27 AGS 2026
Pertamina: Minyak Jelantah Ditukar Rp5.000/Liter untuk SAF

Foto: Detik Finance — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Korporasi / Pertamina: Minyak Jelantah Ditukar Rp5.000/Liter untuk SAF
Korporasi

Pertamina: Minyak Jelantah Ditukar Rp5.000/Liter untuk SAF

Tim Redaksi Feedberry ·27 Agustus 2026 pukul 10.03 · Sinyal menengah · Sumber: Detik Finance ↗
5.3 Skor

Program ini baru tahap awal dan volumenya kecil, tetapi berpotensi membentuk rantai pasok baru untuk bahan baku SAF sekaligus memberi pendapatan tambahan bagi rumah tangga dan usaha mikro.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

Pertamina melalui Subholding Downstream meluncurkan fasilitas UCollect Box di sejumlah SPBU, tempat masyarakat dapat menukarkan minyak jelantah dengan bayaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter. Jika mengumpulkan 10 liter, masyarakat mendapat Rp50.000; jika 100 liter, nilainya Rp500.000. Saldo hasil penukaran masuk ke e-wallet yang didaftarkan melalui aplikasi MyPertamina. Lokasi yang disebut antara lain Abdul Muis dan Fatmawati di Jabodetabek, dengan penjelasan dari Perwira Subholding Downstream Pertamina, Yoga Pratama, dalam acara Pertamina Talks Episode 2 pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Mengapa Ini Penting

Program ini bukan sekadar ajakan mengumpulkan limbah dapur. Pertamina membangun ekosistem pengumpulan bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah, sebuah langkah yang sejalan dengan tekanan global untuk menekan emisi penerbangan. Jika rantai pasok ini terbentuk, Indonesia memiliki alternatif feedstock bioavtur yang tidak bersaing langsung dengan kebutuhan pangan — sesuatu yang belum banyak dilirik pelaku industri.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro seperti warung makan, minyak jelantah menjadi sumber pendapatan tambahan. Namun insentif ini baru terasa jika volume pengumpulan konsisten — logistik antar ke SPBU bisa menjadi pembatas.
  • Bagi Pertamina, program ini mengamankan bahan baku SAF yang selama ini masih bergantung pada minyak sawit dan impor. UCollect Box adalah instrumen untuk menguji skala pasokan minyak jelantah domestik sebelum komitmen produksi bioavtur skala besar.
  • Dalam jangka menengah, ini membuka peluang green jobs: pengumpul, pengepul, pengangkut, hingga operator mesin UCollect Box. Namun ekosistem ini perlu dukungan regulasi dan standar kualitas minyak jelantah agar bisa menjadi industri yang bankable.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perluasan jumlah SPBU yang menyediakan UCollect Box — jika merambah luar Jabodetabek, volume minyak jelantah terkumpul bisa naik signifikan.
  • Risiko yang perlu dicermati: kualitas dan kontaminasi minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat — proses pengolahan menjadi SAF menuntut standar tertentu dan biaya pemurnian bisa menggerus margin.
  • Sinyal penting: uji coba penerbangan komersial menggunakan SAF produksi Pertamina dan kerja sama dengan maskapai atau produsen pesawat — itu akan membuktikan program ini benar-benar masuk ke rantai nilai, bukan sekadar kampanye lingkungan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.