21 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / PancakeSwap TVL Naik 19% ke $2,4 Miliar, Vote Fee Dibuka
Forex & Crypto

PancakeSwap TVL Naik 19% ke $2,4 Miliar, Vote Fee Dibuka

Tim Redaksi Feedberry ·21 Oktober 2026 pukul 17.50 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
4 Skor

Voting governance yang menentukan struktur insentif protokol DEX terbesar di BNB Chain berlangsung hanya sampai 24 Oktober, tetapi jalur dampaknya ke Indonesia terbatas pada selera risiko aset digital dan sentimen saham teknologi, bukan ekonomi riil.

Urgensi
5
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

PancakeSwap mencatat kenaikan total value locked (TVL) sekitar 19% dalam sepekan menjadi US$2,4 miliar, dari sekitar US$2,02 miliar pada 14 Oktober — tambahan sekitar US$380 juta. Angka US$380 juta yang menonjol di judul adalah kenaikan mingguan, bukan total TVL protokol. Pertumbuhan terkonsentrasi di pool V3, yang nilainya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$739 juta dari US$336 juta. Lonjakan tersebut bertepatan dengan dibukanya voting governance atas proposal bernama "The Flip" pada Rabu, 21 Oktober, yang berlangsung hingga 24 Oktober dan implementasinya diperkirakan mulai November bila disetujui. Proposal itu mengubah cara protokol membagi hasil perdagangan. Porsi penyedia likuiditas atas fee swap di pool V3 dan Infinity dinaikkan menjadi 88%, dari 66%-68% di sebagian besar pool saat ini.

Emisi token CAKE harian dipangkas sekitar 69%, dari 22.500 menjadi 7.000 token. Bagi protokol, ini adalah pergeseran dari model subsidi emisi ke bagi hasil fee riil. Arah insentifnya jelas: mengurangi tekanan jual dari pasokan token baru, tetapi memindahkan beban imbal hasil ke volume transaksi yang benar-benar terjadi. Skala perubahannya besar karena posisi PancakeSwap di BNB Chain — volume DEX-nya sekitar US$4,67 miliar dalam tujuh hari, sekitar 71% dari total jaringan, dengan sekitar US$2,33 miliar dari US$2,40 miliar TVL berada di jaringan tersebut. Gambaran jaringan memberi konteks tambahan. TVL BNB Chain naik sekitar 8,3% dalam sepekan ke US$5,84 miliar, sementara volume DEX-nya meningkat 40,2% ke US$6,54 miliar. Yang menarik, kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan justru turun 0,6% ke US$13,1 miliar.

Artinya, lonjakan aktivitas dagang tidak disertai arus masuk stablecoin baru secara proporsional; aktivitas lebih banyak digerakkan rotasi aset di dalam jaringan. Dimensi lain yang luput dari headline adalah ekspansi tokenized equities. PancakeSwap mulai mendukung bStocks milik Binance sejak Juni, dan pada 15 Oktober Binance mengumumkan bStocks melewati US$1 miliar aset kelolaan sekitar empat bulan setelah peluncuran, dengan volume kumulatif lebih dari US$40 miliar dan 11,2% nilainya ditempatkan di DeFi pada awal Oktober. Bagi pasar domestik, jalur transmisinya berjalan melalui selera risiko global dan likuiditas aset digital, bukan melalui aktivitas ekonomi riil. Latar pasar saat ini cukup menopang: IHSG di 5.328 setelah naik 6,64%, dengan USD/IDR di 18.000.

Di sisi global, imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di 5,15% dan Fed Funds Rate 3,75%, sementara VIX di 18,44 — biaya modal yang mahal biasanya menekan aset berisiko, termasuk kripto.

Mengapa Ini Penting

Perubahan ini menandai pergeseran model bisnis protokol DeFi: dari menarik likuiditas dengan menyuntikkan token baru, menjadi membagikan pendapatan fee yang nyata. Jika model bagi hasil ini terbukti mampu menahan likuiditas tanpa inflasi token, tekanan kompetitif akan berpindah ke protokol lain yang masih bergantung pada subsidi emisi — dan biaya menarik likuiditas di seluruh sektor naik. Bagi penyedia likuiditas, yang berubah bukan hanya besaran imbal hasil, tetapi sumbernya: dari inflasi pasokan token menjadi volume transaksi riil, yang jauh lebih sensitif terhadap siklus pasar.

Dampak ke Bisnis

  • Penyedia likuiditas menghadapi profil imbal hasil baru: porsi fee naik ke 88%, tetapi emisi CAKE turun sekitar 69%. Pool dengan volume tipis berpotensi memberi imbal hasil lebih rendah meski porsi bagi hasilnya lebih besar, sehingga alokasi modal di antara pool akan bergeser pasca-implementasi November.
  • Protokol DEX pesaing yang masih mengandalkan emisi token sebagai insentif utama menghadapi tekanan kompetitif tidak langsung. Bila PancakeSwap mampu mempertahankan TVL dengan biaya emisi jauh lebih rendah, standar baru bagi hasil fee dapat menyebar dan memangkas margin protokol yang belum punya pendapatan fee memadai.
  • Efek yang baru terasa dalam tiga sampai enam bulan: integrasi tokenized equities seperti bStocks — yang telah melewati US$1 miliar aset kelolaan dan lebih dari US$40 miliar volume kumulatif — memindahkan perdagangan saham AS ke jalur on-chain. Ini menaikkan kebutuhan infrastruktur kustodian dan kepatuhan, sekaligus memunculkan pertanyaan klasifikasi produk bagi pengawas aset digital di banyak yurisdiksi, termasuk Indonesia.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: hasil voting "The Flip" yang ditutup 24 Oktober — jika ditolak, lonjakan TVL 19% dalam sepekan kehilangan katalisnya dan berpotensi berbalik arah.
  • Risiko yang perlu dicermati: uji efektivitas pasca-implementasi November — jika volume fee tidak cukup menutup pemangkasan emisi 69%, penyedia likuiditas dapat memindahkan dana ke pool atau protokol lain.
  • Sinyal penting: kapitalisasi stablecoin BNB Chain yang turun 0,6% ke US$13,1 miliar di tengah lonjakan volume DEX 40,2% — indikator bahwa aktivitas digerakkan rotasi aset, bukan arus modal baru, sehingga keberlanjutan volume perlu diuji ulang dalam beberapa pekan.

Konteks Indonesia

Pasar kripto ritel Indonesia terhubung ke dinamika DeFi global melalui selera risiko investor dan akses bursa aset digital domestik. Pemangkasan emisi token serta pembagian fee yang lebih besar kepada penyedia likuiditas mengubah sumber imbal hasil produk berdenominasi token, sehingga daya tarik pool DeFi di platform lokal ikut bergeser mengikuti perubahan itu. Ekspansi tokenized stocks seperti bStocks juga bersinggungan dengan wilayah produk investasi konvensional, yang membuat klasifikasi produk dan kewenangan pengawas aset digital menjadi isu yang perlu dicermati. Jalur nilai tukar turut berperan: imbal hasil US Treasury 10 tahun di 5,15% menjaga biaya modal global tetap mahal, kondisi yang biasanya menekan aset berisiko di pasar berkembang, termasuk rupiah dan aset digital. Latar domestik saat ini ditunjukkan IHSG di 5.328 setelah naik 6,64% dan USD/IDR di 18.000.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.