11 JUL 2026
Oratomic Kumpulkan USD300 Juta untuk Komputer Kuantum 20.000 Qubit

Foto: TechCrunch — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / Oratomic Kumpulkan USD300 Juta untuk Komputer Kuantum 20.000 Qubit
Teknologi

Oratomic Kumpulkan USD300 Juta untuk Komputer Kuantum 20.000 Qubit

Tim Redaksi Feedberry ·10 Juli 2026 pukul 15.00 · Sinyal menengah · Sumber: TechCrunch ↗
4.3 Skor

Pendanaan besar menandakan keyakinan investor pada terobosan kuantum, tetapi dampak langsung ke Indonesia masih terbatas karena teknologi masih jauh dari komersialisasi dan adopsi lokal.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3
Analisis Startup & Pendanaan
Seri Pendanaan
Series A
Jumlah
USD300 juta
Sektor
Quantum Computing
Investor
ARCH Venture PartnersSpark CapitalKhosla VenturesBezos ExpeditionsIndex VenturesGeneral CatalystLowercarbon CapitalBain Capital

Ringkasan Eksekutif

Oratomic, startup komputasi kuantum yang didirikan fisikawan Caltech, mengumumkan pendanaan Seri A senilai USD300 juta — salah satu putaran terbesar di sektor ini. Putaran ini dipimpin oleh ARCH Venture Partners, Spark Capital, dan Khosla Ventures, dengan partisipasi Bezos Expeditions, Index Ventures, General Catalyst, Lowercarbon Capital, dan Bain Capital. Pendiri dan CEO Dolev Bluvstein menyatakan bahwa perusahaan memanfaatkan pinset optik (laser) untuk menahan atom individu sebagai qubit, dengan klaim bahwa pendekatan mereka hanya membutuhkan 10.000 hingga 20.000 qubit untuk mencapai komputer kuantum yang berguna secara komersial — jauh lebih sedikit dibandingkan pesaing seperti PsiQuantum yang menargetkan satu juta qubit. Terobosan utama adalah teknik koreksi kesalahan yang lebih efisien, yang meyakinkan para pendiri untuk meninggalkan keraguan akademis mereka dan memulai perusahaan.

Oratomic sengaja melewatkan fase NISQ (Noisy Intermediate-Scale Quantum) yang menjadi fokus banyak perusahaan kuantum saat ini. Mereka langsung menargetkan sistem fault-tolerant dalam skala utilitas pada akhir dekade ini. Keyakinan investor sangat tinggi: Vinod Khosla menyebut investasi ini sebagai 'investasi awal terbesar' firma miliknya. Ini menandakan bahwa meskipun industri komputasi kuantum masih diliputi ketidakpastian — terlihat dari peringatan dalam prospektus IQM yang baru melantai di Nasdaq melalui SPAC dan kritik terhadap klaim Microsoft di Nature — optimisme tetap mengalir deras ke pendekatan yang dianggap lebih sederhana dan terukur. Dampak global pendanaan ini signifikan. Oratomic bergabung dengan jajaran startup kuantum seperti Rigetti, IonQ, dan PsiQuantum yang sudah menarik perhatian investor dan publik.

Jika berhasil, teknologi ini dapat merevolusi berbagai bidang: penemuan obat, kimia material, optimasi logistik, kecerdasan buatan, dan kriptografi. Namun, tantangan teknis tetap besar — skalabilitas, stabilitas qubit, dan rekayasa sistem yang kompleks masih menjadi hambatan. Bagi Indonesia, dampak langsung saat ini masih sangat minim. Negara kita belum memiliki infrastruktur riset kuantum yang berarti dan sebagian besar bisnis belum mempertimbangkan implikasi teknologi ini. Namun, implikasi jangka panjang perlu dicermati: sistem enkripsi yang melindungi transaksi digital, perbankan, dan e-wallet bisa rentan terhadap komputer kuantum yang andal. Ancaman terhadap Bitcoin (sekitar 10% suplai dianggap tidak aman) juga menjadi pengingat bahwa aset kripto bisa terpengaruh.

Mengapa Ini Penting

Pendanaan sebesar USD300 juta dari investor top Silicon Valley bukan sekadar berita startup biasa. Ini menegaskan bahwa komputasi kuantum — yang selama ini dianggap masih eksperimental — mulai mendekati titik komersialisasi. Jika Oratomic berhasil membuktikan skalabilitas pendekatannya, peta jalan menuju komputer kuantum yang berguna bisa dipercepat secara signifikan. Bagi Indonesia, implikasinya bersifat tidak langsung namun strategis: sistem enkripsi yang melindungi data finansial dan infrastruktur digital nasional akan terancam dalam satu hingga dua dekade. Selain itu, negara-negara maju yang unggul dalam kuantum akan memiliki keunggulan kompetitif dalam riset obat, material, dan AI, yang bisa melebarkan kesenjangan teknologi.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi investor dan perusahaan teknologi global: pendanaan ini memperkuat sinyal bahwa quantum computing sedang memasuki fase akselerasi. Perusahaan seperti IonQ dan Rigetti yang sudah publik bisa mendapatkan sentimen positif. Namun, risiko over-hyping juga meningkat — jika Oratomic gagal memenuhi tonggak, valuasi sektor bisa terkoreksi. Investor perlu mencermati milestone teknis, bukan hanya jumlah pendanaan.
  • Bagi sektor jasa keuangan dan teknologi Indonesia: secara langsung belum ada dampak. Namun, risiko jangka panjang terhadap keamanan enkripsi harus mulai dimasukkan dalam rencana strategis. Perbankan dan fintech yang bergantung pada kriptografi kurva eliptik harus mulai mempelajari migrasi ke post-quantum cryptography. Regulator seperti OJK dan Bappebti perlu mengantisipasi potensi gangguan di kemudian hari.
  • Bagi riset dan pengembangan di Indonesia: investasi global yang besar di kuantum bisa membuka peluang kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset asing. Namun, Indonesia masih tertinggal jauh dalam ekosistem kuantum. Kabar ini bisa menjadi pengingat bagi pemerintah untuk mulai mengalokasikan dana riset untuk teknologi eksponensial, termasuk kuantum, agar tidak tertinggal dalam revolusi komputasi berikutnya.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: publikasi teknis atau demonstrasi Oratomic dalam 12-18 bulan ke depan — apakah mereka dapat menunjukkan sistem dengan 1.000 qubit atau lebih dengan tingkat kesalahan rendah. Ini akan menjadi validasi awal atas klaim mereka.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika klaim koreksi kesalahan Oratomic tidak dapat direproduksi oleh peneliti independen, kredibilitas startup ini bisa runtuh, mirip dengan kontroversi Microsoft. Hal ini akan berdampak negatif pada sentimen investor terhadap seluruh sektor kuantum.
  • Sinyal penting: perkembangan standar kriptografi pasca-kuantum oleh NIST dan adopsinya oleh perusahaan besar seperti Google, Apple, atau bank sentral. Semakin cepat standar diadopsi, semakin besar tekanan pada Indonesia untuk menyesuaikan sistem keamanan sibernya.

Konteks Indonesia

Bagi Indonesia, berita ini memiliki relevansi tidak langsung namun penting. Pertama, komputasi kuantum yang andal dapat memecahkan enkripsi RSA dan ECDSA yang melindungi sistem perbankan, e-wallet, dan data pemerintah. Kedua, sebagai importir teknologi netto, Indonesia akan menjadi pengguna akhir dari inovasi kuantum — baik dalam bentuk obat baru, material maju, atau optimasi logistik. Ketiga, investasi global yang masif ini mendorong persaingan AS-China dalam teknologi eksponensial; Indonesia perlu menentukan posisi strategis dalam rantai nilai. Namun, saat ini belum ada proyek atau kebijakan kuantum yang signifikan di Indonesia, sehingga dampak ekonomi langsung masih nol. Para pemangku kepentingan harus memantau perkembangan ini sebagai early warning untuk perencanaan jangka panjang.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.