23 JUL 2026
BI Perluas QRIS ke India, Saudi, Hong Kong — Dorong Transaksi Lintas Batas

Foto: Katadata — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / BI Perluas QRIS ke India, Saudi, Hong Kong — Dorong Transaksi Lintas Batas
Teknologi

BI Perluas QRIS ke India, Saudi, Hong Kong — Dorong Transaksi Lintas Batas

Tim Redaksi Feedberry ·22 Juli 2026 pukul 14.33 · Sinyal tinggi · Sumber: Katadata ↗
6.7 Skor

Ekspansi QRIS memperkuat ekosistem pembayaran digital dan daya saing pariwisata, namun implementasi masih bergantung pada kesiapan negara mitra.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Bank Indonesia (BI) sedang menjajaki perluasan kerja sama sistem pembayaran lintas-negara melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke India, Arab Saudi, dan Hong Kong. Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa diskusi dengan India terus berlanjut, sementara pembahasan dengan Arab Saudi dan Hong Kong sudah memasuki tahap lebih mendalam. Implementasi kerja sama ini akan disesuaikan dengan kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, serta koordinasi otoritas di masing-masing negara. Saat ini, QRIS antarnegara telah beroperasi dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China — memungkinkan pengguna dari negara-negara tersebut melakukan pembayaran di merchant Indonesia dan sebaliknya menggunakan kode QR. Kinerja QRIS antarnegara menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2026.

Transaksi inbound (pengguna luar negeri di Indonesia) mencapai Rp1,85 triliun, sementara transaksi outbound (pengguna Indonesia di luar negeri) tercatat Rp330 miliar. Hasilnya, QRIS antarnegara membukukan net inbound Rp1,52 triliun — artinya lebih banyak wisatawan asing memanfaatkan sistem ini selama berkunjung ke Indonesia, dibandingkan dengan orang Indonesia yang berbelanja di luar negeri. Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS telah menjadi fasilitas pembayaran yang efektif bagi sektor pariwisata dan UMKM. Kinerja ini terjadi di tengah pertumbuhan pesat ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Volume transaksi pembayaran digital melalui mobile banking dan internet banking mencapai 16,07 miliar transaksi pada triwulan II 2026, tumbuh 36,88% secara tahunan (year-on-year). Transaksi QRIS secara keseluruhan tumbuh 100,12% — dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka-angka ini menunjukkan adopsi pembayaran non-tunai yang semakin masif, didorong oleh perluasan infrastruktur dan kemudahan penggunaan. Ekspansi QRIS ke India, Arab Saudi, dan Hong Kong adalah langkah strategis yang tidak hanya memperkuat sistem pembayaran Indonesia, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Integrasi QRIS dengan negara tujuan utama pariwisata dan perdagangan akan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata dan pusat bisnis. Bagi pelaku UMKM, ini berarti akses langsung ke basis konsumen internasional yang lebih besar tanpa perlu infrastruktur perbankan tradisional yang kompleks. Namun, keberhasilan realisasi kerja sama ini bergantung pada kesiapan teknis dan regulasi di masing-masing negara. Proses negosiasi dengan negara-negara baru memakan waktu, terutama dalam hal standar keamanan, interoperabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan perlindungan data.

Mengapa Ini Penting

QRIS lintas negara bukan sekadar inovasi pembayaran — ini adalah upaya strategis untuk mengintegrasikan ekonomi digital Indonesia ke dalam rantai pembayaran global. Keberhasilan ekspansi ke India, Arab Saudi, dan Hong Kong akan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital di Asia Tenggara, sekaligus memberikan keuntungan langsung bagi pelaku bisnis yang bergantung pada kunjungan wisatawan asing dan transaksi ekspor-impor skala kecil.

Dampak ke Bisnis

  • Pariwisata: Kemudahan pembayaran bagi turis asing meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi. UMKM di sektor perhotelan, restoran, dan oleh-oleh akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.
  • UMKM ekspor: Dengan integrasi QRIS ke negara mitra, UMKM dapat menerima pembayaran langsung dari pembeli luar negeri tanpa perantara valas yang mahal, mempercepat arus kas dan menekan biaya transaksi.
  • Perbankan dan fintech: Ekspansi QRIS akan meningkatkan volume transaksi digital, memperkuat ekosistem mobile banking, dan mendorong inovasi produk pembayaran lintas batas bagi penyedia jasa keuangan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pengumuman pilot project QRIS dengan India — jika diumumkan dalam 1 bulan ke depan, proses komersialisasi bisa dipercepat.
  • Risiko yang perlu dicermati: perbedaan standar regulasi perlindungan data dan anti-pencucian uang antarnegara yang dapat menghambat interoperabilitas teknis.
  • Sinyal penting: pernyataan resmi dari regulator Arab Saudi dan Hong Kong mengenai kesiapan infrastruktur — respons positif akan menjadi katalis bagi kepercayaan pasar terhadap prospek QRIS global.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.