27 JUL 2026
Bank Mega Syariah Target DPK Lewat Tabungan Haji 12% YoY

Foto: CNBC Indonesia — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Korporasi / Bank Mega Syariah Target DPK Lewat Tabungan Haji 12% YoY
Korporasi

Bank Mega Syariah Target DPK Lewat Tabungan Haji 12% YoY

Tim Redaksi Feedberry ·27 Juli 2026 pukul 07.54 · Sumber: CNBC Indonesia ↗
4 Skor

Skor ini mencerminkan inisiatif pertumbuhan dana murah yang relevan bagi likuiditas perbankan syariah, namun dampaknya baru terasa dalam jangka menengah dan terbatas pada satu bank serta ekosistem haji.

Urgensi
3
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
5

Ringkasan Eksekutif

Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan Tabungan Haji sebesar 12% secara tahunan (YoY) hingga posisi terkini, dengan jumlah rekening meningkat lebih dari 5% YoY. Secara year-to-date, pertumbuhan mencapai 5,3%. Produk ini menjadi andalan perseroan dalam memperkuat penghimpunan dana murah (CASA) dan menopang dana pihak ketiga (DPK). Sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), Bank Mega Syariah menggencarkan strategi akuisisi nasabah baru, penguatan hubungan dengan nasabah eksisting, serta perluasan kerja sama dengan mitra ekosistem haji dan umrah — termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), majelis taklim, Kantor Urusan Agama (KUA), komunitas, perusahaan, dan perguruan tinggi.

Selain itu, program loyalitas Poin Haji Berkah yang telah berlangsung sejak April 2025 memberikan hadiah utama berupa Voucher Haji Khusus/Plus senilai Rp245 juta, serta hadiah lain seperti voucher umrah dan sepeda motor. Pertumbuhan tabungan haji ini menarik perhatian karena di tengah tekanan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan rupiah ke level Rp18.000 per dolar AS, dan inflasi yang masih terasa, justru produk simpanan jangka panjang berbasis ibadah ini mampu tumbuh double digit. Hal ini menunjukkan bahwa segmen masyarakat tertentu — kemungkinan kelas menengah ke atas dengan pendapatan relatif stabil dan kesadaran religius tinggi — tetap memiliki kemampuan dan kemauan menabung untuk tujuan haji.

Sekaligus menandakan bahwa produk keuangan syariah yang dikaitkan dengan kebutuhan spiritual memiliki ketahanan permintaan yang lebih kuat dibanding produk tabungan konvensional yang bersifat lebih fluktuatif. Dari sisi bisnis, pertumbuhan tabungan haji memberikan keuntungan ganda bagi Bank Mega Syariah. Pertama, dana yang terkumpul bersifat jangka panjang dan stabil, sehingga dapat digunakan untuk penyaluran pembiayaan yang lebih terencana. Kedua, karena merupakan dana murah (CASA), biaya bunga (bagi hasil) yang harus dibayarkan relatif rendah dibandingkan deposito berjangka, sehingga dapat memperbaiki margin bunga bersih (NIM) perseroan. Di tengah persaingan likuiditas perbankan yang ketat — dengan suku bunga acuan BI yang masih tinggi dan tekanan dari kenaikan biaya dana — tabungan haji menjadi sumber pendanaan strategis yang murah dan sticky. Ke depan,

Mengapa Ini Penting

Di tengah tekanan likuiditas perbankan akibat suku bunga tinggi dan persaingan dana pihak ketiga yang ketat, tabungan haji terbukti menjadi sumber dana murah yang stabil dan memiliki pertumbuhan solid. Inisiatif Bank Mega Syariah ini bisa menjadi model bagi bank lain untuk memperkuat CASA melalui produk berbasis ekosistem, sekaligus menunjukkan bahwa segmen religius memiliki ketahanan permintaan yang lebih kuat di tengah tekanan daya beli.

Dampak ke Bisnis

  • Bank Mega Syariah akan menikmati perbaikan struktur pendanaan dengan porsi CASA yang meningkat, berpotensi memperlebar margin bunga bersih (NIM) dan menekan biaya dana — positif bagi profitabilitas jangka pendek hingga menengah.
  • Pesaing di segmen perbankan syariah, terutama BSI dan bank syariah BUMN lain, harus merespons dengan meningkatkan daya saing produk tabungan haji mereka agar tidak kehilangan pangsa pasar nasabah yang religius dan memiliki tabungan jangka panjang.
  • Ekosistem bisnis haji dan umrah — mulai dari KBIH, biro perjalanan, hingga penyedia akomodasi di Tanah Suci — akan mendapatkan limpahan dampak positif karena semakin banyak masyarakat yang menabung haji berarti meningkatnya permintaan layanan terkait di masa depan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: laporan keuangan Bank Mega Syariah semester I-2026 — khususnya rasio CASA terhadap total DPK dan NIM, untuk mengukur efektivitas tabungan haji dalam memperbaiki profitabilitas.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons agresif dari bank syariah pesaing (BSI, BTN Syariah) yang dapat meluncurkan program loyalitas serupa atau bahkan lebih besar, menggerus pertumbuhan nasabah Bank Mega Syariah.
  • Sinyal penting: kebijakan pemerintah mengenai biaya haji dan kuota haji tahun 2027 — jika biaya haji naik signifikan, minat menabung haji bisa terhambat; sebaliknya jika kuota ditambah, potensi pertumbuhan semakin besar.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.