8 JUN 2026
Realized Loss Bitcoin Masih di Bawah 2022 — Ancaman 'Purge' Baru Mengintai

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Realized Loss Bitcoin Masih di Bawah 2022 — Ancaman 'Purge' Baru Mengintai
Forex & Crypto

Realized Loss Bitcoin Masih di Bawah 2022 — Ancaman 'Purge' Baru Mengintai

Tim Redaksi Feedberry ·7 Juni 2026 pukul 14.29 · Sumber: Cointelegraph ↗
6.7 Skor

Realized loss Bitcoin yang belum mencapai rekor 2022 mengindikasikan potensi tekanan jual lanjutan, memperkuat sentimen risk-off global yang berdampak ke outflow Indonesia dan ekspektasi pasar kripto ritel.

Urgensi
7
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Bitcoin masih berada dalam tekanan bear market dengan total realized loss mencapai sekitar $174 miliar sejak puncak Oktober, masih $37 miliar di bawah rekor $211 miliar pada 2022. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa meskipun kapitalisasi pasar Bitcoin lebih tinggi dalam dolar AS, kerugian yang direalisasikan investor belum melampaui level siklus sebelumnya. Analis Darkfost memperingatkan bahwa pasar bisa mengalami 'purge' lebih lanjut jika pola historis terulang, di mana babak capitulation yang lebih dalam diperlukan sebelum bottom terbentuk. Artinya, periode bearish bisa berlanjut beberapa bulan lagi hingga realized loss melewati angka 2022. Tekanan ini diperkuat oleh berbagai faktor eksternal yang tumpang tindih. Rotasi modal dari kripto ke saham AI dan antisipasi IPO raksasa seperti SpaceX, OpenAI, dan Anthropic menyerap likuiditas institusional.

Aksi jual 32 BTC oleh Strategy (MSTR) untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun mengguncang kepercayaan terhadap narasi pembeli permanen. Kekhawatiran terhadap kemampuan quantum computing menyerang kriptografi, serta sanksi AS terhadap bursa kripto Iran yang disertai klaim penyitaan aset $1 miliar, semakin memperlemah sentimen. Likuidasi posisi leveraged mencapai $7 miliar dengan $5,7 miliar dari posisi long, sementara outflow dari ETF Bitcoin spot AS mencapai $5,1 miliar dalam 15 hari berturut-turut — terpanjang dalam sejarah. Di sisi teknis, kondisi oversold sudah ekstrem. RSI harian Bitcoin menyentuh 15,5 — level terendah sejak Maret 2020 yang saat itu diikuti reli 50%. Rasio laba/rugi pemegang jangka pendek jatuh ke titik terendah sepanjang masa.

Funding rate futures negatif 2% menandakan dominasi posisi short, menciptakan potensi short squeeze senilai $2,6 miliar di zona $63.000–$66.000. Namun, potensi rebound ini tertahan oleh arus keluar institusional yang masih masif dan ketidakpastian makro: The Fed menahan suku bunga di 3,63% dengan ekspektasi pemotongan yang memudar. Bagi Indonesia, tekanan ini memiliki dampak berantai. Sentimen risk-off global biasanya memicu capital outflow dari IHSG dan SBN. Rupiah yang sudah berada di level terlemah dalam setahun (Rp18.035 per dolar AS) akan semakin tertekan, membebani perusahaan dengan utang dolar, khususnya sektor properti dan infrastruktur. Investor ritel kripto Indonesia yang aktif di platform seperti Reku, Tokocrypto, dan Pintu menghadapi kerugian portofolio signifikan, dan volume transaksi di bursa lokal berpotensi turun drastis.

Bank Indonesia memiliki ruang intervensi terbatas di tengah tekanan eksternal tinggi.

Mengapa Ini Penting

Artikel ini penting karena mengindikasikan bahwa bear market Bitcoin belum berakhir, dengan potensi tekanan jual lebih dalam yang bisa memperpanjang sentimen risk-off global. Bagi Indonesia, ini berarti arus keluar modal asing dari IHSG dan SBN bisa berlanjut, rupiah semakin tertekan, dan sektor-sektor yang bergantung pada likuiditas global (seperti properti, infrastruktur, dan kripto lokal) menghadapi risiko tambahan. Lebih dari sekadar pergerakan harga kripto, ini adalah sinyal tentang selera risiko investor institusi yang berdampak langsung pada pasar keuangan Indonesia.

Dampak ke Bisnis

  • Outflow dari ETF Bitcoin spot AS yang mencapai $5,1 miliar dalam 15 hari berturut-turut menandakan pelepasan posisi institusional secara masif. Ini biasanya diikuti aksi jual serupa di aset berisiko emerging market, termasuk saham-saham kapitalisasi besar di IHSG yang banyak dimiliki asing seperti BBCA, TLKM, dan ASII.
  • Perusahaan Indonesia dengan utang dalam denominasi dolar AS — terutama di sektor properti dan infrastruktur — akan merasakan tekanan langsung dari pelemahan rupiah. Beban pembayaran bunga dan pokok membengkak, sementara potensi pendapatan dalam rupiah tidak bertambah secara proporsional.
  • Investor ritel kripto Indonesia yang sangat aktif di platform lokal menghadapi kerugian portofolio signifikan. Volume perdagangan di bursa kripto lokal berpotensi turun drastis, mengikuti pola historis setiap kali Bitcoin terkoreksi dalam. Hal ini juga berdampak pada pendapatan exchange lokal seperti Reku, Tokocrypto, dan Pintu.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: kemampuan Bitcoin bertahan di atas level $60.000 — jika jebol secara harian, sentimen risk-off global dapat semakin dalam dan memicu outflow lebih besar dari pasar Indonesia.
  • Risiko yang perlu dicermati: arus keluar ETF Bitcoin spot AS — jika outflow terus berlanjut, tekanan jual bisa berkepanjangan dan memperpanjang periode risk-off; sebaliknya, jika inflow mulai kembali, potensi short squeeze sebesar $2,6 miliar bisa terpicu.
  • Sinyal penting: data inflasi AS dan respons The Fed — sikap hawkish atau dovish akan menjadi katalis utama yang menentukan arah suku bunga dan selera risiko global, yang pada akhirnya memengaruhi arus modal ke Indonesia dan nilai tukar rupiah.

Konteks Indonesia

Tekanan di pasar kripto global memperkuat sentimen risk-off yang dapat memicu capital outflow dari IHSG dan SBN. Rupiah yang berada di level terlemah dalam setahun (Rp18.035 per dolar AS) semakin rentan terhadap tekanan eksternal. Investor ritel kripto Indonesia di platform lokal seperti Reku, Tokocrypto, dan Pintu menghadapi kerugian portofolio dan potensi penurunan volume transaksi. Perusahaan dengan utang dolar AS, terutama properti dan infrastruktur, akan merasakan beban tambahan dari depresiasi rupiah.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.