2 NOV 2026
← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Binance Buka Penarikan, THORChain Didesak Blokir Dana Hack
Forex & Crypto

Binance Buka Penarikan, THORChain Didesak Blokir Dana Hack

Tim Redaksi Feedberry ·2 November 2026 pukul 06.09 WIB · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6 Skor

Peretasan terbesar dalam sejarah aset digital berubah menjadi uji preseden: penegak hukum AS meminta protokol permissionless memblokir alamat, dan hasilnya akan menentukan kerangka kepatuhan DeFi global — dengan jalur ke Indonesia lewat sentimen risiko dan standar regulator, bukan ekonomi riil.

Urgensi
7
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
4

Ringkasan Eksekutif

Binance membuka kembali penarikan dana setelah peretasan terbesar dalam sejarah industri aset digital, dan langsung mencatat arus keluar sekitar US$3,64 miliar. FBI mengaitkan serangan itu dengan TraderTraitor — kelompok yang berafiliasi dengan Lazarus Group Korea Utara dan sebelumnya juga dituding di balik pembobolan Bybit dan Bitget. Angka pembekuan terdengar melegakan tetapi tidak menutup kerugian: Elliptic memperkirakan sekitar US$2,84 miliar aset curian, mayoritas USDC dan USDT, berhasil dibekukan di rantai, sementara pelaku masih menguasai sekitar US$3,33 miliar aset yang tidak dapat dihentikan penerbitnya. Pembekuan bukan pemulihan; dana yang dibekukan tidak otomatis kembali ke bursa atau ke nasabah. Perhatian kini bergeser dari bursa ke protokol.

FBI menerbitkan daftar alamat terkait dan secara khusus meminta operator THORnode, operator node RPC, instant exchange, layanan DeFi, firma analitik blockchain, hingga penyedia layanan aset digital memblokir transaksi yang terkait atau berasal dari alamat tersebut. Permintaan itu menusuk jantung desain THORChain: pelaku memang memakai protokol ini untuk menukar kripto secara permissionless pada serangan-serangan sebelumnya, dan harga token RUNE justru sempat naik 13% karena pasar memperkirakan lonjakan biaya transaksi dari arus tersebut. Sembilan rantai di THORChain, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Tron, kini berhenti setelah sistem otomatis menghentikan protokol karena alasan yang tidak terkait serangan.

Tekanan hukumnya bersifat personal: menurut pengembang THORChain Chad Barraford, hanya sekitar 50 orang yang mengoperasikan 100 node, protokol dapat dihentikan bila sepertiga lebih satu operator setuju, dan jaringan bisa berjalan dengan hanya empat node. Operator yang menolak memblokir alamat berpotensi menghadapi tuntutan pidana mengingat skala pencurian serta keterlibatan FBI dan Secret Service. Pendiri JP Thor, yang menyatakan tak lagi terlibat, menolak kerja sama dan menyebut mematikan protokol berarti mengakhiri eksperimen desentralisasi. Efeknya sudah merambat ke pasar. Saham Coinbase, Circle, dan Strategy terkoreksi tajam dan pasar kripto ikut melemah.

Laporan kuartalan memperlihatkan mengapa pergerakan itu tajam: Coinbase membukukan laba bersih US$719 juta, tetapi sekitar US$715 juta di antaranya berasal dari keuntungan investasi kripto, dengan laba bersih disesuaikan hanya US$78 juta dan pendapatan bersih turun sekitar 34% YoY menjadi US$1,16 miliar. Strategy lebih ekstrem, dengan laba bersih US$19,53 miliar yang nyaris seluruhnya ditopang keuntungan revaluasi kepemilikan Bitcoin senilai US$20,91 miliar. Artinya, yang diperdagangkan pasar bukan arus kas operasional, melainkan proksi berleverage atas harga aset — ketika harga berbalik, keuntungan revaluasi berubah menjadi beban yang menyentuh ekuitas. Sinyal

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menggeser batas antara netralitas protokol dan tanggung jawab pidana. Jika puluhan operator node bisa dituntut karena menjalankan kode yang tidak memfilter transaksi, model permissionless berubah dari keputusan desain teknis menjadi eksposur hukum — dan preseden yang lahir dari sini akan dipakai regulator di yurisdiksi lain, termasuk untuk penyelenggara bursa aset digital yang melayani pasar ritel Indonesia. Di sisi lain, koreksi tajam saham Coinbase, Circle, dan Strategy menunjukkan pasar memperdagangkan proxy berleverage atas harga aset, bukan perusahaan dengan arus kas independen.

Dampak ke Bisnis

  • Operator node, penyedia likuiditas DeFi, dan instant exchange menghadapi eksposur hukum personal karena disebut eksplisit dalam permintaan pemblokiran FBI. Bagi penyelenggara infrastruktur, kepatuhan berubah dari opsi menjadi syarat operasional — biaya audit, pemantauan alamat, dan asuransi naik sementara pendapatan fee transaksi tidak serta-merta bertambah.
  • Emiten terkait kripto menghadapi pertanyaan kualitas laba: Coinbase mencatat laba bersih US$719 juta dengan sekitar US$715 juta berasal dari keuntungan investasi kripto dan laba bersih disesuaikan hanya US$78 juta, sedangkan Strategy membukukan laba US$19,53 miliar yang nyaris seluruhnya dari revaluasi Bitcoin senilai US$20,91 miliar. Ketika harga aset berbalik, keuntungan revaluasi menjadi beban ekuitas — risiko yang biasanya baru terlihat satu hingga dua kuartal kemudian, bukan pada hari pengumuman.
  • Kapasitas absorpsi guncangan industri menyusut. Penggantian 90% aset memakai kombinasi kas perusahaan, sebagian Secure Asset Fund for Users, dan sebagian dana asuransi futures, sementara 10% sisa berupa token tipis likuiditas yang harus dibeli bertahap — dana likuid berubah menjadi aset sulit dicairkan tepat ketika risiko operasional meningkat. Efek yang jarang dibahas: premi asuransi dan biaya pendanaan aset digital berpotensi naik untuk seluruh ekosistem, termasuk kustodian dan bursa lokal yang selama ini menikmati biaya modal rendah.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau dalam 1–2 minggu: apakah pemungutan suara operator THORnode benar-benar digelar — bila sepertiga lebih satu operator menyetujui penghentian, preseden kepatuhan DeFi berubah permanen; bila ditolak, muncul uji pidana pertama bagi operator node.
  • Risiko yang perlu dicermati: 10% sisa token tidak likuid yang harus dibeli bertahap di pasar maupun lewat transaksi di luar bursa — bila prosesnya memanjang, bantalan modal bursa menyusut dan biaya penggantian membengkak.
  • Sinyal penting: publikasi bukti kriptografis penuh yang menurut Binance memerlukan sekitar 40–50 jam proses zero-knowledge proof, serta perluasan pembekuan oleh penerbit stablecoin — bukti yang tidak konsisten dengan snapshot cadangan berpotensi memicu gelombang penarikan baru.

Konteks Indonesia

Jalur rambatannya ke pasar domestik berlangsung melalui sentimen risiko global dan arah standar kepatuhan aset digital, bukan melalui ekonomi riil. IHSG berada di 5.057 setelah terkoreksi 0,80% dan USD/IDR di 18.138 — lingkungan yang sudah berhati-hati sebelum guncangan kripto masuk, dengan imbal hasil US Treasury 10 tahun di 4,98% dan VIX di 17,2 yang menandakan rezim waspada normal. Saham teknologi dan aset berisiko domestik menghadapi tekanan psikologis bila kepercayaan terhadap bursa kripto global melemah, sementara isu pemisahan aset nasabah dan tata kelola otorisasi transaksi menjadi preseden bagi penyelenggara bursa aset digital yang melayani pasar ritel Indonesia. Dampak langsung ke ekonomi riil terbatas; yang perlu dicermati adalah arah standar keamanan dan kepatuhan lintas yurisdiksi yang berpotensi menular ke kerangka pengaturan domestik.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.