31 AGS 2026
Bitcoin Siap Post-Quantum, Solana Pangkas Emisi SOL

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Bitcoin Siap Post-Quantum, Solana Pangkas Emisi SOL
Forex & Crypto

Bitcoin Siap Post-Quantum, Solana Pangkas Emisi SOL

Tim Redaksi Feedberry ·30 Agustus 2026 pukul 23.36 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.7 Skor

Perubahan fundamental dan sentimen kripto global berdampak langsung ke investor ritel dan exchange lokal Indonesia.

Urgensi
7
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

Bitcoin memasuki babak baru menuju ketahanan pasca-kuantum, sementara Solana mengambil langkah konkret mengurangi laju inflasi tokennya. Blockstream Research menerbitkan proposal perbaikan Bitcoin (BIP) untuk skema tanda tangan SHRINCS — langkah yang disebut sebagai proposal konkret pertama untuk skema tanda tangan pasca-kuantum yang dirancang khusus bagi Bitcoin. Para peneliti berhasil memangkas ukuran tanda tangan berbasis hash sebesar 13,23 kali, meski hasilnya masih setidaknya sembilan kali lebih besar ketimbang tanda tangan eksisting.

Di sisi lain, validator Solana menyetujui proposal pelipatgandaan tingkat disinflasi tahunan dari 15% menjadi 30%, yang berarti mengurangi penerbitan token sebanyak 18,9 juta SOL selama enam tahun ke depan.

Langkah ini mendapat dukungan 67% dari partisipasi 60,7% stake yang memenuhi syarat. Sementara itu, Bernstein memperkirakan Bitcoin bisa mencapai puncak US$500.000 pada siklus ini, menambah optimisme pasar.

Mengapa Ini Penting

Pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel akan merasakan dampak langsung dari perubahan struktural ini. Jika kepercayaan terhadap Bitcoin menguat karena perlindungan pasca-kuantum, arus masuk ke aset digital bisa meningkat; sebaliknya, jika solusi teknis masih jauh dari praktis, kekhawatiran terhadap risiko keamanan dapat menahan minat investor domestik. Regulator seperti Bappebti dan OJK juga harus menyesuaikan kerangka kebijakan agar tidak ketinggalan dengan perkembangan protokol global.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto lokal: volume perdagangan dan likuiditas sangat bergantung pada sentimen global. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level US$78.000 dan proposal SHRINCS diterima komunitas, aktivitas transaksi di platform Indonesia berpotensi meningkat. Jika tidak, koreksi berkepanjangan akan menekan pendapatan exchange.
  • Investor ritel Indonesia: koreksi harga kripto dapat memperbesar kerugian portofolio, tetapi adopsi standar keamanan baru justru meningkatkan legitimasi aset digital dalam jangka panjang. Investor perlu memantau fundamental proyek, bukan hanya momentum harga.
  • Sektor teknologi dan blockchain: perkembangan post-quantum dan pengurangan inflasi Solana membuka peluang pengembangan aplikasi baru. Perusahaan lokal yang membangun di ekosistem Solana bisa diuntungkan oleh biaya transaksi yang lebih stabil dan kepercayaan yang lebih baik.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: kelanjutan aliran dana ETF Bitcoin — jika outflow berlanjut dan harga gagal bertahan di atas US$78.000, koreksi bisa semakin dalam dan menyeret pasar kripto domestik.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons komunitas Bitcoin terhadap proposal SHRINCS — jika terjadi perdebatan berkepanjangan atau soft fork tertunda, volatilitas harga global meningkat.
  • Sinyal penting: respons Bappebti dan OJK terhadap perubahan protokol kripto global — jika regulator mengeluarkan panduan baru, itu bisa menjadi katalis kepercayaan investor ritel.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki basis investor kripto ritel yang aktif dan pasar exchange yang tumbuh pesat. Perubahan sentimen global, seperti koreksi harga Bitcoin atau penguatan Solana, cenderung cepat merambat ke volume perdagangan di platform lokal. Regulasi kripto yang dikelola Bappebti dan OJK juga akan terpengaruh oleh perkembangan protokol post-quantum dan struktur token yang semakin matang.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.