13 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / EUR/JPY Melemah ke 176,90, Yen di Ambang Oversold
Forex & Crypto

EUR/JPY Melemah ke 176,90, Yen di Ambang Oversold

Tim Redaksi Feedberry ·13 Oktober 2026 pukul 11.08 WIB · Sinyal menengah · Sumber: FXStreet ↗
3.7 Skor

Analisis teknikal cross rate dengan dampak ke Indonesia yang tidak langsung — hanya melalui sentimen risk appetite global dan dinamika carry trade yen.

Urgensi
4
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
3
Analisis Data Pasar
Instrumen
EUR/JPY
Harga Terkini
176,90
Level Teknikal
Support 176,00 dan 175,70; resistance 177,44 (EMA 9 hari) dan 180,47 (EMA 50 hari); batas atas kanal menurun di 183,90
Katalis
  • ·Pola descending channel yang menandakan bias bearish berlanjut
  • ·RSI 14 hari di 32,75 mendekati zona oversold
  • ·Posisi harga di bawah EMA 9 hari dan EMA 50 hari

Ringkasan Eksekutif

EUR/JPY melemah untuk hari kedua berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 176,90 pada sesi Asia. Analisis teknikal grafik harian menunjukkan pasangan mata uang ini masih bergerak dalam pola descending channel — kanal menurun — sehingga bias bearish masih berlanjut. Posisi harga tertahan di bawah EMA 9 hari dan EMA 50 hari, indikasi bahwa tekanan jual jangka pendek belum mereda. RSI 14 hari berada di 32,75, hanya sedikit di atas zona oversold, mengisyaratkan tekanan ke bawah masih berlanjut meski penurunan sudah mulai terentang. Pada sisi bawah, support awal berada di batas bawah kanal menurun sekitar 176,00. Penembusan level itu membuka perhatian ke titik terendah 11 bulan di 175,70 yang tercatat pada November 2025.

Jika tekanan jual menguat dan menembus zona support konfluen tersebut, pelemahan lebih lanjut berpotensi mengekspos titik terendah 14 bulan di 169,72. Sebaliknya, resistance utama terdekat berada di EMA 9 hari pada 177,44, diikuti EMA 50 hari di 180,47. Pergerakan yang meyakinkan di atas kedua rata-rata ini akan memicu pembalikan bullish, membuka peluang menyentuh batas atas kanal menurun di sekitar 183,90, dengan titik tertinggi sepanjang masa 187,95 yang tercatat pada 17 April sebagai target akhir. Analis Commerzbank mencatat investor Jepang telah menjadi penjual bersih obligasi Prancis jangka panjang selama dua belas bulan terakhir, dan pembelian bersih kumulatif sejak awal 2014 menurun sejak pandemi.

Namun mereka menilai investor tersebut sudah kembali sebagai pembeli dalam tiga bulan terakhir, sehingga kecil kemungkinan menjadi penyebab gejolak di pasar obligasi Prancis. Sinyal ini relevan bagi pasar global karena investor Jepang adalah penopang pasar obligasi dunia; perubahan orientasi mereka berdampak pada imbal hasil global, dan pada gilirannya pada SBN Indonesia. Sebagai cross rate, pergerakan EUR/JPY tidak melibatkan rupiah secara langsung. Transmisinya berjalan melalui sentimen risk appetite dan carry trade — yen yang menguat umumnya berkorelasi dengan pelepasan posisi carry trade, yang menekan aset emerging market. Konteks pasar terkini memperlihatkan IHSG di 5.909 dengan koreksi 3,03%, sementara USD/IDR berada di 17.930.

Mengapa Ini Penting

Pelemahan EUR/JPY adalah sinyal penguatan yen yang lebih luas. Ketika yen menguat, posisi carry trade yang dibiayai yen — salah satu mesin likuiditas global — cenderung ditutup, dan arus keluar dari aset berisiko menyentuh pasar berkembang lebih dulu. Yang tidak langsung terlihat: investor Jepang adalah pemegang besar obligasi pemerintah dunia, sehingga perubahan arah aliran modal mereka berdampak pada imbal hasil global, termasuk SBN Indonesia, sebelum efeknya terasa di ekuitas.

Dampak ke Bisnis

  • Penguatan yen yang tercermin dari pelemahan EUR/JPY kerap berbarengan dengan pelepasan posisi carry trade global. Arus keluar dari aset berisiko biasanya menekan ekuitas dan obligasi emerging market, termasuk Indonesia — IHSG di 5.909 dengan koreksi 3,03% dan USD/IDR di 17.930 dalam data pasar terkini memperlihatkan tekanan eksternal yang sudah berlangsung.
  • Investor Jepang termasuk pemegang terbesar obligasi pemerintah global. Perubahan orientasi mereka dari penjual bersih menjadi pembeli bersih obligasi Prancis jangka panjang menjadi sinyal bahwa aliran modal Jepang dapat bergerak cepat. Repatriasi modal ke Jepang akan mengurangi permintaan obligasi global dan berpotensi menaikkan imbal hasil, termasuk SBN Indonesia.
  • Bagi korporasi Indonesia dengan eksposur utang atau transaksi dagang dalam yen, penguatan yen menaikkan nilai kewajiban dalam rupiah. Efek ini tidak muncul di headline tetapi terlihat di laporan keuangan kuartalan berikutnya, terutama bagi perusahaan yang mengimpor mesin atau bahan baku dari Jepang.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: level support 176,00 dan 175,70 pada EUR/JPY — penembusan di bawahnya memperkuat sinyal penguatan yen dan risiko risk-off di Asia.
  • Risiko yang perlu dicermati: pelepasan posisi carry trade — penguatan yen yang tajam dapat memicu arus keluar dari SBN dan IHSG serta menekan rupiah.
  • Sinyal penting: komunikasi Bank of Japan dan rilis inflasi Jepang — perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat mengubah arah aliran modal global dan menentukan keberlanjutan penguatan yen.

Konteks Indonesia

Dampak langsung EUR/JPY ke pasar domestik terbatas karena pasangan ini merupakan cross rate yang tidak melibatkan rupiah. Jalur transmisinya melalui sentimen risk appetite global dan dinamika carry trade. Yen yang menguat terhadap euro umumnya berkorelasi dengan pelepasan posisi carry trade, yang dapat memicu arus keluar dari aset emerging market termasuk Indonesia. Selain itu, investor Jepang adalah pemegang besar obligasi global; perubahan arah aliran modal mereka berdampak pada imbal hasil obligasi global, termasuk SBN.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.