26 MEI 2026
AS Gelontorkan $2 Miliar untuk Quantum, Saham China Melonjak 20%

Foto: Asia Times — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / AS Gelontorkan $2 Miliar untuk Quantum, Saham China Melonjak 20%
Teknologi

AS Gelontorkan $2 Miliar untuk Quantum, Saham China Melonjak 20%

Tim Redaksi Feedberry ·25 Mei 2026 pukul 21.46 · Sinyal tinggi · Sumber: Asia Times ↗
5.7 Skor

Berita ini memiliki urgensi moderat bagi pelaku pasar karena langsung memicu lonjakan saham quantum global, namun dampak langsung ke Indonesia relatif kecil karena keterlibatan domestik yang masih terbatas.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
4

Ringkasan Eksekutif

Pemerintah AS melalui Departemen Perdagangan mengumumkan paket pendanaan senilai US$2,013 miliar untuk sembilan perusahaan quantum computing pekan lalu. Dana tersebut dialokasikan dalam bentuk penyertaan saham minoritas negara, dengan IBM menerima US$1 miliar untuk mendirikan anak usaha wafer superkonduktor, dan GlobalFoundries memperoleh US$375 juta untuk mendirikan pabrik quantum. Sisanya US$538 juta dibagi ke tujuh perusahaan lain termasuk D-Wave, Rigetti, dan PsiQuantum. Pengumuman ini langsung mendorong reli saham quantum AS dan China. Di AS, Infleqtion naik 30%, Rigetti melonjak 63%, D-Wave naik 53%, dan IBM naik sekitar 13%. Di China, Quantum CTEK naik 19% menjadi 641,08 yuan dalam dua hari perdagangan 22–25 Mei, GuoChuang Software naik hampir 18%, dan Koal Software naik 9,5%.

Investor bertaruh bahwa Beijing akan merespons dengan investasi besar untuk menjaga daya saing. Momentum di China sebenarnya sudah terbangun bulan ini: Origin Quantum meluncurkan Origin Wukong-180, komputer kuantum superkonduktor generasi keempat; Akademi Ilmu Pengetahuan China melalui Cold Atom Technology memamerkan komputer kuantum dual-core pertama di dunia; dan Universitas Sains dan Teknologi China merilis Jiuzhang 4.0, komputer kuantum fotonik. Analis mengatakan serangkaian terobosan ini, dikombinasikan dengan dorongan pendanaan AS, kemungkinan mempercepat jadwal Beijing untuk investasi terpadu di sektor quantum. Bagi Indonesia, dampak langsung berita ini terbatas. Indonesia belum memiliki pemain quantum computing yang signifikan, baik sektor publik maupun swasta. Namun, perkembangan ini penting sebagai sinyal jangka panjang.

Pertama, persaingan quantum AS-China akan mempercepat komersialisasi teknologi, yang suatu hari dapat mengancam sistem enkripsi yang digunakan perbankan dan e-commerce Indonesia. Kedua, investasi besar di quantum computing dapat mengalihkan sebagian modal ventura global dari AI dan fintech ke sektor infrastruktur kuantum, yang secara tidak langsung mempengaruhi pendanaan startup teknologi Indonesia. Ketiga, jika China benar-benar meluncurkan dana quantum besar, akan ada spillover ke rantai pasok semikonduktor dan material khusus di Asia, yang mungkin berdampak pada biaya impor komponen teknologi Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Perlombaan quantum AS-China bukan sekadar persaingan teknologi, melainkan indikator bahwa negara-negara besar mulai memposisikan diri untuk dominasi komputasi generasi berikutnya. Bagi Indonesia, yang sangat bergantung pada ekosistem digital asing, keterlambatan mengantisipasi era quantum berarti risiko keamanan siber yang meningkat dan potensi ketergantungan yang lebih dalam. Jika quantum computing mencapai kapasitas untuk memecahkan enkripsi RSA dalam 5-10 tahun, seluruh infrastruktur perbankan dan data Indonesia harus diperbarui. Tanpa persiapan sejak sekarang, biaya transisi akan sangat mahal.

Dampak ke Bisnis

  • Sektor perbankan dan fintech Indonesia perlu mulai memetakan risiko post-quantum cryptography pada sistem mereka. Meskipun ancaman masih jauh, adopsi standar enkripsi tahan-quantum akan membutuhkan investasi besar dan waktu migrasi yang panjang.
  • Startup teknologi di Indonesia yang bergerak di bidang AI, big data, dan keamanan siber dapat merasakan persaingan talenta yang semakin ketat karena perusahaan quantum global menyerap insinyur berketerampilan tinggi.
  • Pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan penyusunan peta jalan riset quantum, setidaknya dalam bentuk kolaborasi akademik, agar tidak tertinggal dalam ekosistem inovasi Asia Tenggara.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons resmi China — jika Beijing mengumumkan dana investasi quantum serupa, saham quantum global bisa reli lanjutan dan sentimen teknologi Asia membaik.
  • Risiko yang perlu dicermati: kemungkinan Donald Trump memenangkan pemilu 2026 dan memperketat kontrol ekspor teknologi ke China — dampak rantai pasok semikonduktor bisa meluas ke Asia.
  • Sinyal penting: perkembangan proposal soft fork Bitcoin untuk keamanan quantum (seperti dari AmericanFortress) — jika diadopsi, akan menjadi bukti bahwa ancaman quantum sudah dianggap serius oleh komunitas kripto global.

Konteks Indonesia

Perlombaan quantum AS-China memiliki implikasi jangka panjang bagi Indonesia. Indonesia saat ini hampir tidak memiliki investasi di sektor quantum computing, namun perkembangan ini dapat mempengaruhi beberapa aspek. Pertama, sektor keuangan dan perbankan Indonesia yang sangat mengandalkan enkripsi akan terpapar risiko jika quantum computing menjadi ancaman nyata dalam 5-10 tahun ke depan. Kedua, jika China mempercepat investasi quantum, rantai pasok semikonduktor dan perangkat keras komputer di Asia akan terpengaruh, yang secara tidak langsung mempengaruhi harga impor perangkat elektronik dan komponen teknologi Indonesia. Ketiga, persaingan ini dapat mendorong pemerintah Indonesia untuk mulai memikirkan strategi keamanan siber jangka panjang yang tahan-quantum. Namun dalam jangka pendek, dampaknya terhadap IHSG dan rupiah sangat terbatas karena belum ada emiten quantum murni di bursa Indonesia.

Konteks Indonesia

Perlombaan quantum AS-China memiliki implikasi jangka panjang bagi Indonesia. Indonesia saat ini hampir tidak memiliki investasi di sektor quantum computing, namun perkembangan ini dapat mempengaruhi beberapa aspek. Pertama, sektor keuangan dan perbankan Indonesia yang sangat mengandalkan enkripsi akan terpapar risiko jika quantum computing menjadi ancaman nyata dalam 5-10 tahun ke depan. Kedua, jika China mempercepat investasi quantum, rantai pasok semikonduktor dan perangkat keras komputer di Asia akan terpengaruh, yang secara tidak langsung mempengaruhi harga impor perangkat elektronik dan komponen teknologi Indonesia. Ketiga, persaingan ini dapat mendorong pemerintah Indonesia untuk mulai memikirkan strategi keamanan siber jangka panjang yang tahan-quantum. Namun dalam jangka pendek, dampaknya terhadap IHSG dan rupiah sangat terbatas karena belum ada emiten quantum murni di bursa Indonesia.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.