31 JUL 2026
Emas Tokenized Tahan Uji Stress DeFi, Tapi <2% Jadi Agunan Pinjaman

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Emas Tokenized Tahan Uji Stress DeFi, Tapi <2% Jadi Agunan Pinjaman
Forex & Crypto

Emas Tokenized Tahan Uji Stress DeFi, Tapi <2% Jadi Agunan Pinjaman

Tim Redaksi Feedberry ·30 Juli 2026 pukul 15.48 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.3 Skor

Temuan ini signifikan untuk kredibilitas tokenisasi RWA, tapi dampak langsung ke Indonesia masih terbatas karena adopsi pinjaman DeFi lokal belum masif. Urgensi menengah karena implikasi struktural, bukan krisis segera.

Urgensi
5
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Laporan RedStone mengungkap bahwa emas tokenized (tokenized gold) berhasil bertahan dalam uji tekanan saat harga emas fisik terkoreksi tajam lebih dari 26% dari puncak Januari 2026. Meski menunjukkan ketahanan sebagai aset jaminan di protokol DeFi seperti Morpho dan Aave, adopsinya sebagai agunan pinjaman masih sangat terbatas — kurang dari 2% dari total pasokan emas tokenized digunakan sebagai collateral. Ini menjadi temuan penting karena pasar tokenized RWA (real-world assets) terus berkembang pesat, mencapai lebih dari $43 miliar nilai total menurut Token Terminal pada Juni. Secara paralel, bursa kripto terpusat juga mulai gencar mengadopsi aset tokenized — CoinGecko mencatat pasar 'crypto TradFi' mencapai $6,6 miliar pada bulan yang sama.

Di Indonesia, momentum ini relevan dengan peluncuran Tokenized Stocks oleh Tokocrypto pada awal Juli 2026 yang memberi akses ke saham global seperti SpaceX dan Nvidia. Namun, kondisi makro domestik menantang: rupiah berada di level tertekan di atas Rp18.000 per dolar AS dan imbal hasil US Treasury 10 tahun di atas 4,6% menekan aset berisiko, termasuk aset digital. Jika regulator OJK dan Bappebti tidak segera memberikan kepastian hukum terhadap tokenisasi aset, adopsi di Indonesia bisa terhambat. Sebaliknya, jika kerangka regulasi jelas, tokenized gold dan aset RWA lainnya berpotensi menjadi instrumen baru untuk diversifikasi portofolio investor ritel dan institusi di Indonesia, sekaligus memperdalam pasar keuangan digital.

Mengapa Ini Penting

Temuan RedStone bahwa emas tokenized bertahan dalam stress test adalah validasi penting bagi kredibilitas aset RWA di DeFi. Namun, angka <2% yang digunakan sebagai collateral menunjukkan infrastruktur pinjaman DeFi masih belum siap untuk adopsi massal. Ini artinya, potensi tokenisasi untuk membuka likuiditas dan efisiensi modal belum sepenuhnya terealisasi — yang menjadi isyarat bagi regulator dan pelaku pasar di Indonesia untuk tidak terburu-buru meniru model global tanpa infrastruktur yang matang.

Dampak ke Bisnis

  • Tokenized gold sebagai aset stabil: Ketahanannya saat pasar koreksi jadi sinyal bagi emiten dan exchange lokal untuk mempertimbangkan listing produk sejenis. Tapi adopsi rendah sebagai agunan menunjukkan likuiditas pinjaman DeFi masih terbatas.
  • Tekanan terhadap proyek tokenisasi lokal: Jika adopsi global terhambat karena infrastruktur DeFi belum siap, produk tokenisasi Indonesia (seperti dari Tokocrypto) juga berisiko kurang diminati, terutama di tengah tekanan rupiah dan suku bunga tinggi yang membuat investor ritel lebih konservatif.
  • Potensi regulasi lebih ketat: Data rendahnya penggunaan sebagai collateral bisa dijadikan argumen oleh regulator (OJK/Bappebti) untuk memperlambat izin produk tokenized karena dianggap belum matang secara infrastruktur pasar dan perlindungan konsumen.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: Volume agunan emas tokenized di Morpho dan Aave dalam 2-4 minggu ke depan — jika masih stagnan di bawah 2%, sinyal bahwa masalah infrastruktur kredit DeFi belum teratasi.
  • Risiko yang perlu dicermati: Jika terjadi koreksi harga emas lebih dalam, potensi likuidasi berantai di DeFi bisa kembali terulang, meski emas tokenized terbukti resilient di stress test pertama.
  • Sinyal penting: Pernyataan resmi dari OJK atau Bappebti terkait kerangka regulasi tokenisasi RWA — jika ada kepastian hukum, minat institusi Indonesia bisa meningkat drastis.

Konteks Indonesia

Bagi Indonesia, temuan ini relevan dengan peluncuran produk Tokenized Stocks oleh Tokocrypto dan potensi ekspansi ke aset RWA lain seperti emas dan obligasi. Ketahanan emas tokenized di tengah koreksi harga global menunjukkan model ini bisa menjadi alternatif diversifikasi bagi investor ritel Indonesia yang selama ini kesulitan mengakses pasar global. Namun, adopsi yang masih rendah sebagai agunan pinjaman DeFi menekankan pentingnya infrastruktur pasar dan regulasi yang jelas sebelum produk serupa bisa diadopsi secara massal di dalam negeri — terutama mengingat tekanan rupiah dan suku bunga global yang masih tinggi, yang membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Regulator Indonesia harus mencermati perkembangan ini sebagai bahan evaluasi untuk menyusun kerangka hukum yang tidak hanya melindungi investor tetapi juga mendorong inovasi di pasar aset digital.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.