27 MEI 2026
Draf Amendemen AMM XRPL Tambah Tiga Kurva Baru, Dorong Efisiensi DeFi

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Draf Amendemen AMM XRPL Tambah Tiga Kurva Baru, Dorong Efisiensi DeFi
Forex & Crypto

Draf Amendemen AMM XRPL Tambah Tiga Kurva Baru, Dorong Efisiensi DeFi

Tim Redaksi Feedberry ·26 Mei 2026 pukul 15.34 · Sumber: CoinDesk ↗
3.7 Skor

Draf amendemen masih dalam tahap awal, proses voting berbulan-bulan; dampak ke Indonesia terbatas pada sentimen kripto ritel dan potensi adopsi jangka panjang.

Urgensi
4
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
3

Ringkasan Eksekutif

XRP Ledger (XRPL) tengah menggagas amendemen berjudul "AMM Swappable Curves" yang dirilis dalam bentuk draf oleh pengembang inti Denis Angell dan Roman Thpt. Amendemen ini mengusulkan penambahan tiga jenis kurva otomatis pada automated market maker (AMM) native XRPL: constant product, concentrated liquidity, dan StableSwap, serta satu kurva terprogram (Smart AMM) yang akan menyusul. Saat ini AMM XRPL hanya memiliki satu model kurva yang menyebarkan likuiditas secara merata di seluruh rentang harga, sehingga kurang efisien untuk pasangan aset stabil seperti stablecoin atau aset yang diperdagangkan mendekati 1:1. Tujuan amendemen ini adalah menutup kesenjangan terbesar XRPL sebagai platform DeFi. Dengan tiga kurva baru, penyedia likuiditas dapat memilih cara aset dihargai dalam kumpulan likuiditas, memungkinkan alokasi modal yang lebih presisi.

Concentrated liquidity memfokuskan likuiditas pada rentang harga tempat sebagian besar perdagangan terjadi, menghasilkan kedalaman pasar yang lebih besar per dolar yang didepositokan. StableSwap dirancang khusus untuk aset yang nilainya hampir identik, seperti stablecoin yang dipatok dolar atau wrapped asset. Konteksnya penting: saat ini lebih dari $3 miliar aset dunia nyata (real-world assets) telah ditokenisasi di XRPL, termasuk pilot Ripple-JPMorgan yang memproses penebusan Treasury AS dalam waktu kurang dari lima detik. Namun, keterbatasan AMM menghambat partisipasi penyedia likuiditas institusional yang membutuhkan efisiensi modal lebih tinggi. Dampak dari amendemen ini, jika lolos voting validator, akan terasa di beberapa lapisan.

Pertama, penyedia likuiditas—baik ritel maupun institusional—dapat memperoleh imbal hasil lebih tinggi dengan modal yang sama, karena kurva baru memungkinkan imbalan biaya yang lebih besar dari perdagangan dalam rentang harga sempit. Kedua, pengguna DeFi akan menikmati slippage yang lebih rendah, terutama pada perdagangan stablecoin dan aset berkorelasi. Ketiga, ekosistem tokenisasi aset dunia nyata di XRPL menjadi lebih kompetitif dibandingkan blockchain lain (seperti Ethereum) yang sudah memiliki berbagai jenis AMM. Namun, perlu dicatat bahwa proses amendemen XRPL memerlukan voting validator dan biasanya memakan waktu berbulan-bulan, tanpa jaminan lolos.

Mengapa Ini Penting

Amendemen ini penting karena XRPL selama ini tertinggal dalam fitur DeFi dibandingkan platform seperti Ethereum, Solana, atau Binance Smart Chain. Jika disetujui, XRPL dapat menarik lebih banyak likuiditas institusional dan proyek tokenisasi aset dunia nyata, memperkuat posisinya sebagai blockchain khusus untuk aset terkelola secara regulasi. Dampak langsung ke Indonesia tidak besar, tetapi sentimen positif terhadap XRP dan ekosistemnya dapat mempengaruhi volume perdagangan kripto di bursa lokal serta minat pengembang blockchain Indonesia untuk mengeksplorasi XRPL.

Dampak ke Bisnis

  • Likuiditas DeFi XRPL berpotensi meningkat tajam, menarik minat penyedia likuiditas dari Indonesia yang mencari platform alternatif selain Ethereum dengan biaya transaksi lebih rendah dan kecepatan tinggi.
  • Tokenisasi aset dunia nyata di XRPL jadi lebih efisien, membuka peluang bagi institusi keuangan Indonesia (seperti bank atau manajer aset) untuk menerbitkan aset digital—misalnya obligasi korporasi atau reksa dana tokenized—memanfaatkan infrastruktur XRPL yang sudah teruji.
  • Persaingan antar blockchain semakin ketat; perusahaan dan pengembang di Indonesia perlu memonitor adopsi kurva baru untuk menentukan alokasi sumber daya pengembangan aplikasi DeFi, terutama jika ekosistem XRPL menunjukkan pertumbuhan signifikan pasca-amendemen.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons komunitas validator XRPL terhadap draf amendemen—apakah ada penolakan, modifikasi, atau percepatan voting.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika amendemen gagal lolos voting, kepercayaan terhadap kemampuan inovasi XRPL bisa menurun, mengurangi minat pengembang dan likuiditas.
  • Sinyal penting: adopsi awal oleh penyedia likuiditas besar atau pengumuman pilot tokenisasi baru oleh Ripple/JPMorgan setelah amendemen aktif—ini akan menjadi katalis sentimen positif.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki pasar kripto ritel yang aktif dengan beberapa exchange lokal mendukung XRP. Jika amendemen ini lolos dan meningkatkan utilitas XRPL, dapat mendorong adopsi DeFi di Indonesia melalui platform yang dibangun di atas XRPL. Selain itu, perkembangan tokenisasi aset di XRPL relevan dengan inisiatif digitalisasi aset keuangan di Indonesia, di mana OJK dan regulator sedang merumuskan kerangka aset digital. Namun, dampak langsung masih terbatas karena proses amendemen masih panjang dan belum ada keterlibatan institusi Indonesia yang disebut.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.