16 JUN 2026
Proyek KA Makassar-Parepare Tak Mangkrak – Pengadaan Tanah Jalan

Foto: Katadata — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Kebijakan / Proyek KA Makassar-Parepare Tak Mangkrak – Pengadaan Tanah Jalan
Kebijakan

Proyek KA Makassar-Parepare Tak Mangkrak – Pengadaan Tanah Jalan

Tim Redaksi Feedberry ·15 Juni 2026 pukul 13.23 · Sinyal menengah · Sumber: Katadata ↗
6 Skor

Klarifikasi status proyek PSN penting untuk menjaga kepercayaan investor infrastruktur, namun bukan kejutan mendadak; dampak luas ke sektor konstruksi, daerah, dan fiskal.

Urgensi
5
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
7
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
PSN Kereta Api Makassar-Parepare
Penerbit
Pemerintah Indonesia (LMAN, Kemenkeu, Kemenhub)
Perubahan Kunci
  • ·Pemerintah membantah proyek mangkrak; mengonfirmasi proses pengadaan tanah masih berjalan di tiga wilayah.
  • ·Fokus pengerjaan saat ini pada ruas Maros-Makassar-Pangkep dan overpass Tonasa.
Pihak Terdampak
Kontraktor dan pemasok material infrastrukturInvestor proyek strategis nasional (PSN)Pemerintah daerah Sulawesi Selatan dan masyarakat penggunaPerbankan dan lembaga pembiayaan infrastruktur

Ringkasan Eksekutif

Pemerintah melalui Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, membantah bahwa proyek kereta api Makassar-Parepare mangkrak. Proyek strategis nasional (PSN) pertama di Pulau Sulawesi ini masih berjalan, dengan realisasi pendanaan pengadaan tanah mencapai Rp1,3 triliun. Saat ini, fokus pengerjaan berada pada ruas Maros-Makassar-Pangkep dan pembangunan overpass Tonasa. Klarifikasi ini disampaikan dalam rapat bersama Komisi XI DPR pada Senin (15/6) menanggapi pertanyaan anggota dewan mengenai perkembangan proyek. Meskipun demikian, progres di lapangan masih menghadapi tantangan pada proses pengadaan tanah yang berbeda di tiap wilayah. Di Makassar, proses masih berupa inventarisasi dan identifikasi bidang tanah terdampak. Di Maros, pengadaan tanah telah memasuki tahap pengajuan konsinyasi di pengadilan.

Sementara di Pangkep, masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan oleh Kementerian Perhubungan dan penetapan lokasi oleh pemerintah daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelesaian proyek sangat bergantung pada koordinasi lintas kementerian dan pemda. Dampak dari klarifikasi ini cukup signifikan bagi pelaku usaha di sektor konstruksi dan infrastruktur. Pernyataan resmi memberikan kepastian sementara bahwa proyek tidak dihentikan, sehingga kontraktor dan pemasok material dapat melanjutkan rencana kerja. Namun, tekanan fiskal yang melatarbelakangi APBN 2026 membuat realisasi belanja modal pemerintah harus dicermati. Proyek ini menggunakan skema APBN dan KPBU, sehingga risiko pembiayaan menjadi perhatian. Jika pemerintah harus memangkas belanja di tengah defisit yang melebar, realisasi proyek bisa tertunda. Sebaliknya, jika berjalan sesuai rencana, akan mendorong aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan dan menyerap tenaga kerja.

Dalam 1-4 minggu ke depan, yang perlu diperhatikan adalah perkembangan pengadaan tanah di Maros dan Pangkep — jika tahap konsinyasi dan perencanaan selesai, konstruksi ruas lanjutan bisa dipercepat. Sinyal dari pembahasan APBN-P 2026 terkait alokasi infrastruktur juga krusial. Risiko yang perlu dicermati adalah potensi pemotongan anggaran infrastruktur akibat prioritas belanja lain. Investor dan kontraktor perlu memantau jadwal konstruksi resmi dari Kementerian Perhubungan dan LMAN. Kejelasan status proyek ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah terhadap pembangunan konektivitas di luar Jawa di tengah keterbatasan fiskal.

Mengapa Ini Penting

Proyek kereta api Makassar-Parepare adalah simbol komitmen pemerintah terhadap infrastruktur di luar Jawa. Klarifikasi bahwa proyek tidak mangkrak penting untuk menjaga kepercayaan investor dan kontraktor — jika proyek terhambat, bisa menurunkan minat investasi infrastruktur dan memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. Di sisi lain, tekanan fiskal yang melatarbelakangi APBN membuat setiap proyek PSN harus bersaing dengan belanja prioritas lain seperti subsidi energi dan bansos.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi kontraktor dan pemasok material: kepastian proyek mempengaruhi aliran kas dan rencana ekspansi. Jika pengadaan tanah rampung, kontraktor bisa segera memulai konstruksi ruas lanjutan, mendorong permintaan semen, baja, dan alat berat.
  • Bagi pemerintah daerah Sulawesi Selatan: proyek ini diharapkan meningkatkan konektivitas antarkota, menurunkan biaya logistik, dan membuka akses pariwisata. Kelancaran proyek akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pendapatan asli daerah.
  • Bagi investor infrastruktur dan perbankan: sinyal bahwa proyek PSN tetap prioritas meskipun ada tekanan fiskal dapat memperkuat minat pada pembiayaan proyek KPBU. Namun, risiko penundaan tetap ada jika APBN-P memangkas belanja modal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perkembangan pengadaan tanah di Maros dan Pangkep — jika tahap konsinyasi dan perencanaan selesai dalam 2-3 bulan ke depan, konstruksi ruas lanjutan bisa segera dimulai.
  • Risiko yang perlu dicermati: pemotongan anggaran infrastruktur di APBN-P 2026 akibat tekanan defisit — hal ini dapat menunda realisasi belanja modal untuk proyek ini, terutama yang bersumber dari APBN murni.
  • Sinyal penting: pernyataan resmi dari Kementerian Perhubungan atau LMAN mengenai jadwal konstruksi dan target penyelesaian — jika ada milestone baru, akan menjadi katalis positif bagi sektor konstruksi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.