28 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Mirae Terbitkan Notes Tokenized di Solana
Forex & Crypto

Mirae Terbitkan Notes Tokenized di Solana

Tim Redaksi Feedberry ·28 Oktober 2026 pukul 18.05 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
4.3 Skor

Bukan guncangan pasar, tapi penanda struktural: penerbit sekuritas besar memindahkan distribusi produk terstruktur ke blockchain, mengubah peta infrastruktur pasar modal regional yang ujungnya menyentuh jalur pendanaan korporasi.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Unit Hong Kong Mirae Asset Securities menerbitkan notes berjangka enam bulan berbentuk token di jaringan Solana, ditujukan kepada investor institusional. Instrumen itu merupakan floating-rate notes yang diterbitkan di bawah program structured notes senilai US$3 miliar milik perseroan. Marketnode, operator infrastruktur pasar digital berbasis di Singapura, bertindak sebagai distributor resmi. Mirae menangani penerbitan token, pembayaran kupon, hingga siklus hidup notes melalui infrastruktur digital internalnya sendiri — bukan melalui vendor pihak ketiga. Perseroan menyebut transaksi ini dapat menjadi model bagi distribusi produk terstruktur yang lebih luas lewat kanal berbasis blockchain. Yang membedakan langkah ini dari gelombang tokenisasi sebelumnya adalah posisi penerbit.

Di Amerika Serikat, 26 emiten telah mengajukan keberatan agar saham mereka tidak dicatatkan dalam bentuk token di platform OKXICE — patungan OKX dengan Intercontinental Exchange — menurut pemberitaan yang sama. Puluhan emiten itu menolak karena desain platform mencantumkan saham pihak ketiga di blockchain publik tanpa persetujuan penerbit. Mirae melakukan arah sebaliknya: ia menokenkan surat utang yang ia terbitkan sendiri. Model "penerbit sebagai penentu" inilah yang lolos saringan, sementara model "pencatatan tanpa izin" justru berbalik menekan platform kripto native. Bagi pasar modal, presedennya jelas: tokenisasi bergerak lebih cepat di sisi utang dan produk terstruktur ketimbang di sisi ekuitas. Konteks grup memperkuat arah ini. Mirae Asset Financial Group memiliki lini brokerage, investment banking, manajemen aset, dan asuransi.

Pada Juli, afiliasinya Mirae Asset Consulting mengambil kendali atas bursa kripto Korbit yang kemudian berganti nama menjadi Digital X. Lengan manajemen asetnya mengelola merek ETF Global X dan TIGER, dengan US$275 miliar aset kelolaan per Juni 2026, dan menyebut bisnis ETF-nya sebagai terbesar ke-12 dunia. Kombinasi distribusi ritel-institusional, infrastruktur token internal, dan kepemilikan bursa kripto membentuk rantai yang sulit ditiru penerbit surat utang biasa. Di sisi jaringan, Solana sedang mematangkan kapabilitas settlement lewat upgrade konsensus Alpenglow yang menargetkan finalitas jauh lebih cepat — prasyarat teknis sebelum lembaga keuangan memperlakukan blockchain sebagai kanal penyelesaian, bukan kanal spekulatif.

Dampak lanjutannya menyentuh lapisan yang tak disebut dalam pengumuman: kustodian, lembaga kliring, dan agen pembayaran akan menghadapi permintaan baru untuk rekonsiliasi aset on-chain, sementara distributor seperti Marketnode berpotensi menjadi pintu masuk bagi penerbit Asia lain yang ingin menjangkau investor institusional tanpa membangun infrastruktur sendiri.

Mengapa Ini Penting

Selama ini tokenisasi aset dinilai maju-mundur karena emiten ekuitas menolak kehilangan kendali atas daftar pemegang saham. Mirae memotong perdebatan itu dengan menokenkan kertas utangnya sendiri, sehingga tidak ada pihak ketiga yang perlu meminta izin. Jika model ini terbukti berjalan, jalur distribusi surat utang korporasi di Asia bisa bergeser dari sindikasi konvensional ke kanal on-chain — dan yang kehilangan peran bukan penerbit, melainkan lapisan perantara yang selama ini mengambil margin dari proses itu.

Dampak ke Bisnis

  • Penerbit surat utang dan sekuritas di Asia kini punya bukti bahwa distribusi tokenized notes bisa dijalankan satu penerbit tanpa ketergantungan penuh pada platform pihak ketiga, karena Mirae memakai infrastruktur digital internalnya sendiri. Konsekuensinya, biaya masuk bagi penerbit menengah yang ingin meniru menurun, terutama bila memakai distributor pihak ketiga seperti Marketnode.
  • Distributor, kustodian, dan lembaga kliring menghadapi tuntutan operasional baru: pembaruan indexer, prosedur rekonsiliasi, dan pelaporan kepemilikan aset on-chain. Sektor yang jarang disebut dalam pembahasan tokenisasi ini justru menjadi titik gesekan utama ketika volume bertambah.
  • Dalam tiga sampai enam bulan, persaingan menarik aktivitas ini akan mengeras antara Hong Kong dan Singapura. Hong Kong telah menetapkan Solana Company sebagai strategic enterprise lewat program OASES, sementara Marketnode beroperasi dari Singapura. Penerbit yang memilih yurisdiksi akan mengikuti kepastian perizinan, bukan teknologi — dan itu memindahkan nilai tambah ke pusat keuangan yang paling cepat menyelesaikan kerangka aturannya.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: jumlah penerbit Asia yang menyusul dengan tokenized notes dalam 2–4 minggu ke depan — bila lebih dari satu penerbit besar meniru, ini berubah dari eksperimen korporasi tunggal menjadi standar distribusi regional.
  • Risiko yang perlu dicermati: kejelasan perizinan di Hong Kong dan Singapura atas notes berbasis blockchain publik — ketidakpastian di titik ini dapat menghentikan replikasi sebelum volumenya terbentuk, dan memaksa aktivitas kembali ke kanal konvensional.
  • Sinyal penting: volume distribusi yang benar-benar tercatat di Marketnode — angka ini pemisah antara pengumuman dan adopsi nyata, sekaligus ujian apakah investor institusional menerima settlement on-chain untuk instrumen berpendapatan tetap.

Konteks Indonesia

Dampak langsung ke pasar domestik terbatas; jalurnya melalui sentimen aset digital regional dan persaingan menarik aktivitas infrastruktur keuangan. Bagi korporasi Indonesia yang mencari pendanaan valas, model penerbitan notes tokenized membuka alternatif kanal distribusi yang lebih murah daripada sindikasi konvensional, meski penggunaannya bergantung pada kejelasan perizinan lintas yurisdiksi dan pengakuan kustodian lokal. Di sisi pasar, kondisi domestik tidak menambah kenyamanan bagi eksperimen aset digital: IHSG berada di 5.282 setelah turun 1,69% dan USD/IDR di 18.175, sementara Brent di US$111,22 menambah tekanan biaya impor. Selama rezim risk-off berlanjut, selera investor domestik maupun regional terhadap produk berbasis blockchain cenderung tertahan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.