30 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Korporasi / Eldorado Pangkas Proyeksi Emas 18% — Skouries Tertunda
Korporasi

Eldorado Pangkas Proyeksi Emas 18% — Skouries Tertunda

Tim Redaksi Feedberry ·29 Oktober 2026 pukul 21.56 WIB · Sumber: MINING.com ↗
3.3 Skor

Kabar ini spesifik korporat, tetapi menyentuh sentimen emas-tembaga dan risiko eksekusi proyek tambang; dampak langsung ke Indonesia terbatas.

Urgensi
4
Luas Dampak
3
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

Eldorado Gold memangkas proyeksi produksi emas 2026 sebesar 18% di titik tengah, dari 495.000–600.000 oz menjadi 425.000–475.000 oz, setelah proyek tembaga-emas Skouries di Yunani ramp-up lebih lambat dari rencana. Perusahaan yang berbasis di Vancouver itu juga mengungkap tambahan biaya US$160 juta di Skouries, ditambah US$80 juta belanja yang sebelumnya direncanakan setelah produksi komersial tetapi kini diperkirakan keluar lebih awal. Total belanja modal proyek kini diperkirakan US$1,43 miliar, naik US$110 juta, sementara belanja modal operasional yang dipercepat naik US$130 juta menjadi US$390 juta. Masih ada potensi tambahan US$30 juta tergantung kapan produksi komersial dimulai. Produksi komersial Skouries masih ditargetkan paling lambat 31 Desember.

Pasar merespons negatif: saham Eldorado turun 7,9% ke C$44,44 pada perdagangan Kamis pagi di Toronto, dengan kapitalisasi pasar sekitar C$11,6 miliar atau US$8,3 miliar. Dalam setahun terakhir, saham bergerak di rentang C$34,25–C$69,46. Tekanan produksi tidak hanya di Skouries. Proyeksi emas dari tambang yang sudah beroperasi dipangkas menjadi 410.000–430.000 oz dari 430.000–490.000 oz, mencerminkan kekurangan di Kisladag, Turki, dan Olympias, Yunani. Untuk Skouries sendiri, output emas tahun ini menyusut menjadi 10.000–35.000 oz dari 60.000–100.000 oz, turun 72% di titik tengah. Dua dari enam filter press tailings sudah beroperasi; empat lainnya diperkirakan menyala pada November. Generator sementara yang sempat menambah biaya sudah dilepas setelah koneksi jaringan listrik.

Analis Jefferies, Fahad Tariq, menyebut tambahan kenaikan modal dan produksi 2026 yang jauh lebih rendah memperkuat kekhawatiran eksekusi menjelang 2027. Ini menjadi tahun keempat revisi guidance negatif dalam lima tahun terakhir, sehingga menurut Tariq investor akan mempertanyakan rekam jejak eksekusi perusahaan. Ia tetap mempertahankan rating beli. Analis National Bank Financial, Don DeMarco, menghitung kenaikan underlying biaya Skouries sebesar US$160 juta atau 10%, setelah memisahkan reklasifikasi belanja. Inti persoalannya bukan sekadar angka produksi yang lebih kecil, melainkan pergeseran waktu arus kas. Eldorado sedang berada di fase belanja konstruksi berat dan berharap Skouries serta McIlvenna Bay di Saskatchewan menjadi mesin kas. Ramp-up yang lebih lambat menunda transisi itu, sementara biaya justru naik.

Bagi pasar emas global, dampaknya terbatas pada neraca pasokan jangka pendek karena produksi Eldorado relatif kecil; yang lebih penting adalah sinyal bahwa proyek tambang di yurisdiksi mahal seperti Eropa tetap rentan terhadap keterlambatan commissioning. Bagi tembaga, Skouries adalah proyek tembaga-emas, sehingga penundaan pasokan baru memberi dukungan marginal pada harga, tetapi belum cukup mengubah keseimbangan global. Konteks pasar hari ini menunjukkan tekanan risk-off: IHSG di 5,009 turun 5,17%, USD/IDR di 18,130, dan Brent di $112.11 naik 1,18%. Kombinasi rupiah lemah dan minyak tinggi membuat berita korporat tambang global lebih terasa pada sentimen sektoral ketimbang pasar luas.

Mengapa Ini Penting

Yang berubah bukan pasokan emas global, melainkan ekspektasi arus kas Eldorado: proyek Skouries menelan biaya lebih besar dan menghasilkan lebih sedikit emas pada tahun pertama. Ini memperkuat tema risiko eksekusi di sektor tambang, yang bisa menular ke cara investor menilai proyek tembaga-emas lain, termasuk di Indonesia.

Dampak ke Bisnis

  • Emiten emas domestik menghadapi lingkungan sentimen yang lebih sensitif terhadap risiko eksekusi proyek. Fokus investor bergeser dari sekadar harga emas ke disiplin biaya dan kepastian jadwal produksi, terutama untuk proyek yang masih dalam tahap commissioning.
  • Produsen tembaga Indonesia seperti Freeport Indonesia dan Amman Mineral dapat merasakan dampak tidak langsung. Penundaan Skouries menunda tambahan pasokan tembaga global, sehingga harga tembaga berpotensi lebih terdukung, tetapi risiko eksekusi proyek hilirisasi domestik juga menjadi sorotan.
  • Kontraktor dan penyedia jasa tambang berpotensi mendapat pekerjaan tambahan dari perpanjangan commissioning dan kenaikan belanja modal. Namun bagi produsen, arus kas tertahan lebih lama karena biaya keluar lebih awal sementara pendapatan produksi belum optimal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: operasional empat dari enam filter press tailings pada November — jika molor, target produksi komersial 31 Desember berisiko dan revisi guidance lanjutan bisa terjadi.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi tambahan biaya US$30 juta jika produksi komersial tertunda — akan memperbesar tekanan arus kas Eldorado dan memperkuat kekhawatiran eksekusi.
  • Sinyal penting: revisi guidance 2027 dan komentar analis soal empat tahun revisi negatif dalam lima tahun — menjadi penanda apakah masalah Skouries bersifat sementara atau struktural.

Konteks Indonesia

Keterlambatan Skouries menunda tambahan pasokan tembaga-emas global. Bagi Indonesia, jalur transmisinya melalui harga komoditas dan sentimen emiten tambang: produsen tembaga domestik seperti Freeport Indonesia dan Amman Mineral dapat merasakan dampak tidak langsung dari harga tembaga yang lebih terdukung, sementara emiten emas menghadapi lingkungan harga yang dipengaruhi risiko pasokan global.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.