15 JUL 2026
Maybank Marathon Target Netral Karbon 2030 — Emisi 4.336 Ton CO2e dari 1.500 Pelari

Foto: Katadata — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Korporasi / Maybank Marathon Target Netral Karbon 2030 — Emisi 4.336 Ton CO2e dari 1.500 Pelari
Korporasi

Maybank Marathon Target Netral Karbon 2030 — Emisi 4.336 Ton CO2e dari 1.500 Pelari

Tim Redaksi Feedberry ·14 Juli 2026 pukul 12.40 · Sinyal menengah · Sumber: Katadata ↗
3.7 Skor

Inisiatif keberlanjutan korporasi berdampak terbatas pada bisnis dalam jangka pendek, namun menandai pergeseran ekspektasi ESG yang dapat memengaruhi keputusan investor dan regulasi ke depan.

Urgensi
3
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
4
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
lainnya
Timeline
Target 2030; baseline 2025
Alasan Strategis
Komitmen netral karbon 2030 untuk event Maybank Marathon sebagai bagian dari strategi ESG dan respons terhadap tuntutan transparansi emisi dari investor dan regulator.
Pihak Terlibat
Maybank IndonesiaJejakin

Ringkasan Eksekutif

Maybank Marathon 2025 yang digelar di Bali menghasilkan emisi karbon sebesar 4.336 ton CO2e — 4.320 ton berasal dari perjalanan dan akomodasi peserta, 15,81 ton dari penyelenggaraan acara, dan 1,08 ton dari sampah. Perusahaan menargetkan event ini menjadi netral karbon pada 2030, menggunakan data tahun 2025 sebagai baseline. Maybank mulai menghitung jejak karbon tahun lalu sebagai langkah transparansi pertama. Perhitungan menggunakan Carbon Neutral Protocol yang sama dengan London Marathon, dengan mitra climate tech Jejakin. Sebanyak 1.500 peserta dari 52 negara diukur emisinya melalui platform digital yang dikembangkan khusus. Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska menyatakan komitmen untuk menjadikan Maybank Marathon sebagai contoh event bebas karbon di Indonesia.

Emisi dari transportasi udara dan akomodasi mendominasi karena sebagian besar peserta berasal dari luar Bali, termasuk mancanegara. Sumber emisi lain — seperti konsumsi listrik, katering, dan limbah — berkontribusi kecil. Dengan target 2030, Maybank akan menjalankan inisiatif pengurangan emisi langsung (misalnya transportasi darat rendah karbon, penginapan berlisensi hijau) serta pembelian offset karbon bersertifikat. Inisiatif ini sejalan dengan strategi ESG Maybank Group yang terdaftar di Bursa Malaysia, sekaligus merespons tekanan regulator seperti OJK yang mulai mewajibkan laporan keberlanjutan bagi emiten. Dampak dari langkah ini meluas ke beberapa pihak. Pertama, Maybank Indonesia mendapatkan poin reputasi ESG yang dapat menarik investor institusi global dan nasabah korporasi yang memprioritaskan rantai pasok hijau.

Kedua, mitra penyelenggara — dari hotel, maskapai, hingga katering — akan didorong untuk menyediakan data emisi dan mempercepat adopsi standar rendah karbon. Ketiga, Jejakin sebagai penyedia jasa carbon accounting mendapat peluang bisnis baru, terutama jika event-event besar lain mengikuti jejak Maybank. Di sisi internal, biaya pengukuran dan offset karbon dapat meningkatkan biaya operasional event, namun bisa diimbangi dengan efisiensi energi dan nilai tambah sponsorship dari perusahaan yang peduli ESG.

Mengapa Ini Penting

Di tengah tekanan fiskal yang memaksa pemerintah memangkas belanja infrastruktur hijau, inisiatif sektor swasta seperti ini menjadi penting untuk menjaga momentum transisi rendah karbon Indonesia. Maybank, sebagai bank asing dengan basis nasabah korporasi besar, mengirim sinyal bahwa transparansi emisi bukan lagi eksperimen melainkan standar baru yang harus diikuti. Jika berhasil, ini bisa menjadi cetak biru bagi event-event besar lain di Indonesia — dari konser, konferensi, hingga pameran — untuk mengukur dan mengurangi jejak karbon mereka.

Dampak ke Bisnis

  • Maybank Indonesia memperkuat profil ESG di mata investor asing yang semakin menggunakan metrik keberlanjutan dalam alokasi portofolio. Ini dapat menurunkan biaya modal perusahaan di masa depan, terutama saat menerbitkan green bond atau sustainability-linked loan.
  • Penyedia jasa logistik, akomodasi, dan katering yang menjadi mitra Maybank Marathon harus berinvestasi pada sistem pelaporan emisi dan sertifikasi hijau. Dalam jangka menengah, ini menciptakan tekanan biaya namun juga membuka pasar baru bagi penyedia solusi rendah karbon.
  • Bagi perusahaan teknologi iklim seperti Jejakin, meningkatnya kesadaran ESG korporasi mendorong permintaan layanan carbon accounting dan offset. Sektor ini berpotensi tumbuh cepat, menciptakan lapangan kerja baru di bidang analisis data lingkungan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: publikasi laporan keberlanjutan Maybank Indonesia tahun 2026 — apakah target 2030 dijabarkan dengan milestone tahunan dan pengeluaran terkait.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika rupiah terus melemah, biaya pembelian kredit karbon internasional yang dihargai dalam dolar AS dapat meningkat signifikan, menggerus anggaran program ini.
  • Sinyal penting: apakah event-event besar lain (Jakarta Marathon, Borobudur Marathon) mengumumkan inisiatif serupa — jika ya, itu menandakan pergeseran industri yang permanen, bukan sekadar gimmick PR.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.