14 JUL 2026
AS Transfer $297J Kripto ke Coinbase — Pertanyaan soal Cadangan BTC Trump

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / AS Transfer $297J Kripto ke Coinbase — Pertanyaan soal Cadangan BTC Trump
Forex & Crypto

AS Transfer $297J Kripto ke Coinbase — Pertanyaan soal Cadangan BTC Trump

Tim Redaksi Feedberry ·14 Juli 2026 pukul 03.35 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.7 Skor

Transfer besar oleh pemerintah AS dan ketidakjelasan nasib aset memicu spekulasi pasar kripto global yang berdampak langsung ke investor ritel Indonesia serta ikut mempengaruhi aliran modal emerging market, meski belum ada konfirmasi penjualan.

Urgensi
7
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Pemerintah Amerika Serikat memindahkan 3.940 Bitcoin (senilai US$243,95 juta pada harga saat artikel) dan 30.014 Ether (US$53,09 juta) ke Coinbase Prime pada hari Senin. Total transfer mencapai sekitar US$297 juta dalam nilai kripto. Dana tersebut berasal dari hasil sitaan sejumlah kasus besar: Bitcoin disita dari Ryan Farace (terkait XanaxMan) dan sisa aset btc-e, sementara Ether dikaitkan dengan Brian Krewson, seorang karyawan Oracle yang terlibat skema penyimpanan dan pencucian uang senilai US$54 juta. Transfer ini langsung memicu spekulasi bahwa aset tersebut akan segera dijual. Namun, deposit ke Coinbase Prime tidak secara otomatis mengonfirmasi penjualan karena platform tersebut menyediakan layanan kustodi, trading, pembiayaan, dan staking bagi institusi. Dengan kata lain, perpindahan ini bisa saja sekadar konsolidasi aset.

Yang membuat situasi ini sensitif adalah adanya perintah eksekutif Presiden Donald Trump pada Maret 2025 yang menyatakan bahwa Bitcoin yang disita pemerintah harus menjadi bagian dari Strategic Bitcoin Reserve dan tidak boleh dijual. Jika benar ada penjualan, hal itu akan bertentangan langsung dengan janji kebijakan tersebut. Meski belum ada konfirmasi, langkah ini terjadi di tengah pasar kripto yang sudah tertekan. Artikel terkait menunjukkan bahwa pendanaan modal ventura kripto global anjlok 63% pada Juni 2026, sementara aksi jual oleh korporasi besar seperti Empery Digital (menjual 48% treasury Bitcoin) dan Strategy (menjual 3.588 BTC) menambah tekanan bearish.

Di sisi lain, Bitcoin ETF AS baru saja mencatat inflow pertama setelah delapan pekan outflow, menandakan masih adanya investor yang membeli saat harga turun. Inilah yang membuat transfer ini menjadi penting: arah langkah pemerintah AS selanjutnya bisa menjadi katalis yang memperkuat atau justru membalikkan sentimen risk-on/risk-off secara global. Bagi Indonesia, dampaknya bersifat tidak langsung namun tetap signifikan. Pasar kripto ritel Indonesia — melalui platform seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pluang — sangat sensitif terhadap pergerakan harga global dan sentimen institusi. Jika transfer ini berujung pada penjualan dan mendorong koreksi harga, investor lokal bisa mengalami kerugian portofolio dan volume perdagangan di exchange domestik berpotensi turun.

Lebih luas lagi, efek risk-off global dapat mendorong arus keluar modal dari emerging market, yang akan menambah tekanan pada rupiah yang sudah berada di level Rp18.095 per dolar AS (data baseline). IHSG yang saat ini berada di 6.075 juga berisiko ikut tertekan jika sentimen negatif meluas.

Mengapa Ini Penting

Transfer pemerintah AS ke Coinbase Prime adalah ujian kredibilitas bagi janji Trump untuk tidak menjual Bitcoin cadangan negara. Jika penjualan terjadi, itu akan menjadi preseden buruk yang mengikis kepercayaan terhadap aset digital sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Bagi Indonesia, hilangnya sentimen positif ini berpotensi memperlemah rupiah dan menekan IHSG di tengah pasar yang sudah volatil, karena aliran modal asing bisa terhambat.

Dampak ke Bisnis

  • Platform exchange kripto Indonesia (Tokocrypto, Indodax, Pluang) berisiko mengalami penurunan volume perdagangan dan tekanan harga jika sentimen negatif global mendorong aksi jual oleh investor ritel dalam negeri. Penurunan harga Bitcoin yang signifikan dapat memicu likuidasi paksa di posisi leverage.
  • Perusahaan teknologi dan emiten yang terkait dengan aset digital di IHSG (seperti GOTO yang memiliki divisi kripto melalui GoPay dan investasi di platform aset digital) akan terpengaruh sentimen risk-off, terutama jika valuasi sahamnya sudah rapuh akibat tekanan likuiditas global.
  • Kepercayaan investor institusi dan ritel Indonesia terhadap aset digital sebagai instrumen investasi jangka panjang bisa terkikis jika pemerintah AS benar-benar menjual. Hal ini dapat menunda rencana perluasan layanan kripto oleh bank dan lembaga keuangan domestik yang masih menunggu regulasi OJK/Bappebti rampung.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: konfirmasi apakah transfer ke Coinbase Prime ini akan diikuti penjualan aset dalam 7-14 hari ke depan. Indikatornya adalah perubahan signifikan pada saldo USDT atau USD di wallet yang sama.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika harga Bitcoin turun menembus level support teknikal yang dianggap kritis oleh pasar (misal di bawah $60.000), sentimen risk-off bisa menjalar ke pasar saham emerging market, termasuk IHSG, dan memperkuat tekanan jual investor asing yang sudah keluar dari SBN.
  • Sinyal penting: respons dari pejabat AS, pernyataan resmi dari Departemen Kehakiman atau Treasury, serta reaksi harga Bitcoin dalam 2-3 hari ke depan. Bila tidak ada penjelasan, spekulasi akan meningkat dan menambah volatilitas langsung bagi investor kripto Indonesia.

Konteks Indonesia

Transfer kripto pemerintah AS ke Coinbase Prime berpotensi mempengaruhi sentimen investor kripto di Indonesia yang mayoritas adalah investor ritel. Indonesia memiliki basis pengguna aset digital yang besar dan aktif, namun sangat bergantung pada pergerakan harga global. Jika transfer ini disusul dengan penjualan, tekanan jual di pasar kripto global bisa memicu aksi jual di exchange lokal, menambah tekanan pada nilai portofolio investor dan volume perdagangan. Di sisi makro, risk-off global yang dipicu oleh berita ini turut memperkuat arus keluar modal dari emerging market, termasuk Indonesia, yang sudah menghadapi rupiah di level Rp18.095 dan IHSG di 6.075. Regulator Indonesia (OJK dan Bappebti) yang tengah menyusun kerangka aset digital kemungkinan akan mencermati perkembangan ini sebagai masukan dalam menentukan tingkat risiko sistemik kripto terhadap pasar keuangan domestik.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.