3 SEP 2026
Riset Hakuhodo: Konsumen 40+ Indonesia Pasar Potensial — 38,2% Populasi, 73,3% Habiskan Uang untuk Diri Sendiri

Foto: Detik Finance — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Korporasi / Riset Hakuhodo: Konsumen 40+ Indonesia Pasar Potensial — 38,2% Populasi, 73,3% Habiskan Uang untuk Diri Sendiri
Korporasi

Riset Hakuhodo: Konsumen 40+ Indonesia Pasar Potensial — 38,2% Populasi, 73,3% Habiskan Uang untuk Diri Sendiri

Tim Redaksi Feedberry ·3 September 2026 pukul 11.34 · Sinyal menengah · Sumber: Detik Finance ↗
6.3 Skor

Pergeseran demografis signifikan — segmen usia di atas 40 tahun mencapai 38,2% populasi Indonesia dengan daya beli dan kemauan membelanjakan uang tinggi; riset pemasaran Hakuhodo menyoroti peluang pasar yang belum tergarap maksimal oleh brand.

Urgensi
5
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Riset Hakuhodo mengidentifikasi kelompok usia di atas 40 tahun — mencakup Milenial tua, Gen X, hingga Baby Boomer — sebagai basis konsumen potensial yang selama ini kurang mendapat perhatian merek. Disebut sebagai Prime Generation, segmen ini mencakup 38,2% populasi Indonesia menurut data BPS. Keunggulannya bukan sekadar usia matang, melainkan kejelasan tujuan hidup, kepercayaan diri, dan pengaruh yang cenderung justru meningkat di masa puncak kehidupan. Data survei Hakuhodo menunjukkan Temuan utama yang memperkuat daya tarik pasar tersebut: 47,1% responden di atas 40 tahun ingin mengalami lebih banyak hal dalam hidup, dan 73% ingin tetap aktif secara fisik maupun mental.

Pola konsumsi kontemporer juga mengarah pada kebutuhan personal — sebanyak 73,3% pernah melakukan pembelian mewah (ataupun pembelian dengan nilai cukup besar demi diri sendiri) dan 57% sudah terbiasa berbelanja online. Pergeseran perspektif ini menjadi inti perubahan budaya konsumen Indonesia: kelompok usia matang cenderung mulai menggeser belanja dari orientasi keluarga ke arah kepuasan diri sendiri. Fakta lain yang tidak terlihat dari headline adalah aspek yang lebih membumi: generasi di atas 40 tahun umumnya berada di puncak pendapatan, dengan rekening tabungan lebih tebal, dan sedang beradaptasi dengan e-commerce. Mereka adalah 'penyintas ekonomi periode transformasi digital' — pernah hidup dengan telepon kabel, kemudian pindah ke ponsel pintar dan belanja daring.

Justru karena itu, pasar ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dari pemasaran gencar ke Generasi Z yang lebih dahulu dieksplorasi. Hakuhodo juga menegaskan kelompok ini tidak lagi hanya dipandang dari sisi usia tetapi dari sisi psikografis: kematangan finansial, manajemen waktu, dan keinginan mengaktualisasikan diri. Bagi kalangan bisnis, peluang yang muncul bukan hanya di sektor produk premium, melainkan juga di layanan kesehatan preventif, wellness, perjalanan wisata experience, hingga layanan keuangan pensiun dan asuransi jiwa. Perusahaan yang bergerak cepat memahami segmen ini dapat memperoleh keunggulan penggerak pertama sebelum kompetisi membanjiri persepsi pasar. Data dari riset Hakuhodo membuka ruang kreasi brand positioning yang sebelumnya tidak tereksplorasi dalam kanvas pemasaran Indonesia — bahwa kelompok usia matang punya keinginan diberi ruang mengeksplorasi diri.

Mengapa Ini Penting

Temuan ini penting karena menggeser paradigma pemasaran yang selama ini terobsesi pada konsumen muda. Dengan 38,2% populasi, kelompok usia di atas 40 tahun menyimpan daya beli yang lebih stabil dan cenderung lebih loyal terhadap merek yang memahami konteks hidup mereka. Bagi dunia usaha, segmen ini adalah peluang pertumbuhan yang belum digarap maksimal di tengah persaingan pasar yang semakin jenuh.

Dampak ke Bisnis

  • Sektor barang konsumsi dan ritel perlu meninjau ulang strategi lini produk: selain produk anti-aging atau kesehatan, ada ruang untuk gaya hidup aktif, perjalanan, dan pengalaman premium yang dirancang untuk segmen matang namun modern.
  • Platform e-commerce dan layanan digital — yang telah digunakan 57% responden — perlu menyusun tawaran yang lebih ramah terhadap preferensi kelompok ini, termasuk kemudahan transaksi dan kejelasan informasi produk.
  • Dalam 3-6 bulan ke depan, merek yang terlambat merespons pergeseran psikografis konsumen 40+ berisiko kehilangan pangsa pasar kepada kompetitor yang mampu membangun koneksi emosional lebih awal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perilaku kategori produk yang menyasar segmen usia matang — apakah ada peningkatan penjualan di produk wellness, perjalanan wisata, dan asuransi dalam beberapa bulan mendatang.
  • Tindakan yang perlu diamati: strategi brand dari pemain besar di sektor ritel, kecantikan, dan jasa keuangan yang mulai merancang kampanye khusus untuk kelompok usia di atas 40 tahun.
  • Sinyal penting: munculnya riset lanjutan dari lembaga pemasaran lain atau data transaksi e-commerce yang mengkonfirmasi peningkatan belanja kelompok usia 40+ sebagai tren berkelanjutan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.