16 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Teknologi / Primark Masuk Pengiriman Rumah — Tekanan Shein pada Ritel
Teknologi

Primark Masuk Pengiriman Rumah — Tekanan Shein pada Ritel

Tim Redaksi Feedberry ·16 Oktober 2026 pukul 06.16 WIB · Sinyal menengah · Sumber: BBC Business ↗
4 Skor

Langkah Primark menandai pergeseran struktural ritel fesyen global dari toko fisik ke kanal daring, namun jalur dampaknya ke Indonesia bersifat tidak langsung melalui persaingan ritel dan rantai pasok tekstil.

Urgensi
3
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Primark akhirnya bersiap masuk ke kanal penjualan daring. Peritel fesyen murah asal Inggris itu mengumumkan rencana meluncurkan layanan pengiriman ke rumah di Inggris setelah bertahun-tahun menolak berjualan online. Sebagai persiapan, Primark telah membeli sebuah gudang di Sheffield untuk mendistribusikan produk ke rumah pelanggan.

Langkah ini menandai pergeseran besar: bahkan selama pandemi Covid-19 ketika toko-toko tutup, Primark tetap tidak menyediakan belanja online, dan baru pada 2022 meluncurkan layanan click-and-collect yang masih mengharuskan pembeli datang ke toko. Keputusan tersebut muncul di tengah tekanan yang meningkat dari merek fesyen ultra-cepat seperti Shein. Para analis menilai langkah Primark mencerminkan besarnya tantangan yang dihadapi peritel konvensional dari pemain daring lintas batas. Data Office for National Statistics (ONS) menunjukkan penjualan online menyumbang 27,3% dari seluruh penjualan ritel pada Agustus, naik dari 18,1% pada Agustus 2019. Angka itu mengonfirmasi bahwa pergeseran ke kanal daring berlangsung jauh sebelum pandemi dan terus berlanjut sesudahnya. Perubahan perilaku konsumen menjadi pendorong utama.

Jess Bacon, konsumen plus-size dari Peterborough, mengeluhkan rentang ukuran di toko yang tidak dapat diandalkan dan merasa tidak terwakili. Ia menyebut berbelanja daring lebih cepat dibanding harus pergi ke toko dan membayar parkir. Julia Mitchell, yang tinggal dekat Chichester, hampir tidak pernah mengunjungi toko pakaian dan lebih memilih harga terbaik, sebagian besar membeli barang bekas dari Vinted. Sementara Sandra Davies, yang pernah mengalami tiga kali stroke, melakukan seluruh belanjanya secara daring karena kesulitan berjalan di dalam toko. Ketiganya menggambarkan alasan berbeda — ketidaknyamanan ukuran, harga, dan aksesibilitas fisik — yang semuanya mendorong pergeseran ke kanal daring.

Di sisi lain, penurunan pusat perbelanjaan kota turut mempercepat tren ini. Jess menyoroti bahwa Peterborough tidak lagi memiliki toko John Lewis, sehingga alasan untuk datang ke pusat kota berkurang. Bagi peritel berbasis toko fisik, ini berarti biaya operasional tetap sementara pangsa pasar bergeser ke daring, memaksa investasi pada logistik, gudang, dan penanganan pengembalian barang. Bagi konsumen, kemudahan pengembalian menjadi faktor penentu.

Mengapa Ini Penting

Yang berubah bukan sekadar kanal penjualan satu peritel, melainkan batas bertahan model bisnis berbasis toko fisik. Ketika Primark — pemain yang paling lama menolak daring karena mengandalkan volume kunjungan toko dan margin tipis — akhirnya menyerah, sinyalnya jelas: biaya melayani penjualan daring kini lebih rendah daripada kerugian kehilangan pangsa pasar. Pemenangnya adalah platform dan pemain logistik; yang tertekan adalah peritel yang masih bergantung pada footfall pusat kota.

Dampak ke Bisnis

  • Peritel fesyen berbasis toko menghadapi tekanan ganda: biaya sewa dan operasional gerai tetap sementara pangsa penjualan bergeser ke kanal daring, memaksa belanja modal untuk gudang, logistik, dan sistem pengembalian barang.
  • Persaingan dari platform fesyen ultra-cepat lintas batas seperti Shein menekan produsen tekstil dan garmen yang memasok peritel konvensional, karena model produksi cepat dan harga rendah mengubah ekspektasi konsumen terhadap harga dan kecepatan.
  • Beban pengembalian barang (returns) dan pengiriman menjadi pos biaya baru bagi peritel yang sebelumnya hanya melayani pembelian langsung di toko — margin yang selama ini dihitung tanpa biaya logistik last-mile kini harus disesuaikan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: waktu peluncuran resmi layanan pengiriman Primark dan cakupan wilayahnya — karena perusahaan belum menyebutkan jadwal, kecepatan eksekusi menjadi indikator seberapa serius peritel berbasis toko beradaptasi.
  • Risiko yang perlu dicermati: tren footfall pusat perbelanjaan kota — jika penurunan berlanjut seperti yang terjadi pada hilangnya jangkar ritel besar, gelombang penutupan gerai dapat menekan sektor properti ritel dan pemasok lokal.
  • Sinyal penting: pembaruan pangsa penjualan online dalam data ritel ONS periode berikutnya — jika tren kenaikan berlanjut dari level 27,3%, model bisnis berbasis toko akan semakin sulit mempertahankan struktur biaya saat ini.

Konteks Indonesia

Pergeseran belanja pakaian ke kanal daring dan tekanan dari peritel fesyen ultra-cepat lintas batas seperti Shein merupakan tren global yang juga membentuk lanskap ritel dan e-commerce di Indonesia. Jalur yang perlu dipantau adalah pangsa penjualan daring ritel domestik serta intensitas persaingan harga dari platform lintas batas, yang dapat menekan peritel konvensional, merek lokal, dan produsen tekstil dalam negeri yang bersaing pada segmen harga.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.