28 MEI 2026
Banca Sella Raih Izin MiCA untuk Layanan Kripto — Bank Tradisional Eropa Makin Serius

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Banca Sella Raih Izin MiCA untuk Layanan Kripto — Bank Tradisional Eropa Makin Serius
Forex & Crypto

Banca Sella Raih Izin MiCA untuk Layanan Kripto — Bank Tradisional Eropa Makin Serius

Tim Redaksi Feedberry ·27 Mei 2026 pukul 14.36 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.3 Skor

Izin MiCA untuk bank tradisional Italia menandai akselerasi adopsi institusional kripto di Eropa — relevan sebagai preseden regulasi bagi Indonesia dan sentimen global.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

Banca Sella, bank Italia dengan sekitar 1,3 juta nasabah dan merek digital Hype yang melayani 1,7 juta pengguna, mengumumkan telah mendapatkan persetujuan MiCA (Markets in Crypto-Assets) dari regulator Uni Eropa untuk menyediakan layanan kripto. Izin ini mencakup jasa penitipan (custody), transfer, dan penerimaan aset digital yang direncanakan mulai beroperasi pada 2026 untuk kategori pelanggan tertentu.

Langkah ini bukan yang pertama bagi Banca Sella di dunia kripto — bank telah berpartisipasi dalam uji coba distributed ledger technology (DLT) yang diprakarsai oleh Bank Italia melalui Fintech Milano Hub pada 2022, serta membentuk tim internal khusus untuk DLT dan aset digital. Lebih jauh, Banca Sella merupakan salah satu pendiri Qivalis, konsorsium 37 bank Eropa yang berencana menerbitkan stablecoin berbasis euro. Sebelumnya, bank telah memiliki eksposur kripto melalui Hype yang mengintegrasikan layanan dompet Bitcoin sejak 2020 melalui kemitraan dengan Conio, platform kripto Italia.

Dengan izin MiCA ini, Banca Sella menjadi salah satu bank tradisional pertama di Eropa yang secara resmi diizinkan menawarkan layanan kripto di bawah kerangka regulasi komprehensif Uni Eropa, menandai pergeseran signifikan dari sekadar pilot proyek menuju layanan komersial penuh. Faktor pendorong utama adalah kejelasan regulasi MiCA yang memberikan kepastian hukum bagi institusi keuangan untuk masuk ke aset digital tanpa risiko ketidakpastian regulasi yang sebelumnya menghambat. Ini menciptakan peta jalan bagi bank-bank lain di Eropa untuk mengikuti langkah serupa, mempercepat adopsi kripto oleh institusi tradisional. Dampaknya terhadap pasar global bersifat positif untuk sentimen jangka panjang — legitimasi dari regulator utama dunia memperkuat narasi bahwa kripto bukan sekadar aset spekulatif melainkan instrumen keuangan yang diakui.

Namun, dampak langsung terhadap Indonesia lebih bersifat tidak langsung namun signifikan. Indonesia memiliki basis investor ritel kripto yang aktif, dengan volume perdagangan yang tergolong tinggi di Asia Tenggara. Regulasi kripto Indonesia saat ini berada di bawah Bappebti dan OJK, yang sering mengadaptasi kerangka dari yurisdiksi utama seperti Uni Eropa dan AS. Izin MiCA untuk Banca Sella dapat menjadi referensi bagi regulator Indonesia dalam menyusun aturan yang lebih matang untuk layanan kustodi kripto oleh bank, sektor yang saat ini masih terbatas.

Di sisi lain, perkembangan ini berpotensi memperkuat arus modal institusi global ke aset digital, yang secara psikologis dapat mempengaruhi minat investor Indonesia terhadap kripto dan aset berisiko lainnya. Meskipun hubungan langsung dengan IHSG tipis, sentimen risk-on global yang didorong adopsi institusional bisa mengurangi tekanan jual asing di pasar saham Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Izin MiCA untuk Banca Sella bukan sekadar berita korporasi Italia — ini adalah preseden regulasi yang mempercepat konvergensi antara perbankan tradisional dan aset digital. Kejelasan kerangka hukum MiCA memberikan cetak biru bagi regulator global, termasuk Indonesia, untuk menyusun aturan yang memungkinkan bank masuk ke layanan kripto tanpa risiko kepatuhan. Dampak strukturalnya adalah pergeseran dari ekosistem kripto yang didominasi platform khusus (crypto-native) menuju integrasi penuh ke dalam sistem keuangan arus utama. Bagi investor Indonesia, ini berarti peluang dan risiko baru: akses ke produk kripto yang lebih terpercaya dari institusi bank, namun juga persaingan yang lebih ketat bagi exchange lokal.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi regulator Indonesia (OJK dan Bappebti): preseden MiCA memberikan kerangka acuan untuk menyusun aturan layanan kustodi kripto oleh bank, yang saat ini masih terbatas. Jika Indonesia mengadopsi model serupa, bank-bank nasional seperti BCA atau Mandiri berpotensi masuk ke layanan aset digital, mengubah lanskap persaingan.
  • Bagi exchange kripto lokal: munculnya bank sebagai penyedia layanan kripto (custody, transfer) dapat mengancam pangsa pasar exchange yang selama ini menjadi satu-satunya pintu masuk. Namun, kerja sama dengan bank juga bisa membuka segmen investor institusi yang sebelumnya ragu karena risiko kustodian.
  • Bagi investor ritel Indonesia: berita ini memperkuat sentimen positif jangka panjang terhadap kripto sebagai aset yang diakui regulator global. Hal ini dapat meningkatkan minat beli aset digital, termasuk altcoin yang diperdagangkan di platform lokal, meskipun dampak langsung pada harga bersifat gradual.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons OJK dan Bappebti terhadap perkembangan MiCA — apakah akan menerbitkan POJK atau peraturan baru tentang layanan kustodi kripto oleh bank dalam 1-2 bulan ke depan.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika adopsi bank tradisional terhadap kripto mendorong regulator global memperketat persyaratan modal dan anti pencucian uang (AML), justru bisa meningkatkan biaya kepatuhan bagi exchange lokal yang lebih kecil.
  • Sinyal penting: pengumuman bank-bank besar Eropa atau Asia lainnya (seperti DBS Singapura) yang mengikuti langkah Banca Sella — jika terjadi, ini akan mengonfirmasi tren akselerasi adopsi institusional dan berpotensi memicu kenaikan harga aset kripto secara global.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki pasar kripto ritel yang sangat aktif, dengan volume perdagangan termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara. Regulasi saat ini di bawah Bappebti (untuk aset kripto sebagai komoditas) dan OJK (untuk layanan keuangan terkait kripto di masa depan). Izin MiCA untuk Banca Sella menjadi referensi penting bagi regulator Indonesia dalam menyusun kerangka yang memungkinkan bank domestik menyediakan layanan kustodi dan transfer aset digital, sektor yang hingga kini belum diatur secara spesifik. Perkembangan ini juga memperkuat legitimasi kripto di mata investor Indonesia yang sebelumnya ragu karena risiko regulasi dan keamanan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.