27 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Bot Bloom Dibobol, 48 Dompet Kripto Terkuras 94 Detik
Forex & Crypto

Bot Bloom Dibobol, 48 Dompet Kripto Terkuras 94 Detik

Tim Redaksi Feedberry ·27 Oktober 2026 pukul 16.07 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
5 Skor

Insiden menimpa sembilan trader dan 48 dompet, tetapi menyingkap risiko kustodi kunci privat pada bot Telegram yang juga relevan bagi pengguna ritel kripto Indonesia.

Urgensi
6
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
4

Ringkasan Eksekutif

Bitquery melaporkan peretas menguras US$953.000 dari 48 dompet kripto yang terhubung ke bot perdagangan Telegram Bloom dalam 94 detik. Dana itu berasal dari sembilan trader; setiap transfer merupakan pengiriman Solana (SOL) yang ditandatangani dengan kunci privat dompet terdampak. Bloom berjanji mengganti seluruh kerugian dan menyatakan tidak ada kunci privat yang diakses atau dikompromikan. Dalam pernyataan lanjutan, Bloom menyebut serangan berasal dari kerentanan eksekusi kode jarak jauh pada modul pihak ketiga. Kombinasi dua klaim itu menjadi inti persoalan. Bitquery mencatat transaksi sah secara kriptografis karena ditandatangani kunci privat, sementara Bloom membantah kunci privat diambil.

Celah logisnya: bot perdagangan memegang kunci privat untuk bertindak atas nama pengguna, sehingga akses penandatanganan bisa diperoleh lewat modul yang disusupi tanpa penyerang harus mengekstrak kunci dari penyimpanan. Bagi pengguna, perbedaan teknis ini tidak mengubah hasil akhir: dana keluar dari dompet, dan kepercayaan pada model kustodi bot menjadi taruhan utama. Yang tidak terlihat dari headline adalah risiko yang tertinggal setelah pengguna berhenti memakai bot. Bitquery menyebut lima dari 48 dompet yang terkuras sudah tidak aktif di Bloom sejak paruh pertama 2025. Artinya, menghentikan kebiasaan trading tidak otomatis mencabut otorisasi atau akses yang pernah diberikan kepada bot. Ini memperluas cakupan risiko dari trader aktif ke pengguna lama yang merasa sudah tidak terpapar.

Pola serupa pernah terjadi: pada September 2024 Banana Gun melaporkan 11 pengguna kehilangan sekitar US$3 juta, sedangkan pada Oktober 2023 pengguna bot Maestro dan Unibot kehilangan total US$1,1 juta akibat eksploitasi kontrak router. Dampak langsungnya terkonsentrasi pada pengguna bot Telegram, operator bot, dan penyedia modul pihak ketiga. Namun efek menularnya lebih luas: setiap bot yang menyimpan kunci privat—bukan hanya Bloom—menghadapi pertanyaan yang sama soal audit modul, pemisahan kunci, dan pertanggungjawaban saat terjadi eksploitasi. Di pasar domestik, IHSG berada di 5.266 setelah turun 3,18% dan USD/IDR di 18.145, konteks yang membuat kehati-hatian terhadap aset berisiko meningkat. Pasar kripto ritel Indonesia yang aktif dan diawasi Bappebti/OJK juga relevan: insiden ini menekankan pentingnya kustodi dan izin akses, bukan sekadar imbal hasil trading.

Mengapa Ini Penting

Yang berubah bukan nominal kerugiannya, melainkan model kepercayaan pada bot perdagangan: selama kunci privat dipegang pihak ketiga, setiap modul yang disusupi menjadi titik tunggal kegagalan. Janji penggantian kerugian Bloom mengurangi beban sembilan trader, tetapi tidak menghapus risiko struktural bagi pengguna bot lain—terutama dompet lama yang otorisasinya belum dicabut. Dalam ekosistem kripto yang bergerak cepat, kepercayaan pada kustodi bisa menjadi pembeda antara adopsi ritel yang sehat dan kerugian yang tidak terlihat sampai dana keluar.

Dampak ke Bisnis

  • Operator bot perdagangan Telegram dan penyedia modul pihak ketiga menghadapi biaya audit keamanan, kewajiban ganti rugi, dan tekanan reputasi; Bloom sudah berkomitmen mengganti kerugian sembilan trader, tetapi biaya forensik dan remediasi modul tidak berhenti di situ.
  • Pengguna ritel kripto—termasuk di Indonesia—perlu meninjau izin bot yang pernah terhubung ke dompet; lima dompet yang terkuras sudah tidak aktif sejak paruh pertama 2025, menunjukkan risiko otorisasi yang tertinggal.
  • Penyedia kustodi dan exchange lokal berpotensi menerima permintaan layanan pemisahan kunci atau komputasi multi-pihak, sementara regulator aset digital menghadapi pertanyaan pengawasan atas bot pihak ketiga.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau dalam 7–14 hari: hasil forensik Bloom atas modul pihak ketiga — jika vektor eksekusi kode jarak jauh ditemukan di bot lain, risiko sektor melebar.
  • Risiko yang perlu dicermati: pelaksanaan penggantian kerugian kepada sembilan trader — keterlambatan atau sengketa dapat menurunkan kepercayaan pada bot Telegram dan layanan kustodi serupa.
  • Sinyal penting: pernyataan operator bot Telegram lain soal audit kunci privat — respons yang minim dapat memperbesar sentimen risk-off terhadap layanan trading otomatis.

Konteks Indonesia

Risiko kustodi kunci privat pada bot Telegram menyentuh pasar kripto ritel Indonesia yang aktif; jalur dampaknya melalui kepercayaan pada layanan bot, exchange, dan penyedia wallet lokal, serta pengawasan Bappebti/OJK atas aset digital. Insiden ini menekankan bahwa izin akses yang tertinggal pada dompet lama dapat menjadi paparan yang tidak terlihat.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.