5 NOV 2026
← Kembali
Beranda / Kebijakan / PSEL Palembang Desember 2026, Listrik 17,7 MW ke PLN
Kebijakan

PSEL Palembang Desember 2026, Listrik 17,7 MW ke PLN

Tim Redaksi Feedberry ·5 November 2026 pukul 14.46 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Detik Finance ↗
5 Skor

Proyek lokal dengan kapasitas 17,7–20 MW dan nilai US$160 juta; dampak langsung terbatas, tetapi menjadi uji model BOO waste-to-energy yang bisa direplikasi.

Urgensi
4
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

PSEL Palembang memasuki tahap uji coba operasional dan ditargetkan beroperasi Desember 2026. Hingga Oktober 2026, pembangunan fisik mencapai 96 persen. Fasilitas di Kertapati ini dibangun dengan skema Build Own Operate di atas lahan 8 hektare, mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dari timbulan Kota Palembang sekitar 1.260,956 ton per hari. Kapasitas pembangkitan dirancang 17,7 MW, berpotensi naik ke 18,6 MW dan hingga 20 MW pada kondisi puncak. Listriknya diklaim mampu memenuhi kebutuhan sekitar 12.000–14.000 rumah tangga, dengan nilai investasi sekitar US$160 juta atau hampir Rp3 triliun, serta potensi menyerap 600–1.000 tenaga kerja termasuk di sektor hulu. Yang tidak terlihat dari headline ini: nilai proyek bukan hanya pada 12.000–14.000 rumah tangga.

Ini adalah uji coba model pembiayaan BOO untuk infrastruktur sampah kota. Dengan BOO, beban belanja modal utama bergeser ke operator, sementara kelayakan proyek bergantung pada pasokan sampah dan offtake listrik. Model itu bisa menjadi cetak biru bagi kota lain yang menghadapi keterbatasan TPA, tetapi fasilitas hanya mengolah 1.000 ton dari sekitar 1.260,956 ton sampah harian, sehingga residu tetap membutuhkan pengelolaan. Kapasitas naik ke 18,6–20 MW juga tidak otomatis terjadi; itu bergantung pada kualitas dan volume sampah, serta kesiapan jaringan PLN. Listrik yang sudah masuk ke jaringan PLN saat commissioning menjadi sinyal awal bahwa koneksi teknis berjalan, tetapi operasi komersial penuh tetap menuntut keandalan pasokan sampah harian.

Dampak langsung terasa di Palembang: pengurangan beban sampah yang dikirim ke TPA, tambahan pasokan listrik ke jaringan PLN, dan penyerapan tenaga kerja lokal. Rantai pasok ikut bergerak—kontraktor EPC, penyedia alat berat, perusahaan pengangkut sampah, dan penyedia jasa operasi dan pemeliharaan. Namun ada pihak yang jarang disebut: jaringan pemulung dan pendaur ulang informal. Jika 1.000 ton sampah per hari dialihkan ke fasilitas, aliran material yang biasa mereka sortir berubah. Dampak sosial ini perlu dikelola agar transisi pengelolaan sampah tidak memindahkan masalah ke kelompok paling rentan. Dari sisi fiskal, BOO mengurangi kebutuhan belanja modal awal pemerintah, tetapi tidak menghapus kewajiban publik untuk memastikan pasokan sampah dan keberlanjutan operasi.

Mengapa Ini Penting

Ini bukan sekadar proyek listrik lokal, melainkan uji model pembiayaan BOO untuk sampah kota. Jika berhasil, kota lain bisa mengalihkan beban TPA ke operator swasta tanpa belanja modal awal, tetapi dengan komitmen pasokan sampah jangka panjang. Kegagalan operasional akan menahan minat investor pada proyek waste-to-energy berikutnya.

Dampak ke Bisnis

  • Kontraktor EPC, penyedia alat berat, dan perusahaan pengangkut sampah di Palembang berada di jalur pekerjaan dari commissioning hingga operasi; nilai kontrak dan jangka waktunya menjadi faktor penentu pendapatan mereka.
  • PLN menerima tambahan pasokan 17,7 MW yang berpotensi naik ke 18,6–20 MW; bagi sistem kelistrikan Sumatra Selatan, ini menambah pasokan dan memperkaya bauran pembangkit.
  • Jaringan pemulung dan pendaur ulang informal berpotensi terdampak karena 1.000 ton sampah per hari dialihkan ke fasilitas; perubahan aliran material ini perlu diantisipasi pemerintah kota.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: realisasi operasi komersial Desember 2026 — jika commissioning molor, target pasokan listrik dan penyerapan tenaga kerja bergeser.
  • Risiko yang perlu dicermati: volume sampah harian yang masuk ke fasilitas — di bawah 1.000 ton per hari akan menekan utilisasi dan kelayakan operasi.
  • Sinyal penting: kapasitas pembangkitan aktual — apakah tercapai 17,7 MW, 18,6 MW, atau 20 MW pada kondisi puncak; ini menentukan kontribusi riil ke jaringan PLN.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.