8 JUL 2026
Purbaya Dorong Substitusi Impor Gelatin Halal – Peluang bagi Industri Lokal

Foto: CNBC Indonesia — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / UMKM / Purbaya Dorong Substitusi Impor Gelatin Halal – Peluang bagi Industri Lokal
UMKM

Purbaya Dorong Substitusi Impor Gelatin Halal – Peluang bagi Industri Lokal

Tim Redaksi Feedberry ·8 Juli 2026 pukul 12.05 · Sinyal menengah · Sumber: CNBC Indonesia ↗
5.7 Skor

Pernyataan Menteri Keuangan membuka celah kebijakan substitusi impor di sektor halal, berdampak pada rantai pasok industri dan UMKM, meski masih perlu kajian lebih lanjut.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong produksi gelatin halal dalam negeri sebagai substitusi impor yang mencapai ratusan ton per tahun. Dalam kunjungannya ke D-8 Halal Expo Indonesia 2026, ia menyatakan bahwa gelatin impor seringkali kehalalannya tidak jelas, sehingga langkah ini dapat memperkuat jaminan halal sekaligus menekan ketergantungan pada pasokan luar negeri. Purbaya menekankan perlunya kajian lebih mendalam mengenai kapasitas produksi nasional sebelum kebijakan ini dapat direalisasikan secara penuh. Dorongan ini muncul di tengah meningkatnya kesadaran konsumen dan industri akan pentingnya sertifikasi halal, tidak hanya pada produk konsumsi tetapi juga bahan baku farmasi dan makanan. Gelatin merupakan salah satu komoditas impor strategis yang digunakan secara luas, dan selama ini Indonesia sangat bergantung pada pasokan dari negara-negara produsen utama.

Namun, kapasitas produksi dalam negeri masih terbatas, baik dari sisi volume maupun standar mutu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan industri hilir. Purbaya juga menyoroti potensi usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis halal yang dapat didorong untuk tumbuh lebih cepat melalui inisiatif semacam ini. Jika berhasil direalisasikan, substitusi impor gelatin halal akan berdampak pada beberapa sektor sekaligus. Pertama, industri pengolahan dalam negeri, khususnya produsen gelatin, akan mendapat dorongan investasi dan peningkatan kapasitas. Kedua, importir dan distributor gelatin harus menyesuaikan rantai pasok mereka, baik dengan mencari mitra lokal maupun berinvestasi dalam produksi dalam negeri. Ketiga, konsumen dan pelaku industri makanan-minuman serta farmasi akan mendapatkan pasokan yang lebih terjamin kehalalannya, sekaligus berpotensi mengurangi biaya logistik dan volatilitas harga akibat fluktuasi kurs.

Namun, tantangan utama terletak pada kesiapan teknologi, biaya produksi yang mungkin lebih tinggi daripada impor, serta kebutuhan akan infrastruktur sertifikasi halal yang kredibel.

Mengapa Ini Penting

Pernyataan Menteri Keuangan ini membuka peluang kebijakan substitusi impor yang selama ini belum menjadi prioritas di sektor halal. Jika diimplementasikan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor gelatin yang nilainya mencapai ratusan ton per tahun, sekaligus memperkuat posisi sebagai pusat produksi halal global. Ini juga menjadi sinyal bagi investor dan pelaku industri bahwa pemerintah mulai serius mendorong hilirisasi di sektor halal, yang selama ini lebih banyak didominasi oleh produk konsumsi akhir.

Dampak ke Bisnis

  • Produsen gelatin dalam negeri dan UKM berbasis halal akan mendapatkan peluang ekspansi dan investasi baru, terutama jika pemerintah memberikan insentif fiskal atau kemudahan perizinan.
  • Importir dan distributor gelatin harus menyesuaikan rantai pasok, baik dengan bermitra dengan produsen lokal maupun berinvestasi dalam produksi dalam negeri, yang berpotensi mengubah struktur pasar.
  • Industri pengguna gelatin (farmasi, makanan-minuman) akan mendapatkan pasokan yang lebih terjamin kehalalannya dan berpotensi lebih stabil dari sisi harga, meskipun dalam jangka pendek mungkin menghadapi penyesuaian biaya.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: hasil kajian kapasitas produksi gelatin nasional oleh Kemenkeu dan kementerian teknis – seberapa besar potensi substitusi impor dan kendala teknis yang dihadapi.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika kapasitas produksi dalam negeri tidak mencukupi atau biaya produksi lebih tinggi dari impor, maka substitusi justru dapat meningkatkan biaya bagi industri hilir.
  • Sinyal penting: respons dari asosiasi produsen gelatin dan pelaku UKM halal – dukungan atau keberatan mereka akan menentukan kecepatan implementasi kebijakan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.