safe harbor SEC dari usulan menjadi aturan final, serta perumusan aturan bursa oleh CFTC — keduanya menjadi penanda apakah jalur regulasi substitusi legislasi ini benar-benar berjalan atau berhenti di tahap proposal.

Konteks Indonesia

Jalur transmisi ke Indonesia berjalan lewat selera risiko global dan kerangka kepatuhan aset digital domestik. Pasar kripto ritel Indonesia aktif, sehingga perubahan aturan di Amerika Serikat memengaruhi standar kepatuhan yang dirujuk bursa aset digital dalam negeri serta biaya integrasi dengan platform global. Ketika regulator AS bergerak cepat dan tidak terbelah, bursa lokal menghadapi pilihan menyesuaikan diri lebih awal atau kehilangan daya saing menarik likuiditas institusional. Sebaliknya, jika aturan AS berbalik arah saat komposisi kepemimpinan berganti, pengawas di Indonesia — yang kini menangani aset digital dalam masa transisi kelembagaan — punya alasan untuk lebih berhati-hati sebelum menyamakan standar. Efek ke pasar saham domestik bersifat tidak langsung, melalui sentimen risk-on/risk-off yang biasanya menular ke saham teknologi dan pertumbuhan di IHSG. Dengan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun di 5,22% dan USD/IDR di 17.925, ruang bagi aset berisiko di pasar berkembang tetap terbatas, sehingga arus modal ke instrumen berisiko tinggi cenderung selektif.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.