22 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Cardano Foundation Tolak Perluasan MiCA ke DeFi dan Staking
Forex & Crypto

Cardano Foundation Tolak Perluasan MiCA ke DeFi dan Staking

Tim Redaksi Feedberry ·22 Oktober 2026 pukul 00.57 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
5 Skor

Advokasi regulasi ini tidak berdampak langsung ke pasar Indonesia, tetapi arah MiCA dan ESMA menjadi preseden global bagi pengawasan staking dan DeFi yang menyentuh exchange serta investor ritel kripto domestik.

Urgensi
5
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
4
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) — potensi perluasan ke DeFi dan staking
Penerbit
European Commission / ESMA
Perubahan Kunci
  • ·Cardano Foundation mendorong agar regulasi mengikuti fungsi dan risiko aktivitas, bukan teknologi yang digunakan.
  • ·Pemisahan antara partisipasi langsung di jaringan desentralisasi dan layanan keuangan oleh perantara, terutama yang melibatkan kustodi atau kendali aset pengguna.
  • ·Klarifikasi batas antara MiCA dan hukum keuangan yang sudah ada untuk menghindari tumpang tindih persyaratan.
Pihak Terdampak
Penyedia dompet kripto non-kustodianOperator layanan stakingPenyedia akses protokol DeFiExchange kriptoPengguna ritel aset digital

Ringkasan Eksekutif

Cardano Foundation mendesak Uni Eropa tidak membuat regulasi terpisah untuk DeFi dan staking. Dalam submission 19 halaman tertanggal 30 September kepada European Commission, yang dirangkum melalui blog post Rabu, yayasan itu berargumen bahwa hukum keuangan yang ada seharusnya mengatur aktivitas tersebut berdasarkan fungsi dan risiko, bukan teknologi yang digunakan. Posisi ini muncul sebagai respons terhadap rekomendasi ESMA pada September yang mengusulkan pengamanan tambahan untuk staking, pinjam-meminjam, dan kategori layanan teregulasi baru bagi perusahaan yang menyediakan akses ke protokol DeFi. Inti persoalannya adalah batas antara partisipasi langsung di jaringan desentralisasi dan layanan keuangan yang disediakan perantara, terutama yang melibatkan kustodi atau kendali atas aset pengguna.

Cardano Foundation menegaskan pengguna Cardano dapat mendelegasikan token ADA untuk membantu mengamankan jaringan tanpa menyerahkan kustodi atau mengunci token. Partisipasi semacam itu, menurut mereka, semestinya diperlakukan berbeda dari layanan staking yang dijalankan perantara. Jika Uni Eropa menyamakan keduanya, beban kepatuhan akan bergeser ke penyedia dompet dan operator node, bukan hanya ke bursa terpusat. Yayasan itu juga meminta kejelasan batas antara MiCA dan hukum keuangan yang sudah berlaku. Peringatannya spesifik: persyaratan yang tumpang tindih dan interpretasi yang tidak konsisten antarnegara anggota dapat menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha kripto. Ketidakpastian ini bukan soal administratif semata. Pelaku usaha yang beroperasi lintas yurisdiksi harus menanggung biaya kepatuhan ganda, memperlambat peluncuran produk, dan pada akhirnya memilih pasar yang regulasinya lebih jelas.

Ada satu dimensi yang luput dari headline: rekomendasi ESMA tentang kategori layanan baru untuk akses DeFi berpotensi menjangkau front-end dan dompet, bukan hanya protokol. Artinya, titik akses tempat pengguna berinteraksi dengan DeFi bisa menjadi objek pengawasan. Cardano Foundation tidak bergerak sendirian. Pada 20 Oktober, yayasan ini bersama lima organisasi blockchain lain mengirim surat kepada SEC yang mendesak pengakuan komoditas digital sebagai non-sekuritas dalam kerangka kripto yang diusulkan. Manuver lintas Atlantik ini menunjukkan advokasi regulasi terkoordinasi: tekanan di Brussels dan Washington berjalan paralel. Untuk pasar Indonesia, jalur transmisinya melalui produk yang tersedia di exchange global dan preseden pengawasan bagi Bappebti dan OJK. Di pasar domestik, IHSG berada di 5.328 setelah naik 6,64%, sementara USD/IDR di 17.943.

Level kurs tersebut membuat aset berdenominasi dolar semakin mahal bagi investor ritel, sehingga sentimen terhadap produk kripto global sensitif terhadap pergerakan rupiah.

Mengapa Ini Penting

Yang dipertaruhkan bukan hanya definisi staking, tetapi siapa yang menanggung biaya kepatuhan. Jika Uni Eropa memperlakukan staking non-kustodian sebagai layanan keuangan, penyedia dompet dan operator node harus masuk rezim perizinan — perubahan struktural yang bisa mengurangi insentif desentralisasi. Bagi Indonesia, preseden ini dapat memengaruhi cara Bappebti dan OJK memandang produk staking dan akses DeFi, sementara exchange lokal yang bergantung pada likuiditas global harus bersiap menghadapi persyaratan yang lebih ketat.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto dan penyedia dompet yang melayani pasar global menghadapi potensi kenaikan biaya kepatuhan jika MiCA diperluas ke staking dan DeFi; exchange lokal yang bermitra dengan platform global perlu menyesuaikan produk dan proses onboarding.
  • Pemegang ADA di Indonesia — terutama yang melakukan staking non-kustodian — berpotensi terdampak jika aturan baru memaksa validator atau dompet mengubah model operasi; likuiditas dan imbal hasil staking bisa berubah.
  • Sektor yang tidak disebut artikel: pengembang aplikasi dan penyedia antarmuka DeFi. Jika ESMA menjadikan front-end sebagai kategori layanan teregulasi, startup lokal yang membangun akses ke protokol global harus mempertimbangkan kepatuhan lintas yurisdiksi.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons European Commission terhadap rekomendasi ESMA — jika proposal legislatif diajukan dalam 1–3 bulan, ekspansi MiCA ke DeFi dan staking menjadi lebih mungkin.
  • Risiko yang perlu dicermati: draf standar teknis ESMA untuk staking, pinjam-meminjam, dan akses DeFi — persyaratan kustodi atau perizinan dapat menaikkan biaya bagi penyedia dompet dan exchange global.
  • Sinyal penting: jawaban SEC atas surat 20 Oktober dari Cardano Foundation dan lima organisasi blockchain — arah regulasi AS akan memengaruhi strategi kepatuhan lintas yurisdiksi pelaku kripto.

Konteks Indonesia

Arah regulasi Uni Eropa membentuk preseden bagi pengawasan aset digital di Indonesia. Produk staking dan akses DeFi yang tersedia di exchange global dapat berubah jika MiCA diperluas, sementara investor ritel Indonesia mengakses pasar kripto global melalui platform tersebut. Perubahan ini juga menjadi rujukan bagi Bappebti dan OJK dalam menyusun kerangka pengawasan aset digital.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.