7 JUN 2026
Modal Rp1 Juta, Konter Pulsa Affan Kini Jadi Agen BRILink dengan 8 Karyawan

Foto: Detik Finance — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / UMKM / Modal Rp1 Juta, Konter Pulsa Affan Kini Jadi Agen BRILink dengan 8 Karyawan
UMKM

Modal Rp1 Juta, Konter Pulsa Affan Kini Jadi Agen BRILink dengan 8 Karyawan

Tim Redaksi Feedberry ·6 Juni 2026 pukul 15.30 · Sumber: Detik Finance ↗
5.7 Skor

Kisah sukses inklusi keuangan; urgency rendah (bukan berita krisis) tapi dampak luas ke sektor UMKM dan perbankan, dengan signifikansi tinggi bagi ekonomi mikro Indonesia.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Amilludin Affan, pemilik Affan Cell di Depok, berhasil mengembangkan usaha konter pulsa bermodal Rp1 juta pada 2011 menjadi Agen BRILink yang kini mempekerjakan 8 orang dan melayani ribuan transaksi bulanan. Kisah ini merupakan salah satu contoh keberhasilan program agen perbankan BRI yang telah menjangkau hingga ke pelosok desa. Perjalanan Affan tidak instan. Sebelum membuka usaha sendiri, ia sempat bekerja serabutan sebagai penjual kopi keliling dan kuli panggul, lalu menjadi operator agen pulsa di Pancoran Mas. Dari pengalaman itu ia mempelajari seluk-beluk bisnis pulsa dan perbankan, yang menjadi modal pengetahuan untuk merintis Affan Cell. Bermodal Rp1 juta, ia memulai dari etalase kecil di teras rumah orang tuanya.

Kini toko tersebut ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai kalangan yang datang untuk membeli pulsa, servis ponsel, hingga melakukan transaksi perbankan melalui layanan BRILink. Secara nasional, program BRILink telah menjadi salah satu pilar inklusi keuangan Indonesia. Hingga Maret 2026, tercatat 1,18 juta agen BRILink tersebar di 80% desa di Indonesia, dengan volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Program ini berkontribusi pada fee based income BRI sebesar Rp459 miliar. Kisah Affan menunjukkan bahwa dengan modal kecil, pengetahuan yang tepat, dan akses ke platform perbankan digital berbasis agen, usaha mikro bisa tumbuh signifikan dan menciptakan lapangan kerja. Dampak keberhasilan Affan tidak hanya dirasakan secara pribadi. Ekonomi lokal di kawasan Bedahan, Sawangan, ikut terdorong karena adanya pusat layanan keuangan dan pulsa yang mudah diakses.

Para pedagang dan masyarakat sekitar tidak perlu lagi jauh-jauh ke bank untuk bertransaksi. Selain itu, BRI mendapat keuntungan dalam bentuk peningkatan basis nasabah dan pendapatan non-bunga. Model agen seperti BRILink juga menjadi solusi bagi keterbatasan infrastruktur perbankan konvensional di daerah padat penduduk pinggiran kota seperti Depok.

Mengapa Ini Penting

Kisah Affan bukan sekadar cerita sukses individu, melainkan representasi dari bagaimana model agen perbankan mampu menjembatani kesenjangan akses keuangan di daerah perkotaan pinggiran. Program BRILink telah menjadi saluran distribusi layanan perbankan yang efisien bagi BRI sekaligus memberdayakan pelaku UMKM. Dampak strukturalnya terlihat dari pertumbuhan fee based income BRI yang bersumber dari ribuan agen, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat akar rumput. Keberhasilan model ini juga memberikan tekanan bagi bank lain untuk mengadopsi strategi serupa atau berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen mikro.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi Affan Cell dan agen BRILink sejenis: peluang pertumbuhan usaha melalui komisi transaksi yang stabil, namun juga risiko persaingan ketat antar agen dan perubahan kebijakan fee dari BRI.
  • Bagi BRI: program BRILink menjadi sumber fee based income yang signifikan dan memperluas basis nasabah tanpa perlu membuka cabang fisik. Namun, pengelolaan risiko operasional dan reputasi ribuan agen memerlukan pengawasan ketat.
  • Bagi perbankan lain dan fintech: model agen BRILink menjadi standar baru layanan keuangan mikro. Pelaku lain perlu mengembangkan strategi serupa atau berinovasi agar tidak kehilangan pangsa di segmen unbanked dan underbanked.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: ekspansi jumlah agen BRILink oleh BRI ke daerah-daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sebagai indikator komitmen inklusi keuangan.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi penurunan fee per transaksi bagi agen akibat tekanan biaya BRI atau munculnya platform digital yang memotong peran agen, misalnya melalui QRIS atau mobile banking langsung.
  • Sinyal penting: volume transaksi BRILink secara kuartalan jika terus tumbuh double-digit, menandakan adopsi yang masih kuat; sebaliknya jika melambat, perlu diwaspadai pergeseran ke saluran digital.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.