20 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Kebijakan / Inggris Tolak Naikkan CGT, Pajak Bank Jadi Opsi
Kebijakan

Inggris Tolak Naikkan CGT, Pajak Bank Jadi Opsi

Tim Redaksi Feedberry ·20 Oktober 2026 pukul 15.06 WIB · Sinyal tinggi · Sumber: BBC Business ↗
5.3 Skor

Keputusan pajak Inggris tidak berdampak langsung ke Indonesia, tetapi memengaruhi yield global dan selera risiko saat rupiah serta IHSG menghadapi tekanan eksternal.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
3
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
Capital Gains Tax (CGT) Inggris
Penerbit
Menteri Keuangan Inggris John Healey / Pemerintah Inggris
Perubahan Kunci
  • ·Tidak menaikkan CGT dalam Budget
  • ·Menolak penyetaraan CGT dengan pajak penghasilan
  • ·Opsi penerimaan bergeser ke pajak bank
Pihak Terdampak
Pemilik aset dan investor InggrisBank InggrisHMRCPelaku usaha dan wiraswasta

Ringkasan Eksekutif

Menteri Keuangan Inggris John Healey menolak seruan sejumlah anggota parlemen Partai Buruh untuk menaikkan Capital Gains Tax (CGT) menjelang Budget pekan depan. CGT dikenakan atas keuntungan penjualan aset yang nilainya naik, seperti saham atau properti yang bukan hunian utama. Tarifnya 18% bagi pembayar pajak penghasilan tarif dasar dan 24% bagi tarif lebih tinggi serta tambahan. Menurut laporan awal The Times, Healey cenderung tidak menaikkan CGT. Sikap itu muncul setelah ada peringatan bahwa kenaikan pajak dapat merugikan pemerintah apabila orang kaya meninggalkan Inggris atau menunda penjualan aset. Tahun lalu HMRC memperkirakan kenaikan tarif tinggi CGT sebesar 10% justru mengurangi penerimaan Treasury £3,6 miliar pada 2028-9. Tekanan politik berasal dari dalam pemerintahan sendiri.

Sebelum Andy Burnham menjadi perdana menteri pada Juli, Menteri Kabinet Wes Streeting dan Louise Haigh menyuarakan dukungan kenaikan CGT. Haigh, sekutu penting perdana menteri, menyarankan CGT didekatkan dengan pajak penghasilan sebelum menjadi first secretary of state. Streeting menyerukan “wealth tax that works” pada Mei, tak lama setelah mundur sebagai menteri di pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer. Healey sendiri sudah menutup opsi menyamakan kedua tarif, menurut Financial Times. Dalam pidato bulan lalu, ia menekankan pentingnya perusahaan dan wiraswasta mencetak laba: Inggris harus menjadi negara pencipta kekayaan, dengan kebijakan yang menaikkan kepercayaan, investasi, dan profit bisnis. Lord Jim O'Neill, mantan penasihat Burnham dan kepala ekonom Goldman Sachs, memperingatkan bahwa menaikkan CGT akan mengirim “pesan yang salah” ke dunia usaha.

Pilihan menahan CGT bukan berarti ruang fiskal longgar. Sejumlah eksekutif bank senior memperkirakan Healey akan menaikkan pajak sektor perbankan, seiring laba besar bank-bank Inggris dan seruan serikat pekerja untuk pungutan tambahan. Opsi yang beredar mencakup kenaikan surcharge dan bank levy, dua instrumen yang sudah membebani neraca bank.

Di sisi lain, pemimpin Konservatif Kemi Badenoch dijadwalkan mendesak pemerintah memangkas rencana belanja dan mengurangi pinjaman dalam pidato pra-Budget Selasa. Ia akan menyerukan “hidup sesuai kemampuan” dan mengarah ke rencana penghematan £70 miliar, termasuk belanja kesejahteraan dan bantuan pembangunan luar negeri. Kombinasi ini memperlihatkan Budget 28 Oktober sebagai ujian kredibilitas fiskal: pemerintah harus menambal defisit tanpa menakuti investor, bank, dan wajib pajak berpenghasilan tinggi. Bagi pasar, sinyal paling penting adalah reaksi terhadap Gilt dan pound setelah pengumuman Budget. Jika yield obligasi pemerintah Inggris naik, tekanan dapat menyebar ke kurva global yang sudah tinggi—US Treasury 10 tahun berada di 5,09% dan indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121,4.

Dalam konteks itu, rupiah di Rp17.995 per dolar AS dan IHSG di 5.221 menghadapi jalur transmisi melalui arus modal dan valuasi. Brent di US$110,70 per barel menambah beban impor energi Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Keputusan menahan CGT menunjukkan pemerintah Inggris memilih melindungi basis investor dan wiraswasta daripada mengejar penerimaan jangka pendek. Namun karena pajak penghasilan, National Insurance, dan PPN sudah dijanjikan tidak dinaikkan, beban fiskal akan bergeser ke bank dan belanja publik. Pergeseran ini mengubah lanskap kompetisi sektor keuangan Inggris dan ekspektasi yield global.

Dampak ke Bisnis

  • Bank Inggris menghadapi risiko kenaikan surcharge dan bank levy untuk menambal defisit. Jika pungutan dinaikkan, laba dan kapasitas kredit bank dapat tertekan, dengan efek lanjutan ke pembiayaan korporasi dan konsumen.
  • Pemilik aset dan investor berpenghasilan tinggi di Inggris memperoleh sinyal bahwa CGT tidak akan dinaikkan dalam Budget kali ini. Namun risiko regulasi tetap ada jika kebutuhan fiskal memburuk dan opsi lain tertutup.
  • Dampak ke Indonesia bersifat tidak langsung melalui pasar obligasi global. Kenaikan Gilt yield berpotensi menaikkan biaya modal global, menekan arus modal ke pasar berkembang, dan memperbesar tekanan pada rupiah serta valuasi saham domestik.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pengumuman Budget 28 Oktober — apakah keputusan tidak menaikkan CGT dipertahankan dan dari mana penerimaan pengganti diperoleh.
  • Risiko yang perlu dicermati: kenaikan pajak bank — jika surcharge dikembalikan ke 8% atau moratorium offset kerugian diberlakukan, laba bank Inggris dan kapasitas kredit bisa berubah.
  • Sinyal penting: reaksi Gilt yield dan pound — jika yield naik tajam, risiko penularan ke yield global dan rupiah meningkat; pantau USD/IDR di 17.995 dan IHSG di 5.221.

Konteks Indonesia

Keputusan Inggris mempertahankan CGT dan kemungkinan menambah pajak bank akan diuji pasar melalui imbal hasil Gilt. Jika yield Inggris naik, tekanan menyebar ke kurva obligasi global yang sudah tinggi—US Treasury 10 tahun di 5,09% dan indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121,4—sehingga arus modal ke pasar berkembang, termasuk Indonesia, berpotensi lebih selektif. Rupiah berada di Rp17.995 per dolar AS dan IHSG di 5.221; kombinasi dolar kuat dan yield global tinggi menjadi jalur utama tekanan ke valuasi aset domestik. Harga Brent di US$110,70 per barel menambah beban impor energi, memperkuat pentingnya stabilitas fiskal dan moneter.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.