2 JUL 2026
Hashim Djojohadikusumo Jadi Komisaris Utama WIFI — Isu Tata Kelola Kembali Mengemuka

Foto: Tempo Bisnis — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Korporasi / Hashim Djojohadikusumo Jadi Komisaris Utama WIFI — Isu Tata Kelola Kembali Mengemuka
Korporasi

Hashim Djojohadikusumo Jadi Komisaris Utama WIFI — Isu Tata Kelola Kembali Mengemuka

Tim Redaksi Feedberry ·1 Juli 2026 pukul 14.49 · Sinyal menengah · Sumber: Tempo Bisnis ↗
7 Skor

Pengangkatan figur politik di perusahaan publik di tengah tekanan fiskal dan kontroversi tata kelola dapat menggerus kepercayaan investor domestik dan asing.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
8
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
pergantian_direksi
Timeline
RUPST 30 Juni 2026; efektif sejak pengumuman 1 Juli 2026
Alasan Strategis
Memperkuat kepemimpinan dan tata kelola perusahaan, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Pihak Terlibat
Hashim DjojohadikusumoPT Solusi Sinergi Digital (Surge/WIFI)Hermansjah HaryonoFadel MuhammadHendrik TeeHenny Santoso

Ringkasan Eksekutif

Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, resmi diangkat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital (Surge/WIFI) dalam RUPST 30 Juni 2026. Ia menggantikan Hermansjah Haryono. Susunan dewan komisaris juga diperkuat oleh Fadel Muhammad sebagai Komisaris dan Doni Satiaji Soetadi sebagai Komisaris Independen. Di jajaran direksi, Hendrik Tee ditunjuk sebagai Direktur Utama, sementara Henny Santoso masuk sebagai direktur baru. RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih 2025 sebesar Rp632,9 miliar, termasuk pembagian dividen Rp2 per saham. Sebelum menjabat, Hashim sudah tercatat sebagai salah satu investor Surge — perusahaan yang pada Oktober 2025 memenangkan tender pita frekuensi FWA 1,4 GHz dan meluncurkan Internet Rakyat (IRA) pada November 2025. Keputusan ini muncul di saat sensitif.

Sehari sebelumnya, Arsari Group—milik Hashim—membantah tuduhan kepemilikan saham di FolaPlay dan penyalahgunaan anggaran negara. Bantahan itu diperlukan karena isu tersebut berpotensi menggerus kepercayaan publik di tengah tekanan fiskal yang sudah nyata—defisit APBN 2026 telah mencapai angka yang membuat setiap tuduhan serupa memiliki dampak politik dan ekonomi. Meskipun belum ada investigasi lanjutan, pengangkatan Hashim di WIFI langsung disorot sebagai ujian independensi dewan komisaris dan tata kelola perusahaan yang terafiliasi dengan kekuasaan. Dampak langsung dari langkah ini adalah meningkatnya pengawasan publik dan investor terhadap WIFI. Perusahaan yang bergerak di solusi sinergi digital dan infrastruktur telekomunikasi ini kini memiliki komisaris utama dengan latar belakang politik dan bisnis yang kuat.

Di satu sisi, kehadiran Hashim bisa membuka akses ke proyek-proyek strategis pemerintah—terutama di sektor digital dan frekuensi.

Di sisi lain, risiko persepsi negatif bisa menekan harga saham WIFI jika investor mengaitkannya dengan praktik politisasi BUMN yang belakangan marak, seperti penunjukan relawan di Pertamina Retail. Investor institusi asing yang sensitif terhadap governance kemungkinan akan wait-and-see sebelum menambah eksposur di emiten-emiten yang dianggap berafiliasi politik.

Mengapa Ini Penting

Pengangkatan ini bukan sekadar rotasi dewan komisaris biasa. Hashim adalah figur sentral di era Prabowo, dan langkah ini menguji komitmen pemerintah terhadap profesionalisme dan tata kelola BUMN dan perusahaan publik. Jika pasar membaca ini sebagai politisasi, risiko outflow asing dari saham-saham terafiliasi pemerintah bisa meningkat, memperburuk tekanan terhadap rupiah dan IHSG yang sudah tertekan oleh defisit fiskal. Sebaliknya, jika Hashim mampu membawa nilai tambah bisnis, WIFI bisa menjadi kendaraan pertumbuhan sektor digital nasional.

Dampak ke Bisnis

  • WIFI (Surge) kini memiliki komisaris utama dengan akses langsung ke pusat kekuasaan. Ini bisa mempercepat perolehan proyek pemerintah di bidang frekuensi dan infrastruktur digital, namun juga menimbulkan risiko sentimen negatif dari investor yang khawatir terhadap konflik kepentingan.
  • Emiten lain yang komisarisnya berasal dari kalangan politik atau relawan—seperti Pertamina Retail dan Telkom—akan ikut menjadi sorotan. Pasar akan mencermati apakah praktik ini menyebar ke BUMN lain dan memicu penurunan valuasi premium yang selama ini dinikmati emiten BUMN.
  • Dalam jangka menengah, keputusan ini bisa mempengaruhi minat investor asing pada pasar modal Indonesia. Jika persepsi tata kelola memburuk, capital outflow tidak hanya menyasar WIFI tetapi juga saham-saham LQ45 yang dianggap memiliki risiko governance tinggi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pergerakan harga dan volume saham WIFI di BEI dalam 1-2 pekan ke depan—apakah terjadi aksi jual signifikan diikuti oleh koreksi atau justru akumulasi oleh investor yang optimis terhadap prospek bisnis.
  • Risiko yang perlu dicermati: perkembangan isu FolaPlay dan tuduhan penyalahgunaan anggaran. Jika muncul investigasi resmi atau pernyataan baru yang memperkuat tuduhan, dampaknya akan menyebar ke sentimen pasar secara luas, terutama terhadap saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok politik tertentu.
  • Sinyal penting: respons dari OJK atau BEI terhadap pengangkatan ini. Jika otoritas pasar modal memberikan pernyataan atau melakukan evaluasi terhadap independensi dewan komisaris, itu akan menjadi indikator ketegasan regulasi tata kelola di Indonesia.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.