4 JUN 2026
Merdeka Gold Mulai Pengeboran Dalam 3.600 Meter di Gorontalo — Target Tambah Sumber Daya Emas 7 Juta Ons

Foto: CNBC Indonesia — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Korporasi / Merdeka Gold Mulai Pengeboran Dalam 3.600 Meter di Gorontalo — Target Tambah Sumber Daya Emas 7 Juta Ons
Korporasi

Merdeka Gold Mulai Pengeboran Dalam 3.600 Meter di Gorontalo — Target Tambah Sumber Daya Emas 7 Juta Ons

Tim Redaksi Feedberry ·4 Juni 2026 pukul 02.05 · Sumber: CNBC Indonesia ↗
5 Skor

Eksplorasi emas merupakan berita korporasi jangka menengah; urgensi sedang karena hasil masih lama, dampak sektoral terbatas pada pertambangan, namun potensi peningkatan sumber daya dapat mempengaruhi valuasi induk (MDKA) dan persepsi investor terhadap prospek emas Indonesia.

Urgensi
5
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha Merdeka Copper Gold, memulai program diamond deep drilling sepanjang 3.600 meter di tambang emas Pani, Gorontalo. Saat ini tambang tersebut memiliki estimasi sumber daya mineral 291,5 juta ton dengan kadar rata-rata 0,75 gram per ton (g/t), setara sekitar 7 juta ounce emas. Eksplorasi tahap awal mencakup enam lubang bor dengan satu unit rig yang telah beroperasi dan rig kedua dijadwalkan mulai beroperasi bulan depan. Presiden Direktur Boyke Abidin menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menguji potensi mineralisasi di area yang lebih dalam, dan jika hasilnya positif, perseroan akan melanjutkan dengan skala yang lebih besar.

Selain Pani, EMAS juga mengumumkan progres di Kolokoa yang telah menyelesaikan 54 lubang bor sepanjang 11.701,6 meter dengan biaya US$2,4 juta dalam enam bulan. Target eksplorasi di Kolokoa diperkirakan 20 hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3-0,5 g/t, yang menunjukkan potensi tambahan sumber daya. Estimasi perdana sumber daya mineral Kolokoa ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026. Sementara itu, kegiatan pengeboran di Lone Pine dijadwalkan pada semester II 2026, dan survei geofisika (Mobile Magnetotelluric dan magnetik udara berbasis helikopter) akan dilakukan pada Juni atau Juli 2026. Langkah eksplorasi ini menandai komitmen Merdeka Group untuk memperkuat portofolio emas di Indonesia, setelah sebelumnya lebih dikenal melalui tambang tembaga-emas Tujuh Bukit.

Dari sisi non-obvious, fokus pada area dalam dan target kadar rendah di Kolokoa mengindikasikan strategi perusahaan untuk membangun basis sumber daya besar jangka panjang, bukan sekadar mengejar tambang kadar tinggi cepat. Biaya eksplorasi yang relatif rendah (US$2,4 juta untuk 54 lubang di Kolokoa) menunjukkan efisiensi operasional. Namun, perlu dicatat bahwa kadar rendah (<1 g/t) umumnya membutuhkan biaya pengolahan lebih tinggi dan bergantung pada skala ekonomi serta harga emas yang mendukung. Dalam konteks makro, harga emas global yang berada di level tinggi dalam beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk mempercepat eksplorasi. Meski data terkini tidak menyebutkan harga emas spesifik, investor perlu mencermati bahwa valuasi tambang sangat sensitif terhadap asumsi harga emas.

Jika harga emas turun tajam, proyek dengan kadar rendah bisa menjadi tidak ekonomis. Dampak bagi pemegang saham MDKA dan EMAS adalah potensi re-rating jika hasil pengeboran diumumkan positif. Sebaliknya, kegagalan memperoleh mineralisasi dalam dapat menekan sentimen. Bagi sektor pertambangan emas Indonesia, kegiatan eksplorasi agresif seperti ini menandakan optimisme jangka panjang, namun juga meningkatkan risiko over-valuasi jika ekspektasi terlalu tinggi.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting bukan hanya karena potensi tambahan sumber daya emas 7 juta ounce, tetapi karena menunjukkan arah strategi Merdeka Group yang mulai serius menggarap emas murni di luar portofolio tembaga. Keberhasilan eksplorasi di Pani, Kolokoa, dan Lone Pine dapat mentransformasi EMAS menjadi produsen emas signifikan di Indonesia, yang selama ini didominasi oleh Antam dan beberapa pemain global. Bagi investor, ini membuka opsi diversifikasi dalam sektor emas dengan leverage ke eksplorasi. Di sisi lain, jika hasil pengeboran mengecewakan, kerugian tidak akan besar karena biaya relatif kecil, tetapi reputasi manajemen bisa terpengaruh.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi Merdeka Copper Gold (MDKA) sebagai induk: Keberhasilan EMAS meningkatkan sumber daya emas dapat menjadi katalis positif bagi valuasi MDKA, yang saat ini lebih dihargai berdasarkan portofolio tembaga. Investor mungkin mulai memberikan premium untuk potensi emas. Sebaliknya, jika eksplorasi gagal, dampak ke harga saham MDKA kemungkinan terbatas karena EMAS masih kontribusi kecil.
  • Bagi kompetitor tambang emas di Indonesia seperti Antam (ANTM) dan Archi Indonesia (ARCI): Peningkatan sumber daya EMAS dapat mengintensifkan persaingan di sektor emas, terutama dalam perebutan sumber daya manusia dan peralatan eksplorasi. Namun, dalam jangka pendek, efeknya tidak signifikan karena masing-masing memiliki proyek berbeda.
  • Bagi pemangku kepentingan lokal di Gorontalo: Aktivitas eksplorasi dapat meningkatkan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi, tetapi juga risiko lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Perusahaan perlu menjaga hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk kelancaran operasi.
  • Dampak jangka menengah (3-6 bulan): Jika sumber daya Kolokoa diumumkan pada Q2 2026, valuasi EMAS bisa mengalami re-rating. Investor yang mencari eksposur ke emas melalui saham Indonesia perlu memantau perkembangan ini.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: hasil awal diamond drilling di Pani — apakah ditemukan mineralisasi signifikan pada kedalaman 3.600 meter. Jika kadar atau ketebalan vein lebih baik dari yang ada, ini bisa menjadi katalis kuat.
  • Risiko yang perlu dicermati: penundaan rig kedua atau masalah teknis yang memperlambat jadwal eksplorasi. Jika rig kedua tidak beroperasi bulan depan seperti direncanakan, ekspektasi pasar bisa berkurang.
  • Sinyal penting: pengumuman estimasi sumber daya mineral perdana Kolokoa yang ditargetkan kuartal II 2026. Jika angka lebih tinggi dari target eksplorasi (20-40 juta ton dengan kadar 0,3-0,5 g/t), sentimen positif akan menguat. Sebaliknya, jika di bawah ekspektasi, koreksi harga saham EMAS bisa terjadi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.