28 JUL 2026
Kripto Global Tertekan: Volume Korsel Anjlok 80% — Bayangi Pasar Indonesia

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Kripto Global Tertekan: Volume Korsel Anjlok 80% — Bayangi Pasar Indonesia
Forex & Crypto

Kripto Global Tertekan: Volume Korsel Anjlok 80% — Bayangi Pasar Indonesia

Tim Redaksi Feedberry ·28 Juli 2026 pukul 01.23 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.7 Skor

Volume kripto Korsel anjlok 80% secara tahunan, menandakan kontraksi permintaan ritel global yang bisa menular ke Indonesia — ditambah tekanan regulasi di Vietnam & Jepang yang mengancam daya saing domestik — namun dampaknya tidak instan karena transisi regulasi OJK masih berlangsung.

Urgensi
5
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Pasar kripto Asia mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir. Volume perdagangan di lima bursa utama Korea Selatan — Upbit, Bithumb, Coinone, Korbit, dan Gopax — anjlok 80% secara tahunan menjadi hanya US$305 juta rata-rata harian, dari US$2,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi meskipun indeks saham KOSPI justru naik dua kali lipat dalam periode yang sama, menunjukkan bahwa korelasi positif antara kripto dan ekuitas tradisional mulai terputus di salah satu pasar kripto paling aktif di Asia. Di luar Korea, India memperketat cengkeramannya pada sektor ini. Badan Siber India memerintahkan GitHub untuk menghapus tiga repositori aplikasi pesan terdesentralisasi BitChat dalam waktu tiga jam, dengan alasan aplikasi itu bisa digunakan untuk menghindari pemadaman internet dan pengawasan negara.

Keputusan ini dikritik oleh Internet Freedom Foundation (IFF) sebagai inkonstitusional dan mengancam kebebasan berbicara serta perangkat lunak sumber terbuka. BitChat, yang dirilis Juli 2025, telah digunakan selama periode kerusuhan di Madagaskar, Nepal, Uganda, Jamaika, dan Iran. Di sisi regulasi, India juga mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan exchange kripto melaporkan semua transaksi ke Departemen Pajak Penghasilan melalui CBDT. Sementara itu, Balaji Srinivasan memindahkan Network School-nya ke Kazakhstan setelah izin usahanya di Malaysia dicabut karena dugaan pelanggaran penggunaan lahan. Kazakhstan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Srinivasan dan berencana membangun 'kota kripto' pertama di Asia Tengah di Alatau. Bagi Indonesia, berita-berita ini membawa implikasi langsung dan tidak langsung.

Pertama, penurunan volume di Korea Selatan — yang merupakan salah satu pasar paling likuid untuk altcoin — menandakan bahwa minat ritel global terhadap aset kripto sedang meredup. Kedua, langkah Vietnam yang mulai mendenda pengguna Binance hingga US$1.900 dan Jepang yang memangkas pajak kripto menjadi 20% mulai 2028 menciptakan tekanan kompetitif terhadap Indonesia yang masih dalam transisi regulasi dari Bappebti ke OJK. Ketiga, perkembangan India menunjukkan tren global menuju pengawasan ketat terhadap platform terdesentralisasi yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Mengapa Ini Penting

Penurunan volume kripto Korea Selatan sebesar 80% secara tahunan adalah sinyal bahwa minat ritel global terhadap aset digital sedang meredup di tengah ketidakpastian regulasi dan makroekonomi. Bagi Indonesia, ini berarti tekanan pada exchange lokal yang basis investornya didominasi ritel — volume perdagangan bisa turun, margin exchange menyempit, dan valuasi startup blockchain yang bergantung pada volume transaksi akan tertekan. Yang lebih kritis: sementara Vietnam dan Jepang bergerak cepat memberikan kepastian hukum bagi industri kripto, Indonesia masih dalam proses transisi regulasi dari Bappebti ke OJK, sehingga berisiko kehilangan daya saing sebagai tujuan investasi dan pengembangan bisnis aset digital di Asia Tenggara.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto lokal (Tokocrypto, Indodax, Pintu) menghadapi risiko penurunan volume perdagangan jika sentimen negatif Korea dan tekanan regulasi global menular ke Indonesia — margin pendapatan yang bergantung pada biaya transaksi bisa menyempit.
  • Startup blockchain dan fintech Indonesia yang sedang mencari pendanaan akan kesulitan menarik minat investor institusi global di tengah ketidakpastian regulasi domestik dan persaingan dari Vietnam dan Kazakhstan yang lebih proaktif.
  • Pemerintah Indonesia melalui OJK perlu mempercepat penyelesaian kerangka regulasi aset digital baru — jika terlambat, talenta dan modal kripto bisa mengalir ke Vietnam, Jepang, atau Kazakhstan yang sudah memberikan kepastian hukum dan insentif fiskal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: volume perdagangan kripto di Indonesia mingguan — jika turun >20% dari rata-rata bulan sebelumnya, itu akan menjadi sinyal bahwa tekanan global mulai merambat ke pasar domestik.
  • Risiko yang perlu dicermati: keputusan OJK terkait kerangka regulasi aset digital baru — jika aturan bersifat restriktif (misalnya mewajibkan lisensi ketat serupa MiCA Uni Eropa), exchange lokal bisa kesulitan beradaptasi dan biaya kepatuhan membengkak.
  • Sinyal penting: respons exchange global (Binance, OKX, Crypto.com) terhadap regulasi Vietnam dan Jepang — jika mereka memilih untuk patuh dan memperluas operasi di sana, Indonesia akan semakin tertinggal sebagai hub aset digital regional.

Konteks Indonesia

Volume kripto Korea Selatan yang anjlok 80% secara tahunan adalah sinyal bagi pasar Indonesia: basis investor ritel sangat rentan terhadap perubahan sentimen global. Sementara Vietnam dan Jepang bergerak cepat memberikan kepastian regulasi — Vietnam membuka izin exchange dan Jepang memotong pajak kripto — Indonesia masih dalam transisi regulasi dari Bappebti ke OJK. Ini menempatkan Indonesia dalam posisi kurang kompetitif untuk menarik investasi dan bakat digital. Selain itu, langkah India memblokir repositori BitChat di GitHub adalah preseden yang bisa memengaruhi kebijakan sensor konten di Indonesia, terutama untuk platform terdesentralisasi yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.