20 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Korporasi / LABA-Oscarmas Bentuk GOIN Bisnis Sewa Baterai Truk EV
Korporasi

LABA-Oscarmas Bentuk GOIN Bisnis Sewa Baterai Truk EV

Tim Redaksi Feedberry ·19 Oktober 2026 pukul 23.41 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Kontan ↗
5.3 Skor

Nilai modalnya kecil, tetapi model sewa baterai menyentuh rantai nilai elektrifikasi kendaraan niaga dan hilirisasi baterai yang strategis.

Urgensi
4
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
6
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
ekspansi
Nilai Transaksi
Modal dasar Rp10 miliar
Timeline
Akta 13 Oktober 2026; peninjauan fasilitas 15 Oktober 2026; operasional bertahap setelah perizinan.
Alasan Strategis
Mengembangkan layanan baterai untuk kendaraan niaga listrik; pemisahan kepemilikan baterai dari kendaraan ditujukan menekan biaya awal elektrifikasi operator logistik.
Pihak Terlibat
PT Green Power Group Tbk (LABA)PT Oscar Investama IndonesiaPT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN)Gotion

Ringkasan Eksekutif

PT Green Power Group Tbk (LABA) bersama PT Oscar Investama Indonesia resmi membentuk perusahaan patungan PT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN) untuk bisnis baterai kendaraan niaga listrik. Akta pendirian diteken pada 13 Oktober 2026 di Jakarta. LABA memegang 51% dan Oscar Investama 49%, dengan modal dasar Rp10 miliar. Chen Xiaoxiao, Direktur Utama LABA, duduk sebagai Direktur GOIN; Williem Tanjung Oscar menjadi Komisaris. GOIN tidak menjual truk listrik. Modelnya menyewakan baterai: GOIN memiliki dan mengelola baterai, operator armada membayar sewa berkala. Layanan mencakup perdagangan dan penyewaan baterai, penyimpanan tenaga listrik, pemasangan jaringan listrik, operasi stasiun pengisian daya, serta reparasi dan pemeliharaan baterai. Pemisahan kepemilikan baterai dari kendaraan ditujukan menekan biaya awal elektrifikasi operator logistik.

Chen menyebut peluang elektrifikasi kendaraan niaga lebih besar daripada sekadar menjual truk listrik. Dua hari setelah akta, manajemen LABA dan Oscar bersama mitra teknologi baterai Gotion meninjau workshop Oscarmas. Pertemuan merekomendasikan standardisasi spesifikasi baterai untuk truk listrik ringan 4 ton, 8 ton, dan 12 ton. Baterai yang dibutuhkan harus berkapasitas lebih besar dengan dimensi lebih ringkas agar ruang muatan meluas dan bobot kendaraan turun. Yang tidak terlihat dari headline: model sewa baterai memindahkan beban belanja modal dari operator logistik ke neraca GOIN. Operator mendapat biaya awal lebih rendah, tetapi GOIN harus menanggung pembelian baterai, infrastruktur pengisian, dan pemeliharaan. Pendapatannya berulang, tetapi asetnya padat modal dan nilainya terpapar perkembangan teknologi baterai serta tingkat utilisasi armada.

Karena itu, mitra teknologi menjadi titik kritis. Gotion akan mengonfirmasi ketersediaan baterai sesuai spesifikasi, termasuk jadwal penyediaan dan pengiriman; bila spesifikasi belum tersedia, Gotion mengajukan alternatif setara atau lebih tinggi. Standardisasi 4, 8, dan 12 ton membantu skala pengadaan, tetapi juga mengunci kebutuhan pada satu arsitektur baterai. Oscarmas berperan sebagai kanal distribusi dan purna jual; Williem menyatakan setiap truk listrik yang memakai baterai GOIN harus mendapat layanan teknis yang andal.

Di sisi lain, LABA sebagai pemegang 51% mengendalikan GOIN, tetapi tetap bergantung pada pasokan baterai dan kesiapan bengkel. Dampak ke pasar lebih terasa pada rantai nilai elektrifikasi kendaraan niaga daripada pada penjualan truk listrik. Operator angkutan barang, distributor alat berat, dan penyedia jasa logistik mendapat opsi menurunkan hambatan awal elektrifikasi, asalkan tarif sewa dan keandalan layanan kompetitif. Pemasok baterai, bengkel, dan penyedia pengisian daya ikut terdorong menyesuaikan standar teknis. Bagi LABA, 51% memberi kendali, tetapi kebutuhan modal dan pengadaan baterai menentukan apakah model ini bisa diperluas. Latar makro tidak ringan: IHSG berada di 4,997 setelah terkoreksi 3,64%, USD/IDR di 17,943, dan Brent di US$110.18.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun di 5.1% serta indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121.6 menjaga biaya dana global tetap tinggi. Jika pengadaan baterai atau komponen dilakukan dalam valuta asing, pelemahan rupiah menaikkan biaya perolehan dan memperlama periode balik modal. GOIN menargetkan operasional bertahap setelah perizinan; tahap ini menentukan apakah kerja sama berubah menjadi layanan komersial.

Mengapa Ini Penting

Ini bukan sekadar pendirian perusahaan patungan. Model sewa baterai memindahkan beban belanja modal elektrifikasi dari operator logistik ke neraca GOIN, sehingga pendapatan berulang datang bersama risiko residual value, utilisasi aset, dan ketergantungan pada pasokan Gotion. Bagi LABA, 51% memberi kendali strategis, tetapi kemampuan menanggung modal dan mengunci pasokan baterai akan menentukan apakah GOIN bisa keluar dari tahap seremonial.

Dampak ke Bisnis

  • Operator armada logistik dan distributor alat berat mendapat alternatif menekan biaya awal elektrifikasi, tetapi total biaya kepemilikan tetap bergantung pada tarif sewa, keandalan baterai, dan kesiapan pengisian daya yang belum diuji secara komersial.
  • Rantai pasok pendukung di luar artikel ikut terdampak: bengkel, penyedia jasa pengisian daya, dan pemasok komponen harus menyesuaikan standar teknis untuk truk 4 ton, 8 ton, dan 12 ton; standardisasi ini bisa mempercepat skala sekaligus mempersempit pilihan pemasok.
  • Bagi LABA, 51% membuka konsolidasi kendali atas aset GOIN, tetapi model padat modal ini membutuhkan pembiayaan; jika biaya dana tetap tinggi dan rupiah tertekan, pengadaan baterai dari mitra global berpotensi menekan margin dan memperlambat ekspansi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: penyelesaian perizinan GOIN dan mulai operasional bertahap — ini menentukan apakah perusahaan patungan bergerak dari akta menjadi layanan baterai komersial.
  • Risiko yang perlu dicermati: konfirmasi Gotion soal ketersediaan baterai untuk kelas 4 ton, 8 ton, dan 12 ton — jika spesifikasi belum tersedia, jadwal layanan dan biaya pengadaan bisa bergeser.
  • Sinyal penting: apakah standardisasi baterai berujung pada kontrak pasokan atau pilot armada — tanpa penyerapan armada yang nyata, model sewa baterai belum membuktikan skala ekonomi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.