6 JUN 2026
Bitcoin di $60K, Short $2,6B Terjebak — Apakah Short Squeeze Mengancam?

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Bitcoin di $60K, Short $2,6B Terjebak — Apakah Short Squeeze Mengancam?
Forex & Crypto

Bitcoin di $60K, Short $2,6B Terjebak — Apakah Short Squeeze Mengancam?

Tim Redaksi Feedberry ·5 Juni 2026 pukul 19.28 · Sumber: Cointelegraph ↗
6 Skor

Potensi short squeeze besar (hingga $2,6B) dapat memicu reli cepat Bitcoin, memengaruhi sentimen risk-on global dan arus modal ke Indonesia, namun dampak langsung ke ekonomi riil Indonesia masih terbatas.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
5

Ringkasan Eksekutif

Bitcoin (BTC) jatuh ke $61.100 pada Jumat lalu, memicu likuidasi posisi long senilai $335 juta dalam sehari. Namun, penurunan 21% ini justru menjebak para short seller. Akumulasi posisi short yang sangat tinggi di rentang $63.000 hingga $66.000 menciptakan potensi 'short squeeze' senilai $2,6 miliar jika harga mampu kembali ke level tersebut. Artinya, jika Bitcoin rally naik, para pelaku pasar yang bertaruh harga akan terus turun bisa terpaksa membeli kembali Bitcoin dengan harga lebih tinggi, yang justru memperkuat kenaikan harga. Faktor yang membuat skenario short squeeze ini lebih mungkin terjadi adalah kondisi pendanaan (funding rate) di pasar futures Bitcoin yang kini negatif 2%.

Funding rate negatif menunjukkan bahwa para pembeli (bulls) telah mengurangi leverage mereka secara agresif, sehingga tekanan jual dari likuidasi posisi long sudah sangat minim. Ini adalah sinyal bahwa risiko penurunan lebih dalam sudah berkurang secara signifikan.

Di sisi lain, posisi short yang over-leverage membuat para bear sangat rentan terhadap kenaikan harga. Akan tetapi, potensi short squeeze ini bukan jaminan. Data arus keluar dari ETF Bitcoin spot AS masih sangat besar; dalam 15 hari terakhir tercatat arus keluar bersih hingga $5,1 miliar. Masuknya dana kecil sebesar $3 juta pada hari Kamis lalu belum bisa dianggap sebagai pembalikan tren. Jika para bear tetap disiplin dan tidak menambah leverage berlebihan, ancaman short squeeze bisa mereda. Selain itu, Bitcoin juga tengah underperform terhadap indeks Nasdaq 100, dan sektor teknologi mulai menunjukkan kelemahan setelah saham Broadcom anjlok 12,6%, yang menghapus nilai pasar $280 miliar.

Mengapa Ini Penting

Potensi short squeeze ini bisa menjadi katalis tiba-tiba yang membalikkan sentimen risk-off global. Jika Bitcoin rally cepat, maka tekanan jual di pasar aset berisiko lainnya, termasuk saham Indonesia, bisa mereda. Ini berarti arus modal asing ke IHSG berpotensi kembali mengalir, dan tekanan pada rupiah bisa berkurang. Sebaliknya, jika short squeeze gagal dan Bitcoin terus turun, sentimen risk-off akan menguat dan memperburuk outflow dari Indonesia. Intinya, peristiwa ini adalah titik infleksi potensial yang akan menentukan arah selera risiko global dalam waktu dekat.

Dampak ke Bisnis

  • Saham teknologi dan startup di Indonesia berpotensi terkena dampak ganda: jika Bitcoin rally karena short squeeze, sentimen risk-on global membaik, berpotensi mendorong investor asing kembali ke saham teknologi BEI. Sebaliknya, jika Bitcoin terus turun, tekanan jual di saham teknologi lokal bisa berlanjut karena investor institusi global melakukan rebalancing ke aset yang lebih aman.
  • Perusahaan Indonesia dengan utang dalam denominasi dolar AS akan mendapatkan dampak tidak langsung dari pergerakan Bitcoin. Jika Bitcoin rally meningkatkan risk appetite global, rupiah bisa menguat dan mengurangi beban utang valas. Sebaliknya, jika Bitcoin terus melemah dan risk-off berlanjut, rupiah bisa semakin tertekan, memperbesar biaya pembayaran bunga dan pokok utang dalam dolar.
  • Platform exchange kripto Indonesia seperti Reku, Tokocrypto, dan Pintu akan merasakan dampak langsung dari volatilitas ini. Short squeeze yang berhasil bisa memicu lonjakan volume perdagangan dan meningkatkan pendapatan mereka. Sebaliknya, jika harga terus turun, volume transaksi bisa mandek dan pendapatan mereka tertekan. Selain itu, sentimen investor ritel terhadap aset kripto secara keseluruhan juga sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga Bitcoin.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons harga Bitcoin terhadap level $66.000 — jika berhasil ditembus dengan volume tinggi, short squeeze $2,6 miliar bisa terjadi dan memicu reli cepat. Jika gagal, risiko penurunan ke bawah $60.000 masih terbuka.
  • Risiko yang perlu dicermati: data arus keluar ETF Bitcoin spot AS — jika masih berlanjut di atas $200 juta per hari dalam 5 hari ke depan, tekanan jual struktural masih dominan dan potensi short squeeze bisa tertunda atau gagal.
  • Sinyal penting: pernyataan resmi dari SEC atau CFTC AS mengenai regulasi kripto, terutama terkait stablecoin — ketidakpastian regulasi bisa menjadi pemicu lonjakan volatilitas yang lebih besar, baik ke atas maupun ke bawah.

Konteks Indonesia

Pergerakan Bitcoin, sebagai barometer selera risiko global, memengaruhi arus modal asing ke Indonesia. Dalam 1 tahun terverifikasi, rupiah berada di area terlemah saat Bitcoin tertekan, terakhir di level 18.035 per dolar AS. Jika Bitcoin rally karena short squeeze, sentimen risk-on global membaik dan berpotensi mengurangi tekanan pada rupiah serta mendorong investor asing kembali ke SBN dan IHSG. Sebaliknya, jika Bitcoin terus melemah, risk-off global memperkuat outflow dari Indonesia.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.