Bukan kejadian mendesak bagi pasar domestik, tetapi penanda pergeseran struktural rantai nilai infrastruktur komputasi global yang cepat atau lambat menyentuh peta investasi data center dan kebutuhan listrik di kawasan.
- Jenis Aksi
- restrukturisasi
- Timeline
- Penghentian operasi tambang ditargetkan selesai pada kuartal keempat 2026, dengan posisi sebagai penyedia colocation murni pada 2027; hosting penambangan sebelumnya dijadwalkan berakhir 31 Desember, dan laporan Desember 2025 menyebut target penghentian penambangan pada 2028.
- Alasan Strategis
- Beralih dari penambangan Bitcoin yang marginnya tertekan hashprice rendah dan harga Bitcoin yang lebih lemah, menjadi penyedia colocation high-density murni bagi beban kerja kecerdasan artifisial dan komputasi berperforma tinggi, yang pada kuartal ketiga memasok US$215,4 juta dari total pendapatan US$232,9 juta.
- Pihak Terlibat
- Core ScientificCoreWeaveBlockProto
Ringkasan Eksekutif
Core Scientific menutup babak penambangan Bitcoin: penghentian operasi tambang ditargetkan rampung pada kuartal keempat 2026, dan perusahaan masuk 2027 sebagai penyedia colocation high-density murni. Arah itu disampaikan CFO Jim Nygaard dalam panggilan kinerja kuartal ketiga. Angkanya menjelaskan mengapa keputusan itu diambil. Penambangan Bitcoin hanya menyumbang US$17,5 juta, atau 7,5%, dari total pendapatan kuartal ketiga sebesar US$232,9 juta, sedangkan layanan colocation memasok US$215,4 juta. Pendapatan self-mining menyusut menjadi US$12,3 juta dari US$57,4 juta setahun sebelumnya, dan pendapatan hosting penambang lain turun ke US$5,2 juta dari US$8,7 juta. Jumlah mesin tambang yang beroperasi pada akhir September berkurang hampir separuh dibanding akhir 2025. Keputusan ini lebih merupakan konsekuensi aritmetika daripada pernyataan strategi.
Pada kuartal pertama 2026, Core Scientific membukukan penurunan nilai aset terkait penambangan sebesar US$266,5 juta, yang dipicu harga Bitcoin yang lebih lemah, hashprice yang disebut berada di level historis rendah, serta menyusutnya nilai peralatan tambang di pasar sekunder. Pada kuartal kedua, perusahaan mengakhiri perjanjian peralatan tambang dengan Block dan Proto dan mencatat kerugian US$41,9 juta sebagai bagian dari transisi. Jejak pergeseran ini bisa dilacak sejak 2024: kesepakatan hosting awal dengan CoreWeave pada Maret, lalu kontrak yang jauh lebih besar pada Juni tahun yang sama. Saat itu kapasitas penambangan masih ingin dipertahankan, dan laporan Desember 2025 bahkan menyebut target penghentian pada 2028. Kini tenggat itu ditarik maju dua tahun. Yang berubah bukan sekadar bauran pendapatan, melainkan sumber keunggulan kompetitif.
Dalam penambangan Bitcoin, nilai terletak pada kapasitas komputasi dan efisiensi chip. Dalam colocation untuk kecerdasan artifisial, nilai berpindah ke hal-hal yang jauh lebih sulit digandakan: lahan, sambungan listrik berkapasitas besar, kemampuan membuang beban termal tinggi, dan kontrak jangka panjang dengan penyewa. Pihak yang diuntungkan adalah penyedia tenaga listrik, kontraktor interkoneksi jaringan, pemasok sistem pendingin industri, dan pemilik lahan di dekat gardu induk. Pihak yang menanggung beban justru mereka yang tidak disebut dalam artikel: pedagang peralatan tambang bekas, produsen mesin khusus penambangan, serta operator kecil tanpa akses jaringan listrik yang kini bersaing memperebutkan sisa margin hashprice yang menipis. Konteks politik Amerika Serikat menambah lapisan risiko tersendiri.
Hasil pemilu sela menempatkan sebagian penentang pembangunan data center sebagai pemenang, dengan sorotan publik sebagian berpusat pada tagihan listrik — masalah yang berlaku bagi seluruh sektor, bukan hanya Core Scientific. Bagi pembaca di Indonesia, jalur transmisinya tidak lewat Core Scientific secara langsung, melainkan lewat dua saluran. Pertama, arus modal global ke kapasitas colocation AI menentukan seberapa cepat kawasan ini, termasuk Indonesia, dilirik sebagai lokasi pusat data regional — dan itu bergantung pada ketersediaan listrik serta kecepatan perizinan domestik, bukan pada harga saham perusahaan ini. Kedua, sentimen aset digital domestik.
Latar pasar hari ini belum kondusif: IHSG berada di 4.943 setelah turun 1,73%, rupiah di 18.049 per dolar AS, Brent di US$99,47, dengan indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121,67 dan VIX di 20,83. Kombinasi itu menandakan biaya peluang memegang aset tanpa arus kas masih mahal, sehingga basis investor ritel kripto domestik paling rentan terhadap perubahan selera risiko.
Mengapa Ini Penting
Selama bertahun-tahun penambangan kripto dan pusat data AI dianggap dua wajah dari infrastruktur yang sama. Keputusan Core Scientific membuktikan keduanya punya struktur biaya dan pembeli yang berbeda: penambang menjual hasil komputasi ke pasar spot yang harganya berfluktuasi, sementara penyewa AI membeli kapasitas lewat kontrak yang jauh lebih stabil. Ketika selisih nilai itu melebar, modal berpindah tanpa banyak perdebatan — dan yang tertinggal bukan hanya perusahaan, tetapi seluruh ekosistem pemasok peralatan tambang yang dibangun di atas asumsi permintaan yang terus tumbuh.
Dampak ke Bisnis
- Operator pusat data dan penyedia colocation di kawasan Asia Tenggara menghadapi persaingan baru dalam memperebutkan penyewa hiperskala: kapasitas yang dialihkan dari penambangan kripto di Amerika Serikat menambah pasokan global dan memperkuat posisi tawar pembeli besar.
- Pemasok peralatan tambang, pedagang mesin bekas, dan produsen komponen khusus penambangan menghadapi tekanan nilai aset lanjutan — Core Scientific mencatat penurunan nilai aset terkait penambangan sebesar US$266,5 juta pada kuartal pertama 2026, dan pelepasan kapasitas serupa oleh operator lain akan menambah pasokan ke pasar sekunder.
- Penyedia tenaga listrik dan kontraktor interkoneksi justru berada di sisi penerima manfaat: permintaan beban listrik berkapasitas besar dari pusat data AI berpotensi mengubah prioritas investasi jaringan, yang dalam jangka menengah berpengaruh pada harga listrik industri — termasuk bagi pengguna besar di Indonesia yang bersaing untuk koneksi daya yang sama.
- Risiko yang baru terasa dalam tiga sampai enam bulan: tekanan politik terhadap tarif listrik pusat data di Amerika Serikat dapat memunculkan struktur tarif khusus atau syarat perizinan baru yang memperlambat ekspansi, dan efeknya menular ke ekspektasi valuasi seluruh sektor infrastruktur AI global.
Yang Perlu Dipantau
- Yang perlu dipantau: realisasi penghentian operasi tambang pada kuartal keempat 2026 — jika tertunda, sinyalnya adalah masih ada ekonomi sisa yang layak dipertahankan, dan itu mengubah kesimpulan tentang seberapa dalam tekanan hashprice sebenarnya.
- Risiko yang perlu dicermati: arah kebijakan tarif listrik dan perizinan data center di Amerika Serikat setelah pemilu sela — jika muncul pembatasan lokal, biaya ekspansi pusat data naik dan sebagian rencana kapasitas berpotensi dialihkan ke kawasan lain, termasuk Asia Tenggara.
- Sinyal penting: langkah pesaing seperti Riot Platforms dan MARA Holdings yang disebut telah mengalihkan modal ke kecerdasan artifisial — jika mereka menyusul keluar dari penambangan, tekanan pada pasar peralatan bekas dan hashprice akan meningkat, dan itu indikator langsung bagi margin operator tambang skala kecil.
Konteks Indonesia
Dampak langsung ke pasar domestik terbatas; jalurnya melalui arus modal infrastruktur digital dan sentimen aset berisiko. Perpindahan kapasitas dari penambangan kripto ke colocation AI di Amerika Serikat menambah pasokan kapasitas pusat data global, yang memengaruhi daya tarik kawasan seperti Indonesia sebagai lokasi pusat data regional — bergantung pada ketersediaan daya listrik, konektivitas, dan kecepatan perizinan domestik. Di sisi pasar, sentimen aset digital domestik tetap terpaut selera risiko global: IHSG berada di 4.943 setelah turun 1,73% dan rupiah di 18.049 per dolar AS, sementara indeks dolar broad tertimbang-dagang di 121,67 dan VIX di 20,83 menunjukkan posisi menghindari risiko belum surut.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.