23 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Korporasi / Livin' Mandiri 42,2 Juta Pengguna — DPK Tumbuh 17,6%
Korporasi

Livin' Mandiri 42,2 Juta Pengguna — DPK Tumbuh 17,6%

Tim Redaksi Feedberry ·22 Oktober 2026 pukul 22.44 WIB · Sinyal menengah · Sumber: CNBC Indonesia ↗
5.3 Skor

Meski bukan kejutan pasar, skala 42,2 juta pengguna Livin' dan lisensi bullion menjadikan BMRI kian sentral dalam pendanaan dan ekosistem investasi ritel.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
6
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
ekspansi
Timeline
Peluncuran emas digital pada HUT ke-28 Bank Mandiri; data kinerja Livin' dan DPK hingga Agustus 2026.
Alasan Strategis
Membangun ekosistem finansial terintegrasi yang mencakup menabung, bertransaksi, pembiayaan, investasi, dan lifestyle, sekaligus memperkuat basis DPK melalui layanan digital dan emas digital.
Pihak Terlibat
Bank MandiriOtoritas Jasa Keuangan (OJK)Livin' by Mandiri

Ringkasan Eksekutif

Bank Mandiri memperluas basis layanan digitalnya dengan meluncurkan emas digital melalui Livin' setelah memperoleh izin bullion dari OJK. Langkah itu menjadikan Bank Mandiri bank konvensional pertama di Indonesia yang memegang lisensi bullion. Hingga Agustus 2026, Livin' by Mandiri memiliki 42,2 juta pengguna terdaftar, tumbuh 23,4% YoY, dengan frekuensi transaksi 3,7 miliar, naik 21,6% YoY. DPK bank only mencapai Rp1.687 triliun, tumbuh 17,6% YoY, melampaui pertumbuhan industri 13,7% YoY. Peluncuran bertepatan dengan HUT ke-28 dan tahun kelima Livin'. Angka DPK itu bukan sekadar efek digitalisasi. Livin' menjadi front end untuk layanan Save Money, Move Money, Borrow Money, dan Grow Money, sehingga emas digital masuk ke lanskap investasi dan lifestyle nasabah.

Bagi BMRI, lisensi bullion memberi akses ke rantai nilai emas: tabungan emas, jual beli, cicil emas, hingga pengambilan fisik lewat cabang dan ATM Emas. Ini memperluas cross-selling dan potensi pendapatan berbasis biaya, tetapi juga menambah beban operasional: penyimpanan fisik, penetapan harga, likuiditas, keamanan transaksi, dan kepatuhan antivuci uang. Dengan 42,2 juta pengguna Livin', setiap fitur baru punya jalur distribusi besar tanpa harus membangun basis nasabah dari nol. Di tengah USD/IDR 17.943 dan Brent US$111.11, produk emas digital relevan bagi nasabah yang mencari instrumen lindung nilai. IHSG di 5.388 (naik 2,07%) menunjukkan sentimen pasar yang positif, tetapi bukan jaminan bahwa minat terhadap emas digital langsung besar.

Bank lain yang belum memiliki lisensi bullion berpotensi tertinggal dalam ekosistem investasi dan harus bermitra atau mengajukan izin serupa. Bagi nasabah, akses emas menjadi lebih mudah; yang perlu dicermati adalah spread, biaya, dan risiko fluktuasi harga emas. Bagi BMRI, keunggulan first mover dapat memperkuat DPK dan cross-selling, tetapi tidak otomatis menaikkan margin karena DPK murah belum tentu diikuti pertumbuhan kredit yang cepat.

Mengapa Ini Penting

Ini bukan sekadar peluncuran fitur. Skala Livin' dan lisensi bullion mengubah medan persaingan perbankan dari sekadar suku bunga menjadi ekosistem transaksi-investasi; bank yang tertinggal dalam kedalaman layanan berisiko kehilangan dana murah dan frekuensi nasabah. Bagi BMRI, keunggulan first mover di bullion bisa menjadi pembeda, tetapi hanya jika operasional dan kepatuhannya mampu menjaga kepercayaan nasabah.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi BMRI, pertumbuhan DPK 17,6% YoY—lebih cepat dari industri 13,7%—memperkuat basis pendanaan. Jika dipertahankan, ini memberi ruang untuk menekan biaya dana dan membiayai ekspansi kredit, tetapi belum tentu langsung menaikkan margin karena bauran kredit dan biaya risiko tetap menentukan.
  • Lisensi bullion dan emas digital memperluas ekosistem Livin' dari transaksi ke investasi. Nasabah mendapat akses tabungan emas, cicil emas, dan pengambilan fisik; BMRI berpotensi menambah cross-selling dan pendapatan berbasis biaya, dengan konsekuensi beban operasional penyimpanan, logistik ATM Emas, dan manajemen risiko harga.
  • Bank konvensional lain yang belum memiliki lisensi bullion menghadapi tekanan untuk bermitra atau mengikuti jalur perizinan agar tidak kehilangan fitur investasi di super-app. Di sisi lain, pelaku emas fisik dan saluran investasi lain bersaing dengan kemudahan akses emas melalui perbankan digital.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pembaruan pengguna Livin', frekuensi transaksi, dan DPK pasca-Agustus 2026 — jika pertumbuhan DPK mendekati rata-rata industri 13,7%, keunggulan funding BMRI memudar.
  • Risiko yang perlu dicermati: beban operasional dan kepatuhan lisensi bullion — penyimpanan fisik, ATM Emas, dan pengawasan antivuci uang dapat menekan efisiensi jika volume emas digital tidak tumbuh sepadan.
  • Sinyal penting: langkah OJK atau bank lain terkait layanan bullion — jika izin serupa menyebar, keunggulan first mover BMRI menyempit dan persaingan biaya layanan emas meningkat.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.