Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.
Riset: Larangan Total Insider Trading Bisa Rusak Akurasi Prediction Market
Penelitian ini menawarkan kerangka kebijakan yang bisa diadopsi regulator Indonesia di tengah tekanan global terhadap prediction market.
Ringkasan Eksekutif
Penelitian terbaru dari Stevens Institute of Technology mengungkap paradoks dalam penegakan insider trading di prediction market. Asisten profesor keuangan Balbinder Singh Gill mengembangkan model ekonomi formal yang menunjukkan bahwa larangan total justru dapat merusak akurasi harga dalam jangka panjang. Inti paradoksnya: insider trade yang meningkatkan akurasi harga hari ini bisa mengurangi partisipasi yang membuat harga informatif besok. Akurasi harga berbentuk hump-shaped terhadap intensitas penegakan — terlalu longgar membuat insider mendominasi dan menekan partisipasi, sementara terlalu ketat menghilangkan kontribusi informatif dari insider yang sah. Gill menyimpulkan bahwa penegakan optimal berada di tengah, bukan laissez-faire dan bukan larangan total. Gill mengusulkan penegakan yang dikalibrasi berdasarkan sumber informasi.
Informasi hasil riset sendiri — di mana trader bekerja keras untuk belajar sesuatu — seharusnya mendapat penegakan paling rendah atau tidak sama sekali, karena penindakan di level ini justru menghambat produksi informasi yang berharga. Informasi yang disalahgunakan, seperti data bocor atau informasi rahasia, memerlukan penegakan lebih tinggi. Sementara kasus di mana insider bisa memengaruhi hasil — misalnya kandidat politik yang bertaruh pada kampanyenya sendiri — harus mendapat penegakan terberat karena posisi mereka mengundang manipulasi. Pendekatan bertingkat ini dinilai memberikan keseimbangan optimal antara akurasi harga dan partisipasi pasar. Penelitian ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan regulasi global terhadap prediction market.
Di Amerika Serikat, CFTC telah memperingatkan pelaku insider trading, dan pada Mei lalu anggota DPR AS meluncurkan penyelidikan terhadap Kalshi dan Polymarket atas dugaan insider trading. Platform Kalshi sendiri baru-baru ini menerapkan aturan pengungkapan pekerjaan dan meluncurkan portal whistleblower sebagai respons terhadap tekanan tersebut. Sementara itu, Indonesia telah memblokir Polymarket pada 25 Mei 2026 dengan alasan kekhawatiran terhadap taruhan politik yang mengancam stabilitas.
Langkah ini menunjukkan bahwa regulator domestik mengambil sikap tegas, namun masih mencari kerangka kebijakan yang tepat.
Mengapa Ini Penting
Penelitian ini penting karena menawarkan jalan tengah di tengah polarisasi regulasi global. Jika diadopsi, regulator Indonesia bisa menghindari dua ekstrem: pasar yang tidak terkendali atau larangan total yang mematikan inovasi. Bagi platform prediction market lokal, keputusan Bappebti dan OJK ke depan akan menentukan apakah mereka bisa beroperasi dengan kerangka yang jelas atau justru menghadapi risiko pemblokiran lebih luas.
Dampak ke Bisnis
- Bappebti dan OJK memiliki dasar akademis untuk merancang kebijakan yang membedakan jenis insider information. Ini bisa mempercepat penyusunan aturan spesifik untuk prediction market di Indonesia, yang saat ini masih dalam tahap awal.
- Platform prediction market seperti exchange kripto lokal yang menawarkan produk taruhan berbasis peristiwa harus bersiap menghadapi pengawasan lebih ketat. Jika tidak ada kejelasan regulasi, mereka berisiko diblokir seperti Polymarket.
- Investor ritel di Indonesia yang menggunakan prediction market global melalui VPN kini menghadapi risiko hukum lebih besar. Fragmentasi regulasi antara negara dapat membuat akses menjadi tidak pasti dan biaya kepatuhan meningkat.
Yang Perlu Dipantau
- Yang perlu dipantau: respons resmi Bappebti dan OJK dalam 2–4 minggu ke depan — apakah akan mengeluarkan aturan baru atau memperluas daftar platform yang diblokir.
- Risiko yang perlu dicermati: keputusan Mahkamah Agung AS mengenai yurisdiksi prediction market — jika memperkuat yurisdiksi federal, tekanan terhadap Indonesia untuk mempertahankan blokade bisa berkurang; sebaliknya jika diklasifikasikan sebagai judi, dorongan pengetatan di Indonesia akan semakin kuat.
- Sinyal penting: perkembangan sidang Kongres AS tentang insider trading di prediction market dan respons platform seperti Kalshi terhadap penyelidikan — ini akan menjadi preseden bagi regulator di negara lain termasuk Indonesia.
Konteks Indonesia
Penelitian ini relevan bagi Indonesia yang telah memblokir Polymarket pada 25 Mei 2026. Temuan Gill memberikan kerangka bagi regulator Indonesia (Bappebti, OJK) untuk menentukan tingkat penegakan yang optimal, membedakan antara insider information dari riset sendiri, informasi bocor, dan potensi manipulasi. Jika diadopsi, Indonesia bisa menghindari pendekatan satu ukuran untuk semua yang berisiko menghambat inovasi atau membiarkan penyalahgunaan.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.