21 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Peretasan Drift: US$61 Juta ETH Dialirkan ke Tornado Cash
Forex & Crypto

Peretasan Drift: US$61 Juta ETH Dialirkan ke Tornado Cash

Tim Redaksi Feedberry ·20 Oktober 2026 pukul 19.38 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
5.3 Skor

Peretasan besar dan perpindahan dana ke mixer menyentuh kepercayaan pasar kripto global; dampak ke Indonesia terutama lewat sentimen risiko dan kerangka kepatuhan, bukan langsung ke ekonomi riil.

Urgensi
7
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Dompet yang terkait dengan peretasan Drift Protocol memindahkan sekitar US$61 juta dalam bentuk Ether ke Tornado Cash. Sebanyak 25.700 ETH disetor ke layanan pencampur kripto itu dalam dua jam pada Selasa, setelah dompet tidak aktif selama dua bulan, menurut platform analitik blockchain Lookonchain. Alamat pelaku masih memegang sekitar 81.454 Ether atau setara sekitar US$194 juta, berdasarkan data Arkham. Peretasan pada 1 April menyebabkan kerugian sekitar US$295 juta; investigasi forensik Mandiant kemudian mengaitkan serangan itu dengan UNC6862, kelompok ancaman yang berasal dari Korea Utara. Drift sendiri merupakan bursa terdesentralisasi berbasis Solana. Pemindahan dana ke Tornado Cash memperlihatkan mekanisme yang membuat penelusuran aset curian lebih sulit.

Mixer mengumpulkan dana dari banyak alamat dan mengaburkan jejak transaksi, sehingga penyidik maupun bursa harus bekerja lebih keras untuk memisahkan dana bersih dari dana hasil kejahatan. Jeda dua bulan sebelum transaksi menunjukkan pelaku tidak harus melikuidasi aset secara langsung; mereka dapat menunggu intensitas pengawasan menurun. Skala kasus ini juga besar: DefiLlama menempatkan peretasan Drift sebagai peretasan kripto terbesar ketiga pada 2026, setelah Bitget dengan US$387 juta dan Liquid Network dengan US$320 juta.

Implikasi hukumnya tidak lepas dari Tornado Cash. Pengadilan federal Amerika Serikat menunda persidangan ulang Roman Storm, salah satu pengembang Tornado Cash, dari 26 Oktober 2026 menjadi 26 April 2027. Sebelumnya, pada Agustus 2025, juri di Manhattan menyatakan Storm bersalah atas konspirasi menjalankan bisnis transfer uang tanpa lisensi; dua tuduhan lain, yakni konspirasi pencucian uang dan konspirasi pelanggaran sanksi AS, berakhir tanpa putusan bulat. Mosi pembebasan yang diajukan Storm masih berjalan. Bagi pasar kripto, perkara ini menentukan seberapa jauh pengembang perangkat lunak non-kustodian dapat dimintai tanggung jawab atas penyalahgunaan platform oleh pihak lain. Di sisi korban, Drift membuka klaim dan penukaran token pemulihan DFX pada 1 Oktober.

Token tersebut memberi pengguna yang terdampak hak klaim atas kumpulan pemulihan yang pada peluncuran berisi sekitar US$3,1 juta dan menerima pendapatan bursa serta dana yang berhasil dipulihkan. Angka itu jauh di bawah kerugian US$295 juta, sehingga pemulihan penuh tidak mungkin hanya mengandalkan kumpulan tersebut. Dampak ke Indonesia terutama berjalan melalui sentimen risiko aset digital dan kerangka kepatuhan bursa kripto lokal. Jika pelaku kembali memindahkan sisa dananya ke exchange terpusat, otoritas dan pelaku industri akan menghadapi tekanan lebih besar untuk memperketat pemantauan transaksi.

Mengapa Ini Penting

Perpindahan dana curian ke mixer dua bulan setelah peretasan menunjukkan bahwa pelaku dapat menunggu pengawasan mereda, bukan melikuidasi aset sekaligus. Bagi ekosistem kripto, ini menempatkan Tornado Cash sebagai simpul utama pengaburan dana lintas yurisdiksi, sementara proses hukum pengembangnya di Amerika Serikat menentukan apakah infrastruktur privasi tetap bisa dioperasikan tanpa tanggung jawab pidana. Bagi Indonesia, preseden ini membentuk ekspektasi kepatuhan bagi bursa kripto lokal dan pengembang DeFi non-kustodian.

Dampak ke Bisnis

  • Bursa kripto dan penyedia kustodian di Indonesia menghadapi kebutuhan memperkuat pemantauan on-chain; dana curian yang bergerak ke mixer dapat memicu peningkatan kewajiban pelaporan transaksi mencurigakan dan biaya kepatuhan.
  • Penyedia analitik blockchain dan layanan kepatuhan berpotensi memperoleh permintaan lebih tinggi karena exchange perlu melacak alamat terkait Tornado Cash; sebaliknya, pengembang aplikasi DeFi non-kustodian menghadapi risiko hukum jika regulasi mengikuti preseden Amerika Serikat.
  • Sentimen investor ritel kripto Indonesia dapat tertekan bila kasus ini memperkuat narasi risiko pencucian uang; dampaknya lebih terasa pada volume perdagangan aset digital daripada ekonomi riil dalam jangka pendek.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau dalam 2–4 minggu ke depan: pergerakan sisa sekitar 81.454 ETH milik pelaku — jika sebagian dikirim ke exchange terpusat atau mixer lain, tekanan kepatuhan dan sentimen risiko aset digital meningkat.
  • Risiko yang perlu dicermati: putusan atas mosi pembebasan Roman Storm dan jadwal persidangan ulang April 2027 — arah putusan membentuk preseden tanggung jawab pengembang Tornado Cash.
  • Sinyal penting: respons regulator aset digital Indonesia terhadap standar antipencucian uang global — perubahan aturan dapat memengaruhi biaya kepatuhan bursa lokal.

Konteks Indonesia

Dampak langsung ke ekonomi riil domestik terbatas; jalurnya melalui sentimen risiko aset digital dan kerangka regulasi. Bursa kripto lokal dan pengembang DeFi non-kustodian menghadapi ekspektasi kepatuhan yang lebih ketat jika preseden hukum Tornado Cash menguat.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.