3 JUL 2026
Polymarket Dicurigai Deras Dimasuki Dana AS Meski Diblokir — Tekanan Regulasi Global Menguat

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Polymarket Dicurigai Deras Dimasuki Dana AS Meski Diblokir — Tekanan Regulasi Global Menguat
Forex & Crypto

Polymarket Dicurigai Deras Dimasuki Dana AS Meski Diblokir — Tekanan Regulasi Global Menguat

Tim Redaksi Feedberry ·3 Juli 2026 pukul 03.38 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
7.7 Skor

Berita mengonfirmasi bahwa geoblock tidak efektif menghalangi pengguna AS — memperkuat tekanan regulasi global atas prediction market, sementara Indonesia sudah memblokir platform yang sama dan perlu mengantisipasi celah serupa.

Urgensi
7
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
8

Ringkasan Eksekutif

Platform prediksi berbasis blockchain Polymarket terus menarik arus dana besar dari pengguna Amerika Serikat meskipun secara resmi memblokir akses melalui geoblock. Data dari Allium menunjukkan bahwa dari 6% dompet yang diberi label negara, pengguna AS paling aktif di pasar terkait konflik luar negeri, khususnya perang Iran. Studi lain oleh statistikawan Universitas Rutgers, Harry Crane, memperkirakan bahwa 30% volume perdagangan Polymarket berasal dari AS, dengan nilai transfer mencapai antara $10,6 miliar hingga $26,7 miliar antara Mei 2025 dan April 2026. Analisis tersebut mendeteksi pengguna AS melalui pola waktu perdagangan dan jenis pasar yang dipilih. Polymarket telah menindak penggunaan VPN dengan memblokir alamat IP yang terkait dengan penyedia VPN, namun bukti menunjukkan upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.

Platform ini kini diblokir total di lebih dari 34 negara, termasuk Spanyol yang baru bergabung, serta beberapa negara lain dalam status 'close only'. Di Amerika Serikat, tekanan regulasi semakin nyata: dua senator mendesak CFTC untuk menyelidiki Polymarket atas dugaan pemasaran menyesatkan, sementara Komite Pengawasan DPR membuka penyelidikan dugaan insider trading oleh pegawai pemerintah. Ditambah lagi, Polymarket baru saja mengalami peretasan senilai $2,9 juta akibat celah pada vendor pihak ketiga. Bagi Indonesia, perkembangan ini bukan sekadar berita luar negeri. Pemerintah Indonesia telah memblokir akses ke Polymarket pada akhir Mei 2026 dengan alasan platform tersebut dikategorikan sebagai judi online ilegal.

Fakta bahwa pengguna AS secara masif masih bisa mengakses dan bertaruh menunjukkan bahwa geoblock saja tidak cukup — diperlukan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan VPN dan kerja sama internasional.

Di sisi lain, tekanan regulasi di AS dan negara lain bisa memperkuat legitimasi keputusan Indonesia dan mendorong Bappebti serta OJK untuk memperluas blokade ke platform serupa seperti Kalshi atau Hyperliquid. Namun, permintaan yang terus ada, terbukti dari lonjakan total nilai terkunci (TVL) Polymarket yang mencapai $450 juta (naik 301% dalam setahun), mengindikasikan bahwa pasar prediksi tetap diminati, sehingga risiko munculnya platform terdesentralisasi yang lebih sulit diblokir harus diantisipasi. Investor dan exchange kripto lokal yang menawarkan produk taruhan berbasis peristiwa kini menghadapi risiko pengawasan yang lebih ketat, karena regulator domestik memiliki alasan lebih kuat untuk menindak.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menunjukkan bahwa geoblock bukanlah solusi tuntas untuk mengendalikan akses ke platform prediction market. Meskipun Polymarket telah diblokir di 34 negara termasuk Indonesia, pengguna AS (dan mungkin juga Indonesia) masih bisa mengakses melalui VPN. Hal ini mengimplikasikan bahwa regulator di Indonesia perlu memikirkan strategi yang lebih komprehensif — bukan hanya blokade alamat IP, tetapi juga pengawasan transaksi keuangan dan edukasi publik. Selain itu, tekanan regulasi di AS yang semakin intensif — mulai dari investigasi CFTC hingga penyelidikan insider trading — dapat mempercepat pergeseran lanskap global: prediction market bisa masuk ke dalam kerangka derivatif keuangan yang diatur ketat, atau justru semakin terfragmentasi ke platform terdesentralisasi yang lebih sulit diawasi. Apapun hasilnya, Indonesia perlu bersiap menyesuaikan kebijakan agar tidak tertinggal namun tetap melindungi konsumen.

Dampak ke Bisnis

  • Platform exchange kripto lokal yang menawarkan produk taruhan berbasis peristiwa atau derivatif eksotis menghadapi risiko pengawasan yang lebih ketat dari Bappebti dan OJK, karena bukti pemasaran menyesatkan dan kerentanan keamanan di Polymarket memperkuat argumen regulator untuk menindak.
  • Pengguna Indonesia yang selama ini mengakses Polymarket melalui VPN menghadapi risiko hukum yang lebih besar, karena klasifikasi sebagai judi online ilegal dan bukti praktik menipu dapat memicu penindakan oleh aparat, termasuk pemblokiran rekening atau sanksi pidana.
  • Potensi munculnya platform prediction market terdesentralisasi (seperti Hyperliquid) yang lebih sulit diblokir dapat menggeser arus pengguna dan dana keluar dari platform terpusat. Ini akan meningkatkan kompleksitas pengawasan dan berpotensi memperbesar kerugian konsumen jika terjadi peretasan atau penipuan tanpa mekanisme pengembalian dana yang jelas.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons CFTC terhadap surat senator AS (tenggat 10 Juli 2026) — jika CFTC memutuskan untuk menginvestigasi secara formal, tekanan regulasi global terhadap Polymarket dan platform sejenis akan meningkat drastis.
  • Risiko yang perlu dicermati: kemungkinan perluasan blokade oleh Bappebti/OJK ke platform prediction market lain seperti Kalshi atau Hyperliquid — jika terjadi, likuiditas dan volume perdagangan kripto Indonesia bisa terganggu.
  • Sinyal penting: pernyataan resmi dari Bappebti atau OJK mengenai langkah baru terkait pengawasan VPN dan akses ke platform ilegal — ini akan menjadi indikator arah kebijakan yang dapat memengaruhi seluruh ekosistem kripto ritel di Indonesia.

Konteks Indonesia

Indonesia telah memblokir akses ke Polymarket pada akhir Mei 2026 dengan alasan platform tersebut dikategorikan sebagai judi online ilegal. Berita tentang besarnya arus dana AS yang lolos dari geoblock memperkuat kekhawatiran bahwa pengguna Indonesia juga mungkin masih bisa mengakses melalui VPN, sehingga efektivitas blokade perlu dievaluasi. Tekanan regulasi global — termasuk investigasi CFTC dan penyelidikan insider trading — memberikan justifikasi tambahan bagi regulator Indonesia untuk memperketat pengawasan tidak hanya terhadap Polymarket tetapi juga terhadap produk derivatif kripto lain yang menyerupai judi. Exchange kripto lokal dan platform taruhan berbasis peristiwa harus bersiap menghadapi kemungkinan perluasan larangan atau aturan baru yang mewajibkan verifikasi geolokasi yang lebih ketat. Di sisi lain, lonjakan total nilai terkunci (TVL) Polymarket menjadi $450 juta (naik 301% dalam setahun) menunjukkan bahwa permintaan global terhadap prediction market tetap tinggi, yang berarti potensi pasar gelap atau platform terdesentralisasi yang lebih sulit diblokir akan terus tumbuh, menuntut respons kebijakan yang adaptif.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.